Elnusa Realisasikan 35% CAPEX Rp602 Miliar hingga Semester I 2026

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi dan migas yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, telah merealisasikan sekitar 35% dari anggaran belanja modal (capital expenditure/CAPEX) sebesar Rp602 miliar hingga Juni 2026.

Direktur Keuangan Elnusa Nelwin Aldriansyah mengatakan, anggaran CAPEX tahun ini diarahkan untuk pengadaan peralatan strategis dan pengembangan infrastruktur guna memperkuat kapasitas operasional, mendukung ekspansi bisnis, serta meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan.

“Pada tahun 2026 ini, alokasi belanja modal kami rencanakan sebesar sekitar Rp602 miliar dan sampai dengan Juni 2026, realisasinya sudah mencapai sekitar 35% dari target tahunan,” ujar Nelwin dalam Public Expose Live Elnusa 2026, Senin (7/9).

Pada segmen Jasa Hulu Migas Terintegrasi, investasi Elnusa antara lain dialokasikan untuk pengadaan sistem STPS Navigation, teknologi Passive Seismic Geobits C100, Coiled Tubing Units, serta Cementing Units.

Read also:  Pertamina Siapkan 8 Inisiatif Bisnis Energi Rendah Karbon, Dari Hidrogen hingga Biofuel

Sementara itu, pada segmen Distribusi dan Logistik Energi, perseroan mengalokasikan CAPEX untuk pengadaan truk tangki bahan bakar serta pengembangan fasilitas terminal LPG Kolaka.

Adapun investasi pada segmen Jasa Penunjang Migas dan Non-Proyek mencakup peningkatan fasilitas penyimpanan data, perbaikan infrastruktur gudang, renovasi sejumlah aset pendukung termasuk fasilitas PUDC dan Dell Optiplek, renovasi Gedung Graha Elnusa, serta pembangunan gudang di Batam.

Nelwin mengatakan Elnusa tetap menerapkan pengelolaan CAPEX secara prudent untuk memastikan setiap investasi memberikan tingkat pengembalian yang optimal sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Read also:  PAG Kembangkan Bisnis Gassing Up-Cooling Down di Terminal LNG Arun

Dari sisi kinerja, Elnusa membukukan pendapatan usaha sebesar Rp7,58 triliun pada semester I 2026, meningkat 8,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

EBITDA perseroan tumbuh 16,2% secara tahunan menjadi Rp862 miliar, sedangkan laba bersih meningkat 29,2% menjadi Rp435 miliar. Pertumbuhan laba tersebut mendorong margin laba bersih Elnusa menjadi 5,73%.

Perseroan juga mencatat arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp761 miliar, naik 16% secara tahunan, dengan posisi kas mencapai Rp2,88 triliun per akhir Juni 2026. Elnusa juga mempertahankan peringkat korporasi idAA+ dari PEFINDO.

Hingga akhir semester I 2026, Elnusa memiliki kontrak carry forward senilai Rp18,8 triliun. Nilai tersebut terdiri atas Rp9,5 triliun dari segmen Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Rp2,3 triliun dari Jasa Penunjang Migas, dan Rp7 triliun dari segmen Distribusi dan Logistik Energi.

Read also:  Agrinas Palma dan IPB Bidik 1 Juta Hektare untuk Bioetanol E20, Targetkan 5 Juta Kiloliter/Tahun

Di luar bisnis inti, Elnusa juga terus memperluas pasar melalui pengembangan teknologi dan diversifikasi pelanggan. Sekitar 22% pendapatan semester I 2026 berasal dari pelanggan pihak ketiga di luar ekosistem Pertamina Group.

Pengembangan kapabilitas teknologi tersebut antara lain dilakukan melalui teknologi akuisisi seismik Stryde, Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), layanan geospasial Pertapixel, serta Road Traffic Control (RTC).

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Elnusa untuk mengubah kapabilitas teknologi dan pengalaman operasional menjadi sumber peluang bisnis baru sekaligus pendorong pertumbuhan perusahaan ke depan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

APP Group Gabung Inisiatif RE100, Bidik 100% Listrik Terbarukan

Ecobiz.asia — APP Group menjadi perusahaan Indonesia pertama yang bergabung dengan RE100, inisiatif global yang mendorong perusahaan menggunakan 100% listrik terbarukan dalam kegiatan operasionalnya...

PHR Raih Upstream Energy Transformation Award, Perkuat Operasi Migas dengan Digital Twin dan AI

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meraih Upstream Energy Transformation Award dalam Dataiku Summit 2026 atas penerapan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI)...

Salurkan Dana Bergulir Skala Mikro Berkelanjutan, BPDLH Gandeng JB Cocoa dan Rainforest Alliance

Ecobiz.asia — Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) memperluas pembiayaan skala mikro bagi usaha masyarakat sekitar hutan dengan menggandeng PT Jebe Trading Indonesia (JB...

Jadi Offtaker dan Transporter, PGN Siapkan Infrastruktur Gas Biomethane dari Limbah Sawit

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyiapkan infrastruktur gas untuk menyalurkan biomethane yang diproduksi dari limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan...

Manfaatkan Energi Air Dunia, Low Carbon Aluminium INALUM Bidik Pasar Global

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperkuat pemasaran aluminium rendah karbon dengan meluncurkan Sertifikasi Low Carbon Aluminium (Green Aluminium) kepada pelanggan...

TOP STORIES

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Parlemen Godok RUU Perubahan Iklim Berkeadilan, Jaga Kepastian Aturan Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Parlemen mulai menyiapkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Iklim Berkeadilan untuk memberikan kepastian dan menjaga konsistensi regulasi bagi proyek-proyek karbon yang...

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Tiga Start Up Iklim Dapat Suntikan Rp15 Miliar, Siap Uji Coba dan Komersialisasi di Indonesia

Ecobiz.asia – Tiga perusahaan start up teknologi iklim mendapat suntikan dana Rp15 miliar untuk menguji solusi mereka di Indonesia, menandai meningkatnya aliran modal ke...