PGE Mulai Eksekusi PLTP Lumut Balai Unit 3, Tambah Kapasitas Panas Bumi 55 MW di Sumsel

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) resmi memasuki tahap eksekusi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW) di Sumatera Selatan. Proyek ini ditargetkan beroperasi komersial atau mencapai commissioning operation date (COD) pada 2030.

Tahap eksekusi ditandai dengan pelaksanaan kick-off meeting pada Senin (12/1/2026), yang menjadi awal penguatan koordinasi lintas fungsi di internal PGE serta sinergi dengan pemangku kepentingan eksternal, termasuk pemerintah daerah, kontraktor, PLN, instansi pemerintah terkait, dan masyarakat sekitar wilayah kerja panas bumi (WKP) Lumut Balai.

Read also:  Pemprov Jabar-Konsorsium Sumitomo-Hitachi Zosen Capai Kesepakatan Proyek Waste to Energy Legok Nangka

Direktur Operasi PGE Ahmad Yani mengatakan, proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan bagian dari arah strategis pengembangan energi baru dan terbarukan nasional. Proyek ini telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 serta tercatat sebagai proyek strategis dalam Blue Book 2025–2029 Kementerian PPN/Bappenas.

“Kick-off meeting ini memastikan kesiapan proyek dari sisi teknis, perizinan, pendanaan, hingga pengelolaan risiko. Pengembangan panas bumi kini memasuki fase krusial untuk menjawab kebutuhan listrik dan target transisi energi nasional,” ujar Ahmad Yani.

Read also:  PHI Perkuat Konservasi Terumbu Karang dan Ekosistem Laut di Kalimantan Timur

Pengembangan Unit 3 merupakan kelanjutan dari PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW yang telah beroperasi sejak Juni 2025. Tambahan kapasitas ini memperkuat langkah PGE menuju target kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri sebesar 1 gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan, serta 1,8 GW pada 2033.

PGE juga telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 GW dari 10 wilayah kerja panas bumi yang dikelola secara mandiri sebagai basis pengembangan jangka panjang.

Selain memperkuat pasokan listrik berbasis energi bersih, pengembangan panas bumi dinilai memberi kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional dan daerah. Sepanjang 2010–2024, sektor panas bumi mencatatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp21,43 triliun. Sementara Dana Bagi Hasil (DBH) untuk daerah penghasil mencapai Rp10,82 triliun pada periode 2019–2024.

Read also:  ANTAM Tebar Dividen Rp5,04 Triliun, Perkuat Langkah Menuju Pemimpin Ekosistem Baterai Nasional

Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW di enam wilayah operasi. Perusahaan juga tengah mengembangkan proyek strategis lain, termasuk PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas 110 MW, serta proyek co-generation bersama PLN Indonesia Power dengan total kapasitas sekitar 230 MW. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Geo Dipa Mulai Bangun PLTP Dieng 2 55 MW, Investasi US$350 Juta

Ecobiz.asia – PT Geo Dipa Energi (Persero) resmi memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW) di...

Pertamina Drilling Luncurkan Smart Bin Berbasis AI untuk Perkuat Program Green Drilling

Ecobiz.asia – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperkuat implementasi program Green Drilling dengan menghadirkan SRIKANDI (Smart Bin), tempat sampah pintar berbasis kecerdasan...

Mini LNG Plant Tuban Diresmikan, Pemerintah Bidik Pengurangan Impor LPG

Ecobiz.asia – Pemerintah meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas (SAG) di Tuban, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional...

PGN Garap Stranded Gas Lapangan Sengeti, Tambah Pasokan Gas Domestik

Ecobiz.asia – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyiapkan tambahan pasokan gas bumi dari Lapangan Sengeti sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi...

Pertagas Borong 5 Penghargaan pada Indonesia Sustainability Award 2026

Ecobiz.asia – PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, memborong lima penghargaan sekaligus meraih predikat Best of The Best ESG Leadership of...

TOP STORIES

Perempuan Penggerak Ekonomi Restoratif, Akses dan Kepemimpinan Perlu Diperkuat

Ecobiz.asia – Perempuan dinilai memegang peran sentral dalam membangun ekonomi restoratif, mulai dari menjaga hutan dan sumber air, memperkuat ketahanan pangan, hingga mengembangkan usaha...

Kemenhut Gagalkan Penyelundupan Owa Jawa dan Biawak Endemik ke Oman

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menggagalkan upaya penyelundupan dua satwa endemik Indonesia, yakni owa jawa (Hylobates moloch) dan biawak tiga warna (Varanus yuwonoi), yang...

PLN Indonesia Power, South Pole Explore Expanded Carbon Market and Decarbonization Partnership

Ecobiz.asia — Indonesia's state-owned power producer PLN Indonesia Power and Swiss climate advisory firm South Pole AG are exploring an extension of their carbon...

Pendanaan Adaptasi Iklim Terbuka Lebar, Akses dan Kualitas Proyek Masih Jadi Tantangan

Ecobiz.asia – Peluang Indonesia memperoleh pendanaan internasional untuk program adaptasi perubahan iklim semakin terbuka seiring meningkatnya perhatian lembaga pendanaan global terhadap isu adaptasi. Namun,...

Synkrona Rampungkan Studi, Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut Pertama Indonesia Makin Dekat

Ecobiz.asia – PT Synkrona Enjiniring Nusantara menyelesaikan studi pra-kelayakan (pre-feasibility study) untuk proyek percontohan pembangkit listrik tenaga arus laut (PLTAL) di Nusa Penida, Bali....