Kemenhut Gelar Operasi Merah Putih, Misi Translokasi Badak Jawa ke JRSCA Dimulai

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan resmi memulai Operasi Merah Putih dengan misi Translokasi Badak Jawa, yang akan memindahkan individu Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dari habitat alaminya di Taman Nasional Ujung Kulon ke Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA).

Langkah ini menjadi strategi besar penyelamatan satwa endemik Indonesia yang kian terancam punah.

Kick Off Operasi Merah Putih dipimpin langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dengan dihadiri perwakilan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Yayasan Badak Indonesia (YABI), serta mitra konservasi nasional dan internasional.

Read also:  Indonesia Luncurkan SOIFO 2026 di Markas FAO Roma: 95,5 Juta Hektare Hutan Jadi Modal Ketahanan Pangan dan Iklim

“Ini adalah tanggung jawab moral, sosial, dan politik kita bersama untuk memastikan anak cucu kita masih memiliki Badak Jawa 50, 100, 200 tahun, bahkan selamanya,” ujar Raja Juli Antoni di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Ia menegaskan, nama Operasi Merah Putih bukan sekadar slogan, tetapi simbol operasionalisasi semangat kemerdekaan. “Merdeka itu adalah ketika satwa seperti badak tidak mengalami kepunahan, tidak mengalami gangguan, dan mereka merdeka di alam,” kata Menhut.

Kajian ilmiah memperingatkan bahwa tanpa intervensi serius, Badak Jawa berpotensi punah dalam waktu kurang dari 50 tahun akibat rendahnya keragaman genetik, perkawinan sedarah, dan keterbatasan habitat.

Read also:  Pemerintah Matangkan Pembentukan BP-GMN, Rancang Mandat hingga Perpres

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kemenhut Satyawan Pudyatmoko melaporkan sejumlah persiapan telah dilakukan, antara lain pembangunan JRSCA sebagai lokasi translokasi, pemilihan individu badak dengan haplotipe genetik berbeda, survei jalur pergerakan dan lokasi pit-trap untuk penangkapan aman, hingga simulasi lapangan serta penyusunan pedoman ethical assessment bersama pakar nasional dan internasional.

Dengan persiapan teknis dan dukungan lintas sektor ini, pemerintah menargetkan translokasi Badak Jawa dapat berjalan aman dan menjadi tonggak sejarah konservasi satwa langka Indonesia.

Read also:  Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

TNI akan terlibat dalam pengamanan, logistik, hingga transportasi laut menggunakan alutsista Korps Marinir.

“Pesan Bapak Panglima TNI, siap mendukung upaya-upaya pelestarian Badak Jawa ini,” kata Wakil Asisten Operasi Panglima TNI, Marsekal Pertama Muhammad Taufiq Arasj.

Dukungan juga datang dari Yayasan Badak Indonesia. “Langkah ini membuka harapan baru bagi masa depan spesies ini. Mari kita jadikan Operasi Merah Putih momentum memperkuat kolaborasi dan menjaga Badak Jawa sebagai aset bangsa,” ujar Ketua YABI, Jansen Manansang. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...

Kemenhut Tanggapi Kritik Greenpeace Soal Karhutla, Beberkan Operasi Pemadaman hingga Sanksi ke Perusahaan

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi kritik Greenpeace Indonesia dengan menegaskan bahwa anggapan pemerintah tidak bertindak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak...

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

Ecobiz.asia — Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 20 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data. Pemerintah menyiapkan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai...

Transmisi Jadi Tantangan, PLN Sebut Butuh Investasi Rp3.400 Triliun Untuk Transisi Energi

Ecobiz.asia — Pembangunan jaringan transmisi menjadi salah satu tantangan utama transisi energi Indonesia karena sumber energi dan pusat permintaan listrik tersebar di wilayah berbeda....

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...