PHE Kembangkan Dua CCS Hub, Kapasitas 7,3 Gigaton CO2

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding upstream Pertamina, memperkuat fokus pengembangan bisnis rendah karbon dengan rencana membangun dua Carbon Capture and Storage (CCS) Hub dan sejumlah satelit pendukung.

Proyek ini ditargetkan memiliki kapasitas penyimpanan karbon hingga 7,3 gigaton CO₂ dan berkontribusi terhadap pengurangan emisi hingga 68% dari sektor energi pada tahun 2060.

Pengembangan CCS/CCUS ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang PHE dalam mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi dan transisi menuju ekonomi hijau.

Read also:  IIGCE 2026 Digelar Agustus, Dorong Panas Bumi sebagai Baseload Transisi Energi

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE, Edy Karyanto, menjelaskan bahwa dinamika global yang menuntut dekarbonisasi dan skema carbon offset untuk mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 menjadi tantangan serius bagi pelaku industri energi.

“Dalam menghadapi tantangan ini, PHE menerapkan strategi pertumbuhan ganda. Di satu sisi, kami memaksimalkan legacy business melalui peningkatan produksi hulu dengan menjaga baseline produksi dan melakukan investasi untuk peningkatan produksi. Di sisi lain, kami mengembangkan bisnis low carbon melalui penerapan teknologi CCS dan CCUS,” kata Edy dalam webinar bertajuk Menakar Potensi Bisnis CCS/CCUS di Indonesia, Selasa (22/7/2025).

Read also:  ADB Luncurkan Dana Regional Pengembangan ASEAN Power Grid, Modal Awal US$25 Juta

Menurut Edy, Indonesia memiliki potensi besar dalam penyimpanan karbon, baik di saline aquifer maupun ladang minyak dan gas yang telah habis produksinya (depleted oil/gas fields).

Selain itu, letak geografis Indonesia yang dikelilingi oleh negara-negara penghasil emisi namun tidak memiliki kapasitas penyimpanan CO₂ dinilai sebagai peluang strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat penyimpanan karbon regional.

Read also:  Satgas PKH Serahkan Rp11,42 Triliun dan Penguasaan Kembali Kawasan Hutan ke Negara

Edy menjelaskan, pengembangan dua CCS Hub dan satelit tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi dengan mitra strategis, termasuk pihak internasional, guna memperkuat daya saing dan percepatan realisasi teknologi rendah karbon di dalam negeri.

Langkah ini menjadi wujud konkret transformasi bisnis PHE menuju ekosistem energi berkelanjutan, sekaligus kontribusi nyata dalam mendorong agenda transisi energi nasional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) Segera Diluncurkan, KLH Ajak Pengembang Proyek Ikut Uji Coba

Ecobiz.asia – Pemerintah segera meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai infrastruktur utama perdagangan karbon di Indonesia. Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan...

Siapkan Investasi Awal Rp420 M, Eco Power Nusantara Kembangkan Proyek Biochar hingga Kredit Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia — PT Eco Power Nusantara menyiapkan investasi awal sekitar US$25 juta atau setara Rp420 miliar untuk pengembangan proyek biochar dan kredit karbon berbasis...

Permenhut 6/2026 Buka Peluang Masyarakat Terlibat Perdagangan Kredit Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat dalam perdagangan karbon sektor kehutanan melalui penerbitan Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut)...

Menhut Terbitkan Permenhut No 6 Tahun 2026, Atur Tata Cara Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni secara resmi menetapkan Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 6 Tahun 2026 yang mengatur tata cara perdagangan karbon...

Dukung Capaian NDC, KLH/BPLH Jalin Kerja Sama dengan Hanns Seidel Foundation

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) dan arahan program dengan Hanns Seidel Foundation untuk periode 2026–2028...

TOP STORIES

BEL Valves Secures Multi-Million-Pound Contract for Indonesia’s First CCUS Project

Ecobiz.asia — UK-based valve manufacturer BEL Valves has secured a multi-million-pound contract to supply equipment for Indonesia’s first carbon capture, utilisation and storage (CCUS)...

Penghentian Open Dumping Tak Bisa Ditawar, KLH Dorong Percepatan Pemilahan Sampah

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama Pemerintah Provinsi Bali memperkuat komitmen penghentian praktik open dumping. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi...

Indonesia Hosts International Peat Fire Suppression Training with Global Partners

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry has organized an international training program on forest and land fire suppression in peatland ecosystems, involving global partners...

Kemenhut Gelar Pelatihan Internasional Pemadaman Gambut, Libatkan Korea hingga Prancis

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan menggelar pelatihan internasional pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di ekosistem gambut dengan melibatkan sejumlah mitra global, termasuk Asian Forest...

PHM Evakuasi Nelayan di Kutai Kartanegara, Bukti Implementasi ESG di Lapangan

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil mengevakuasi tujuh nelayan yang terombang-ambing di tengah perairan Selat Makassar selama dua hari karena kapal mereka...