PGN dan Mubadala Energy Jajaki Pasokan Gas dari Blok South Andaman

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan Mubadala Energy (South Andaman) RSC Ltd menjalin kerja sama untuk mengkaji potensi pemanfaatan gas bumi dari Kontrak Kerja Sama (KKS) South Andaman.

Kolaborasi ini mencakup rencana pengembangan infrastruktur pipa gas serta opsi pemanfaatan infrastruktur LNG, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah transisi energi.

Studi bersama ini merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua perusahaan pada Oktober tahun lalu. Kala itu, fokus kerja sama mencakup studi atas fasilitas kilang Arun dan terminal regasifikasi untuk mendukung kegiatan hulu minyak dan gas.

Read also:  PGE dan PLN Indonesia Power Sepakati Tarif Listrik PLTP Lahendong Bottoming Unit, Target COD 2028

Baca juga: Baru 41 Persen Perusahaan Laporkan Kesiapan Hadapi Karhutla, Menteri LH Ancam Beri Sanksi

Direktur Komersial PGN, Ratih Esti Prihartini, mengatakan kerja sama ini sejalan dengan kebutuhan nasional yang terus meningkat terhadap gas bumi, khususnya untuk wilayah Sumatra dan Jawa.

“PGN menyambut baik kolaborasi ini untuk menjajaki pemanfaatan pasokan gas dari South Andaman yang potensial mendukung ketahanan energi domestik,” ujarnya dalam siaran pers dikutip Minggu (6/7/2025).

Read also:  Pertamina NRE dan US Grains & BioProducts Council Perkuat Kolaborasi Knowledge Exchange Pengembangan Bioetanol

Ratih menambahkan bahwa PGN akan melibatkan anak usaha seperti Pertagas dan Perta Arun Gas dalam mengkaji kesiapan dan pengembangan infrastruktur guna mendistribusikan gas dari Andaman ke berbagai pelanggan potensial.

“Kami mengedepankan transparansi data dan tata kelola yang baik dalam studi ini,” tegasnya.

Presiden Direktur Mubadala Energy Unit Bisnis Indonesia, Abdulla Bu Ali, menyatakan kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk membuka potensi besar gas di South Andaman dan menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung ketahanan energi Indonesia.

Read also:  Pertamina–POSCO Perkuat Akselerasi Teknologi Rendah Karbon, Jajaki CCS hingga Hidrogen Biru

Baca juga: Banjir Jabodetabek dan Neraca Air yang Tak Seimbang

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menekankan bahwa gas menjadi salah satu prioritas dalam transisi energi.

“Ketersediaan pasokan dan infrastruktur gas bumi sangat krusial. Kerja sama ini diharapkan mendukung program Pertamina dalam memperkuat pasokan gas domestik,” ujar Fadjar.

Peningkatan pemanfaatan gas bumi dianggap vital dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang lebih kotor, serta mendukung target transisi energi nasional yang berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Terobosan Green CCS: PLN Nusantara Power Uji Teknologi Alga di Muara Karang

Ecobiz.asia -- PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang resmi mengukuhkan posisinya sebagai pusat inovasi energi hijau di Indonesia. Unit pembangkitan yang berlokasi...

Dapat Pendanaan Rendah Karbon, Venambak Eksekusi Proyek Tambak Udang Ramah Lingkungan di Sumbawa

Ecobiz.asia – PT Venambak Kail Dipantara mulai mengeksekusi proyek budidaya udang ramah lingkungan di Kabupaten Sumbawa setelah memperoleh pendanaan dari skema Low Carbon Development...

PIS–PGN Siapkan Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon, Dari LNG hingga Hidrogen

Ecobiz.asia — PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjalin kerja sama untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan ekosistem...

Telkom–PGN Kerja Sama Pengembangan Green Data Center, Ada Lima Wilayah Potensial

Ecobiz.asia — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjalin kerja sama strategis untuk mengintegrasikan infrastruktur digital dengan...

PLN Nusantara Power Andalkan Energi Domestik dan Digitalisasi Jaga Keandalan Listrik

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya menjaga keandalan pasokan listrik nasional di tengah tekanan geopolitik global dengan mengoptimalkan energi domestik dan mempercepat...

TOP STORIES

BEL Valves Secures Multi-Million-Pound Contract for Indonesia’s First CCUS Project

Ecobiz.asia — UK-based valve manufacturer BEL Valves has secured a multi-million-pound contract to supply equipment for Indonesia’s first carbon capture, utilisation and storage (CCUS)...

Penghentian Open Dumping Tak Bisa Ditawar, KLH Dorong Percepatan Pemilahan Sampah

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama Pemerintah Provinsi Bali memperkuat komitmen penghentian praktik open dumping. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi...

Indonesia Hosts International Peat Fire Suppression Training with Global Partners

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry has organized an international training program on forest and land fire suppression in peatland ecosystems, involving global partners...

Kemenhut Gelar Pelatihan Internasional Pemadaman Gambut, Libatkan Korea hingga Prancis

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan menggelar pelatihan internasional pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di ekosistem gambut dengan melibatkan sejumlah mitra global, termasuk Asian Forest...

PHM Evakuasi Nelayan di Kutai Kartanegara, Bukti Implementasi ESG di Lapangan

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil mengevakuasi tujuh nelayan yang terombang-ambing di tengah perairan Selat Makassar selama dua hari karena kapal mereka...