Ecobiz.asia — Dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang keselamatan dan penyelamatan pada kondisi banjir serta arus deras, Jelajah Outdoor bekerja sama dengan Indonesia Riverboarding Association (IRA) akan menyelenggarakan Pelatihan Swiftwater & Flood Rescue Technician (SRT) pada 15–17 Februari 2026 di Sungai Cisadane, Bogor.
Pelatihan ini merupakan bagian dari inisiatif kemanusiaan lintas negara yang melibatkan kolaborasi Indonesia dan Malaysia. Kegiatan pelatihan dilaksanakan oleh Nomad Adventure Malaysia dengan standar dan sertifikasi internasional dari Rescue 3 International, lembaga yang telah diakui secara global dalam bidang pelatihan dan sertifikasi penyelamatan di perairan berarus deras (swiftwater rescue).
Kegiatan ini ditujukan bagi relawan SAR, praktisi penyelamatan, serta personel penanggulangan bencana yang berpotensi terlibat langsung dalam operasi penyelamatan pada kondisi banjir dan sungai berarus deras—kondisi yang dalam beberapa tahun terakhir semakin sering terjadi akibat meningkatnya bencana hidrometeorologi di Indonesia.
Pelatihan Swiftwater & Flood Rescue Technician dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis dasar hingga lanjutan yang dibutuhkan dalam operasi penyelamatan di perairan berarus deras.
Kurikulum pelatihan mengacu pada standar Rescue 3 International, dengan fokus pada keselamatan personel, efektivitas operasi, serta pengambilan keputusan berbasis manajemen risiko.
Presiden Indonesia Riverboarding Association (IRA), Toni Ruhimat menegaskan bahwa penguasaan kompetensi berstandar global merupakan kebutuhan mendesak bagi tim penyelamat Indonesia, tidak hanya untuk keselamatan operasional, tetapi juga untuk membangun kepercayaan diri dan pengakuan di tingkat regional.
“Kompetensi berstandar global sangat dibutuhkan untuk membangun kepercayaan diri sekaligus memberikan validasi terhadap kemampuan tim penyelamat Indonesia, khususnya dalam konteks kerja sama dan respons bencana di tingkatregional. Dengan pelatihan yang mengacu pada standar internasional, para responder di lapangan memiliki kerangka kerja yang sama, bahasa teknis yang seragam, dan kepercayaan untuk beroperasi secara aman, efektif, serta profesional,” kata Toni dalam keterangannya Senin (27/1)
Menurut Toni, pelatihan ini membekali peserta dengan keterampilan inti penyelamatan di perairan berarus deras, mulai dari self-rescue dan teknik berenang di arus kuat, hingga berbagai metode penyelamatan korban dari tepi sungai, menggunakan perahu, maupun langsung di dalam air.
Peserta juga akan diperkenalkan pada dasar pengendalian perahu serta prinsip penyelamatan berbasis sistem tali, termasuk penerapan mechanical advantage dan sistem anchor atau penjangkaran, guna memastikan operasi penyelamatan berjalan aman, efektif, dan terkoordinasi.
Sementara itu, Direktur Jelajah Outdoor sekaligus inisiator pelatihan, Sandi Taruni, menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi teknis dalam operasi penyelamatan di air. “Pelatihan Swiftwater and Flood Rescue ini kami inisiasi sebagai upaya meningkatkan standar keselamatan dan profesionalisme para pelaku serta relawan penanggulangan bencana di Indonesia,” kata Sandi.
Menurutnya, kondisi banjir dan arus deras memiliki risiko yang sangat tinggi, sehingga penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan keberanian, tetapi harus didukung kompetensi teknis yang terlatih dan teruji.
“Melalui program ini, peserta dibekali keterampilan penyelamatan di air berarus yang mengacu pada praktik dan standar yang diakui secara global, sehingga mereka mampu bekerja lebih efektif, aman, dan terkoordinasi saat diterjunkan di lapangan,” tandasnya. ***



