Pengerahan Gajah Bantu Pemulihan Banjir Perhatikan Standar Kesejahteraan Satwa, Jadi Kampanye Perlindungan Hutan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Empat ekor gajah terlatih dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dikerahkan untuk membantu pemulihan pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Minggu (7/12).

Pendekatan ini dipilih untuk menjangkau area terdampak yang sulit diakses alat berat sekaligus menunjukkan pentingnya perlindungan habitat gajah di alam.

Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata mengatakan mobilisasi gajah dilakukan setelah tim memastikan kondisi lapangan aman dan sesuai standar kesejahteraan satwa. Sebelum diterjunkan, tim melakukan survei lokasi, termasuk rute kerja, titik istirahat, hingga kebutuhan operasional satwa.

Read also:  Tim Gabungan Musnahkan Hampir 99 Hektare Kebun Sawit Ilegal di TN Berbak Sembilang

“Pemanfaatan gajah terlatih dilakukan dengan sangat hati-hati. Semua rute, durasi kerja, hingga area istirahat disiapkan agar gajah tetap sehat dan tidak mengalami stres,” kata Ujang di Banda Aceh, Selasa.

Untuk menjaga kondisi satwa, tim menyiagakan pakan, suplemen, pemantauan kesehatan rutin, serta satu unit mobil slip-on dengan tangki air untuk memenuhi kebutuhan minum gajah. Delapan mahout, personel Polhut, dan dokter hewan turut mendampingi operasi lapangan, yang juga mendapat pengamanan dari pihak kepolisian.

Read also:  Kemenhut Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Pembersihan Kayu Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Menurut Ujang, penggunaan gajah untuk mendukung operasi kemanusiaan bukan hal baru. Metode serupa pernah diterapkan pascatsunami Aceh 2004 dan lazim dilakukan di beberapa negara Asia. Namun, ia menegaskan bahwa pendekatan tersebut tetap harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan tidak dinormalisasi sebagai praktik rutin.

“Gajah diangkut dengan truk dari tempat tambat untuk menghindari kelelahan dan memastikan keamanan satwa sebelum bekerja di titik-titik banjir,” ujarnya.

Penentuan lokasi kerja dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Bupati Pidie Jaya dan unsur kepolisian setempat. Gajah membantu mengangkat material berat, membersihkan jalur yang terhambat, serta membuka akses di area yang tidak dapat dijangkau mesin berat.

Read also:  Penutupan TPA Cipeucang Picu Krisis Sampah, WALHI: Cermin Kegagalan Tata Kelola

Ujang menambahkan, pengiriman gajah ini bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga habitat alami satwa tersebut.

“Ini bukti bahwa gajah bukan musuh manusia. Jangan rusak habitatnya, jangan ganggu rumah mereka. Dalam situasi darurat, ketika semua lumpuh, gajah justru membantu manusia,” katanya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Berkas Lengkap, Gakkum Kehutanan Segera Bawa 4 Tersangka Perambahan Tahura Jadi Sawit di Jambi ke Persidangan

Ecobiz.asia — Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera menuntaskan penanganan kasus perambahan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam (OKH) di Kabupaten...

Bakal Rugikan Petani, POPSI Tolak Wacana Kenaikan Pungutan Ekspor Sawit untuk Program B50

Ecobiz.asia — Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) menolak wacana kenaikan pungutan ekspor (PE) kelapa sawit pada 2026 yang dikaitkan dengan rencana peningkatan mandatori...

Menteri LH Gandeng Muslimat NU, Perkuat Gerakkan Pengendalian Sampah dan Krisis Lingkungan

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menggandeng Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat gerakan nasional...

BPDLH Selesaikan Tiga Proyek Pembiayaan Lingkungan untuk Dukung Ekonomi Sirkular dan Ketahanan Iklim

Ecobiz.asia — Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menutup tiga proyek pendanaan yang bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dan UMKM dalam pengelolaan lingkungan hidup serta...

Mengenal EEHV: Virus Mematikan yang Mengancam Gajah Sumatera

Ecobiz.asia — Dalam beberapa tahun terakhir, para konservasionis gajah di Indonesia menghadapi ancaman baru selain kehilangan habitat dan konflik manusia–satwa: sebuah virus yang dapat...

TOP STORIES

Gandeng Kelompok Tani, Pertamina Hulu Mahakam Rehabilitasi 345 Hektare DAS

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Wilayah Kalimantan Sulawesi merehabilitasi Daerah Aliran...

Indonesia Opens Access to Performance-Based REDD+ Carbon Financing Through ART-TREES

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry (Kemenhut) has opened opportunities for subnational governments to access performance-based REDD+ carbon financing through the ART-TREES mechanism, as...

Berkas Lengkap, Gakkum Kehutanan Segera Bawa 4 Tersangka Perambahan Tahura Jadi Sawit di Jambi ke Persidangan

Ecobiz.asia — Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera menuntaskan penanganan kasus perambahan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam (OKH) di Kabupaten...

Bakal Rugikan Petani, POPSI Tolak Wacana Kenaikan Pungutan Ekspor Sawit untuk Program B50

Ecobiz.asia — Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) menolak wacana kenaikan pungutan ekspor (PE) kelapa sawit pada 2026 yang dikaitkan dengan rencana peningkatan mandatori...

PetroChina Sukses Rehabilitasi 34 Hektare DAS di Jambi, Tingkat Keberhasilan Vegetasi Capai 95 Persen

Ecobiz.asia — SKK Migas–PetroChina International Jabung Ltd. menyelesaikan rehabilitasi lahan seluas 34 hektare di Kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur,...