Biorefinery Cilacap Optimalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pertamina mempercepat pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan melalui Proyek Bioavtur/Biorefinery Cilacap yang mengolah minyak jelantah (used cooking oil/UCO) menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF), sebagai bagian dari strategi transisi dan swasembada energi nasional.

Proyek ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan Phase 1 Revamp TDHT Cilacap, yang telah memproduksi SAF berbasis UCO melalui skema co-processing.

Melalui pengembangan Biorefinery Cilacap Phase 2, kapasitas produksi SAF akan meningkat signifikan dari sekitar 27 kiloliter per hari menjadi 887 kiloliter per hari pada 2029.

Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina Emma Sri Martini menyatakan proyek Biorefinery Cilacap memiliki nilai strategis dari sisi ketahanan energi, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.

Read also:  Pertamina Siap Jalankan Mandatori B50, Masa Transisi Berlangsung hingga September

“Biorefinery Cilacap merupakan program strategis Presiden Prabowo dan Danantara yang sejalan dengan Asta Cita, khususnya swasembada energi, hilirisasi dan industrialisasi, serta pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” ujar Emma, Selasa (10/2/2026).

Groundbreaking Proyek Biorefinery Cilacap dilakukan bersama sejumlah proyek hilirisasi energi lainnya oleh Danantara pada Jumat (7/2/2026). Biorefinery Cilacap tercatat sebagai salah satu dari lima Proyek Hilirisasi Danantara di sektor energi, serta selaras dengan strategi Dual Growth Pertamina yang menyeimbangkan penguatan bisnis eksisting dan pengembangan bisnis rendah karbon.

Read also:  PLN EPI dan eFUELS SEA Jajaki Ekspor Hidrogen Hijau Indonesia ke Singapura

Menurut Emma, pengembangan bioavtur di Cilacap akan memperkuat posisi tawar Indonesia dalam menciptakan swasembada energi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

Untuk memastikan keberlanjutan rantai pasok SAF, Pertamina membangun sinergi dari hulu ke hilir, melibatkan regulator, penyedia bahan baku, produsen, hingga offtaker sebagai pengguna akhir. Pendekatan ini ditujukan untuk membentuk ekosistem SAF nasional yang terintegrasi dan berdaya saing global.

Dari sisi dampak, proyek ini diproyeksikan memberikan kontribusi ekonomi hingga Rp199 triliun per tahun, menurunkan emisi karbon sekitar 600 ribu ton CO₂ per tahun, serta menyerap sekitar 5.900 tenaga kerja. Proyek ini juga ditargetkan memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 30 persen.

Read also:  ANTAM dan Bank Muamalat Perkuat Ekosistem Emas Nasional Lewat Kemitraan Distribusi dan Pembiayaan Syariah

Sebagai bagian dari penguatan pasokan bahan baku, Pertamina mengembangkan program pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat melalui Bank Sampah Beo Asri, termasuk di Kelurahan Tegalreja, Kabupaten Cilacap, yang melibatkan lebih dari 2.900 kepala keluarga.

“Proyek ini menjadi contoh hilirisasi yang memberi banyak manfaat, mulai dari pengurangan impor dan defisit transaksi berjalan, penciptaan lapangan kerja, hingga penyediaan energi hijau yang menekan emisi karbon,” kata Emma. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Perkuat Budaya HSSE untuk Jaga Keandalan Operasi dan Ketahanan Energi

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) memperkuat implementasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai fondasi menjaga keandalan operasional di tengah pertumbuhan bisnis dan meningkatnya...

Serahkan CLoA PSEL Tahap II, Danantara Alihkan Proyek Medan Raya ke Mitra Cadangan

Ecobiz.asia – PT Danantara Investment Management (DIM) mengganti mitra terpilih untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Medan Raya setelah konsorsium yang sebelumnya...

Pertamina Drilling dan ANP Timor Leste Perkuat Kerja Sama Pengembangan SDM Migas

Ecobiz.asia – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menjalin kerja sama dengan Autoridade Nacional do Petróleo (ANP) Timor Leste untuk meningkatkan kapasitas sumber...

Pertamina Bidik Tandan Kosong Sawit Jadi Bioetanol Pengganti BBM Impor

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) memperkuat strategi pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM) dengan mengoptimalkan pemanfaatan minyak sawit beserta limbahnya sebagai sumber bioenergi untuk...

PLN EPI dan eFUELS SEA Jajaki Ekspor Hidrogen Hijau Indonesia ke Singapura

Ecobiz.asia – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan perusahaan asal Singapura, eFUELS SEA Pte. Ltd., menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjajaki pengembangan...

TOP STORIES

Pertamina Perkuat Budaya HSSE untuk Jaga Keandalan Operasi dan Ketahanan Energi

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) memperkuat implementasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai fondasi menjaga keandalan operasional di tengah pertumbuhan bisnis dan meningkatnya...

Indonesia Links Transport Decarbonization to Energy Security, Rolls Out Zero ODOL Roadmap

Ecobiz.asia - Indonesia is positioning transport decarbonization as a key pillar of its energy security strategy while rolling out a nine-point roadmap to eliminate...

PLN Expands EV Charging Network as Home Chargers Surpass 92,000

Ecobiz.asia – Indonesia's state-owned electricity company PT PLN (Persero) has significantly expanded the country's electric vehicle (EV) charging infrastructure, with the number of home...

Danantara Issues Conditional Letters of Award to Eight Partners for Indonesia’s Second-Phase WTE Projects

Ecobiz.asia - PT Danantara Investment Management (DIM) has officially issued Conditional Letters of Award (CLoA) to eight selected consortiums for the second phase of...

Indonesia Looks to Universities to Unlock White Hydrogen Potential

Ecobiz.asia – Indonesia's Deputy Minister of Higher Education, Science and Technology, Stella Christie, has called on universities to take a leading role in developing...