Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang tidak lagi terbatas pada hasil hutan kayu, tetapi juga mencakup jasa lingkungan.

Direktur Iuran dan Penatausahaan Hasil Hutan (IPHH) (Kemenhut) Krisdianto mengatakan kebutuhan tenaga teknis di bidang karbon akan semakin penting ketika perdagangan karbon berkembang di Indonesia.

“Sebentar lagi kita akan masuk era perdagangan karbon. Tenaga teknis untuk karbon ini akan menjadi hal yang sangat penting,” kata Krisdianto saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Pertama Asosiasi Tenaga Teknis Pengelolaan Hutan (ASGANISPH) Nasional di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).

Munas yang berlangsung pada 13–14 Oktober 2026 tersebut menjadi momentum pembentukan organisasi profesi GANISPH di tingkat nasional untuk memperkuat kelembagaan, profesionalisme, dan sinergi tenaga teknis pengelolaan hutan.

Read also:  NCI dan Infini Asia Luncurkan FIST 1.0 untuk Perkuat Pengelolaan Data Proyek Nature-based Solutions

Berdasarkan data Sistem Informasi Tenaga Teknis Pengelolaan Hutan (SIGANISHUT), saat ini terdapat 14.466 GANISPH di Indonesia. Namun, sebagian besar tenaga teknis tersebut masih bergerak di bidang hasil hutan kayu, sedangkan jumlah tenaga teknis untuk hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan jasa lingkungan masih terbatas.

Kesenjangan tersebut menjadi tantangan ketika pemanfaatan hutan semakin berkembang, termasuk untuk mendukung perdagangan karbon. Ketersediaan tenaga teknis yang kompeten diperlukan untuk mendukung pengelolaan hutan sesuai standar dan memastikan pemanfaatan sumber daya hutan berjalan secara profesional.

Krisdianto mengatakan Kemenhut juga menargetkan penambahan GANISPH Pengujian Kelompok HHBK pada tahun depan. Langkah tersebut diperlukan untuk meningkatkan optimalisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor perhutanan sosial.

Read also:  Pasar Karbon dan Pelestarian Hutan Jadi Agenda Indonesia di COP31, Hashim: Dukungan Investor Luar Biasa

Menurut dia, hasil observasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan keterbatasan GANISPH Pengujian Kelompok HHBK menjadi salah satu persoalan yang menyebabkan PNBP dari perhutanan sosial belum optimal. Untuk mengatasinya, Direktorat IPHH akan bekerja sama dengan unit yang menangani perhutanan sosial, termasuk dalam pembentukan tenaga teknis tersebut.

“Jangan lupa bahwa PNBP ini 80 persen kembali ke daerah. Jadi kita membangun negara ini dan juga membangun daerah,” kata Krisdianto.

Kemenhut juga mendorong penguatan sertifikasi GANISPH melalui penyempurnaan regulasi, standar kompetensi, dan kelembagaan. Sertifikasi dilakukan melalui uji kompetensi oleh lembaga sertifikasi profesi (LSP) yang terakreditasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga kompetensi tenaga teknis diakui secara nasional.

Read also:  COP31 Jadi Momentum Indonesia Perkuat Peran dalam Diplomasi Iklim dan Biodiversitas

Krisdianto menekankan bahwa GANISPH harus menjaga independensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya. Selain mendukung penerimaan negara dari pemanfaatan hasil hutan, tenaga teknis juga berperan dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan hutan.

“Inilah yang menjadi tujuan utama asosiasi, yaitu mengawal profesionalisme dan independensi GANISPH,” ujarnya.

Munas pertama ASGANISPH Nasional dihadiri 77 perwakilan GANISPH dari berbagai daerah secara luring, serta peserta daring dan peninjau dari asosiasi usaha kehutanan, perusahaan, lembaga sertifikasi profesi, dan instansi terkait.

Krisdianto berharap ASGANISPH Nasional menjadi saluran aspirasi tenaga teknis kepada pemerintah, termasuk untuk menyampaikan kendala lapangan dan kebutuhan inovasi teknologi. Masukan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan kebijakan pengelolaan hutan, sekaligus memperkuat profesionalisme tenaga teknis dalam mendukung pengelolaan hutan lestari. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Perkuat Tata Kelola Bursa Karbon, OJK Kedepankan Integritas Pasar dan Perlindungan Konsumen

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat regulasi perdagangan karbon melalui Bursa Karbon Indonesia dengan menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 10 Tahun 2026 dan...

KLH Dorong Pemda Siapkan Proyek Karbon, Bisa Jadi Sumber Pendapatan Daerah

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mendorong pemerintah daerah mulai mengidentifikasi dan menyiapkan proyek-proyek karbon agar dapat memanfaatkan peluang perdagangan...

Negara-Negara Asia-Pasifik Perkuat Kolaborasi untuk Tata Kelola Hutan dan Implementasi REDD+

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bekerja sama dengan Sekretariat Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) menggelar pertemuan regional untuk memperkuat implementasi pengurangan...

Pasar Karbon dan Pelestarian Hutan Jadi Agenda Indonesia di COP31, Hashim: Dukungan Investor Luar Biasa

Ecobiz.asia — Indonesia akan membawa penguatan pasar karbon yang transparan dan berintegritas serta operasionalisasi Pasal 6 Paris Agreement sebagai agenda dalam Konferensi Perubahan Iklim...

Karbon Biru Indonesia Berpeluang Masuk Pasar CORSIA, Integritas Kredit Jadi Kunci

Ecobiz.asia – Permintaan unit emisi untuk memenuhi kewajiban penerbangan internasional melalui skema CORSIA diperkirakan mencapai 200 juta–220 juta ton CO₂ secara global pada fase...

TOP STORIES

Ambisi 100 GWp Terancam Jadi Narasi Panggung, COP31 Jadi Momentum Pembuktian Prabowo

Ecobiz.asia — Ambisi pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) hingga 2029 berisiko berhenti sebagai komitmen di panggung internasional...

Indonesia Dorong Pendanaan Konkret untuk Transisi Energi Berkeadilan di COP31

Ecobiz.asia — Indonesia akan mendorong realisasi dukungan pendanaan, penguatan kapasitas, dan bantuan teknis bagi negara berkembang dalam pelaksanaan transisi energi berkeadilan pada Konferensi Perubahan...

Pertamina Explores Sustainable Aviation Fuel From Urban Waste, Partners With PAL Jaya

Ecobiz.asia – Indonesia’s state-owned energy company PT Pertamina (Persero) is exploring the use of urban fat, oil and grease (FOG) waste as an alternative...

ICAO Joins Alliance to Boost Carbon Credit Supply for Aviation

Ecobiz.asia – The International Civil Aviation Organization (ICAO) has joined an alliance of more than 80 stakeholders working to accelerate the supply of eligible...

MADANI Desak Penguatan Hukum IBSAP, Perkuat Perlindungan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Ecobiz.asia — Sebanyak 14,84 juta hektare areal bernilai keanekaragaman hayati tinggi (ABKT) di Indonesia berada di luar sistem perlindungan kawasan hutan formal, sementara 5,91...