Komisi Uni Eropa Usulkan Penundaan EUDR: Banyak yang Belum Siap 

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Komisi Uni Eropa (UE) mengusulkan untuk menambah 12 bulan waktu tambahan sebagai persiapan bagi Negara Anggota, Negara Non UE, dan stakholder lainnya menghadapi  Regulasi Deforestasi UE (EUDR). Jika usulan ini disetujui Parlemen, maka   EUDR akan berlaku mulai awal tahun 2026 dari jadwal semula pada awal tahun 2025.

“Mengingat tanggapan yang diterima dari mitra internasional tentang status persiapan mereka, Komisi UE mengusulkan untuk memberi pihak terkait waktu tambahan untuk mempersiapkan diri,” demikian dikutip dari siaran pers resmi Komisi UE, Selasa, 2 Oktober 2024.

Read also:  Pertemuan APEC-EGILAT, Indonesia Tegaskan Penguatan SVLK dan Penegakan Hukum untuk Berantas Pembalakan Liar

Dalam siaran pers itu dijelaskan bahwa Komisi UE   telah menerbitkan dokumen panduan tambahan dan kerangka kerja sama internasional yang lebih kuat untuk mendukung para pemangku kepentingan global, Negara Anggota, dan negara ketiga dalam persiapan mereka untuk penerapan EUDR.

Baca juga: Apa yang Harus Dipenuhi Negara Produsen Menghadapi EUDR

“Karena semua perangkat implementasi secara teknis sudah siap, 12 bulan tambahan dapat berfungsi sebagai periode bertahap untuk memastikan implementasi yang tepat dan efektif,” demikian siaran pers tersebut.

Read also:  Bappenas–CSES Perkuat Kerja Sama Industri Sawit Rendah Emisi dan Berkelanjutan

Dokumen panduan yang diterbitkan akan memberikan kejelasan tambahan kepada perusahaan dan otoritas penegak hukum untuk memfasilitasi penerapan aturan, yang merupakan tambahan dari dukungan berkelanjutan Komisi UE bagi para pemangku kepentingan sejak EUDR disahkan. 

Dalam siaran pers itu juga disebutkan bahwa , beberapa mitra global telah berulang kali menyatakan kekhawatiran tentang status kesiapan mereka, jelang penerapan EUDR. Kekhawatiran itu juga disampaikan di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

Baca juga: Menjelang Implementasi EUDR: Dilema Global antara Keberlanjutan dan Perdagangan

Read also:  TFCCA Salurkan Hibah 35 Juta Dolar AS, Dorong Konservasi Terumbu Karang Berbasis Masyarakat

 

Di sisi lain, persiapan di antara para pemangku kepentingan di Eropa juga tidak merata. Meski ada yang sudaj siap, banyak juga yang menyatakan khawatir dengan implementasi EUDR.

Komisi UE menganggap bahwa waktu tambahan 12 bulan untuk menerapkan EUDR merupakan solusi yang seimbang untuk mendukung kesiapan semua stakeholder di seluruh dunia.

Komisi UE menyebut, langkah ini bertujuan untuk memberikan kepastian tentang implementasi EUDR dan untuk memastikan keberhasilannya, yang sangat penting sebagai kontribusi UE terhadap isu global yang mendesak yaitu deforestasi. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Rehabilitasi Mangrove Jadi Investasi Jangka Panjang

Ecobiz.asia — Rehabilitasi mangrove menjadi investasi jangka panjang untuk perlindungan wilayah pesisir sekaligus penguatan ekonomi masyarakat. Demikian ditegaskan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya...

ASEAN–UK-Backed Canopy Eyes 1 Mill. Carbon Credits from Southeast Asia Restoration

Ecobiz.asia – WWF-Singapore has launched Canopy, a regional nature finance facility supported by the ASEAN–UK Green Transition Fund (GTF), to accelerate investment in high-quality...

Pertemuan APEC-EGILAT, Indonesia Tegaskan Penguatan SVLK dan Penegakan Hukum untuk Berantas Pembalakan Liar

Ecobiz.asia — Indonesia menegaskan komitmen memperkuat tata kelola perdagangan produk kehutanan legal melalui optimalisasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dan penguatan penegakan hukum pada...

SMI, GGGI Indonesia Sign MoU to Boost Sustainable Infrastructure and Green Financing

Ecobiz.asia - Indonesia’s state owned infrastructure financing and advisory firm PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) has signed a memorandum of understanding with Global Green...

MoF Strengthens Science Based Forestry Cooperation With CIRAD to Support Climate Change Action

Ecobiz.asia - Indonesia’s Ministry of Forestry (MoF) is strengthening science based forestry cooperation with France’s CIRAD to support climate change mitigation and sustainable forest...

TOP STORIES

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Rehabilitasi Mangrove Jadi Investasi Jangka Panjang

Ecobiz.asia — Rehabilitasi mangrove menjadi investasi jangka panjang untuk perlindungan wilayah pesisir sekaligus penguatan ekonomi masyarakat. Demikian ditegaskan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya...

Danantara Groundbreaking Proyek Baru Biorefinery dan Bioethanol Pertamina

Ecobiz.asia — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia melakukan peletakan batu pertama dua proyek energi hijau PT Pertamina (Persero), yakni proyek Biorefinery Cilacap di...

Gerakan Indonesia ASRI, Menteri LH Tekankan Penanganan Sampah Laut Terpadu

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq memimpin aksi bersih sampah laut di sejumlah pantai di Kabupaten Badung,...

Indonesia Timur Jadi Kunci, Pemerintah Perkuat Tata Kelola Karbon Biru

Ecobiz.asia - Penguatan kelembagaan, validasi dan verifikasi karbon, serta keterlibatan masyarakat pesisir menjadi kunci agar karbon biru dapat dikembangkan sebagai instrumen pengendalian emisi sekaligus...

PTBA Perkuat Ekosistem Hilirisasi Bauksit Lewat Pasokan Energi Berkelanjutan

Ecobiz.asia — PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, memperkuat ekosistem hilirisasi mineral nasional melalui penyediaan pasokan energi yang...