Kurangi Risiko Bencana, PLN Nusantara Power Rehabilitasi Lahan Kritis di Megamendung

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PLN Nusantara Power (PLN NP) memperluas program rehabilitasi lahan kritis melalui penanaman 3.000 pohon di kawasan Hutan Organik Megamendung, Bogor, bekerja sama dengan Yayasan Hutan Organik.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program reforestasi jangka panjang yang menargetkan penanaman 3.000 bibit setiap tahun sebagai upaya pemulihan ekosistem dan penguatan tutupan hijau.

Sejak program dimulai pada 2020, PLN NP telah menanam 12.000 pohon di area seluas 5 hektare dan mencatat serapan emisi mencapai 760,38 ton CO₂. Program ini digagas untuk memulihkan lahan terdegradasi di Jawa Barat dan menekan risiko bencana hidrometeorologi akibat deforestasi.

Read also:  SPKLU PLN Melonjak 44 Persen Sepanjang 2025, Layanan Home Charging Naik Dua Kali Lipat

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan rehabilitasi lahan di Megamendung menjadi agenda rutin perusahaan. Ia menekankan pentingnya wilayah hijau sebagai penopang ekosistem dan pengendali bencana.

“Kami melakukan restorasi dengan menanam vetiver sebagai pagar hidup pencegah erosi, serta pohon Afrika yang menguatkan struktur tanah dan menahan longsor,” ujar Ruly, Jumat (5/12/2025).

Read also:  Kembangkan Fasilitas Baru, Polytama Rancang Kenaikan Produksi Polypropylene Dua Kali Lipat

Program reforestasi ini menerapkan pendekatan agroforestri untuk menggabungkan pertanian berkelanjutan dengan konservasi keanekaragaman hayati.

Beragam jenis pohon lokal ditanam untuk meningkatkan kualitas tanah dan stabilitas lereng, sekaligus mengembalikan fungsi ekologis kawasan.

Inisiatif ini turut melibatkan institusi pendidikan dan masyarakat sekitar dalam proses pelatihan dan penanaman.

Keterlibatan tersebut, menurut PLN NP, penting untuk memastikan keberlanjutan proyek serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan hutan.

Read also:  Biorefinery Cilacap Optimalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

“Selain memperkuat vegetasi dan keanekaragaman hayati, program ini memberi dampak sosial melalui pelatihan praktik kehutanan berkelanjutan bagi masyarakat lokal,” kata Ruly.

PLN NP akan melakukan pemantauan berkala melalui penilaian vegetasi untuk mengukur perkembangan tutupan hijau, efektivitas restorasi, dan peningkatan keanekaragaman hayati dalam beberapa tahun ke depan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Bangun Ekosistem SAF Tersertifikasi Global, Pertamina Siap Tembus Pasar Internasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) mempercepat langkah masuk ke pasar internasional melalui pembangunan ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang terverifikasi secara global. Inisiatif ini diarahkan...

Samindo Resources Targetkan Pemindahan 34,5 Juta BCM Batuan Penutup pada 2026

Ecobiz.asia — PT Samindo Resources Tbk menetapkan target pemindahan batuan penutup (overburden removal) sebesar 34,5 juta bank cubic meter (BCM) sepanjang 2026, seiring upaya...

Ceria Corp Dukung Percepatan Koperasi Merah Putih di Lingkar Tambang Kolaka

Ecobiz.asia — Ceria Corp menyatakan dukungan terhadap percepatan pengembangan Koperasi Merah Putih di wilayah lingkar tambang perusahaan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara....

Perdana untuk Karbon Biru, Gold Standard Terbitkan Design Certification untuk Proyek Yagasu

Ecobiz.asia — Gold Standard untuk pertama kalinya menerbitkan Design Certification bagi proyek karbon biru (blue carbon), menyusul lolosnya Global Mangrove Trust Blue Carbon Restoration...

Diminati Filipina, Teknologi Panas Bumi Flow2Max PGE Menuju Pasar Global

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mulai menjajaki pasar internasional dengan menargetkan pemasangan perdana teknologi Flow2Max di lapangan panas bumi milik Energy...

TOP STORIES

Gakkum Kehutanan Ungkap Perdagangan Sisik Trenggiling di Sintang, Barang Bukti 1,38 Kg Diamankan

Ecobiz.asia – Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan berhasil mengungkap kasus perdagangan ilegal bagian satwa dilindungi berupa sisik Trenggiling di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Dalam operasi...

Jangan Terus Bebani TPA, Menteri LH: Pengelolaan Sampah Kota Harus Dimulai Dari Rumah

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak boleh lagi bertumpu pada Tempat Pemrosesan Akhir...

Terdaftar di IDX Carbon, NBE Tawarkan Kredit Karbon dari Proyek Biogas Limbah Sawit

Ecobiz.asia — PT Nagata Bio Energi (NBE), anak usaha PT ABM Investama Tbk, resmi bergabung dengan IDX Carbon, menawarkan kredit karbon yang dihasilkan dari...

Pertamina Targets Europe, Asia-Pacific with Globally Certified Sustainable Aviation Fuel

Ecobiz.asia — PT Pertamina is accelerating its entry into the international market by developing a globally certified sustainable aviation fuel (SAF) ecosystem, positioning Indonesia...

Bangun Ekosistem SAF Tersertifikasi Global, Pertamina Siap Tembus Pasar Internasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) mempercepat langkah masuk ke pasar internasional melalui pembangunan ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang terverifikasi secara global. Inisiatif ini diarahkan...