Kemenhut dan ICVCM Sepakat Bangun Pasar Karbon Berintegritas Tinggi di Indonesia

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM) untuk memperkuat pengembangan pasar karbon sukarela berintegritas tinggi di Indonesia.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung dalam High-Level Breakfast Roundtable pada forum Sustainable Business COP30 (SBCOP) di São Paulo, Brasil, Sabtu (8/11/2025). Acara ini dihadiri oleh para pelaku perdagangan karbon internasional, lembaga keuangan global, dan delegasi pemerintah Indonesia yang membahas strategi Indonesia menuju pusat utama pasar karbon dunia.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, kemitraan ini menjadi langkah penting bagi Indonesia dalam membangun ekosistem pasar karbon yang kredibel, transparan, dan berbasis sains.

Read also:  Konsumsi Melonjak 479 Persen Selama Nataru, PLN: Ekosistem Mobil Listrik Terus Tumbuh

“Kolaborasi ini mencerminkan tekad Indonesia untuk memastikan pasar karbon nasional dibangun atas dasar kepercayaan, integritas, dan kedaulatan,” ujar Raja Antoni.

Ia menambahkan, hutan tropis Indonesia memiliki peran strategis sebagai pusat transisi menuju ekonomi karbon global yang berkeadilan dan berkelanjutan. “Dengan menyelaraskan diri pada standar integritas global, Indonesia tengah membangun fondasi bagi ekosistem pasar karbon yang memberikan manfaat nyata bagi komunitas lokal dan masyarakat adat,” katanya.

Melalui MoU ini, ICVCM akan memberikan dukungan teknis kepada Kementerian Kehutanan, termasuk dalam pengembangan sistem pengukuran, pelaporan, dan verifikasi (MRV), peningkatan kapasitas aparatur dan pelaku usaha, serta penguatan pemahaman publik tentang pasar karbon sukarela yang berintegritas tinggi.

Read also:  Perkuat Rantai Pasok Co-firing PLTU, PLN EPI Resmikan Fasilitas Hub Biomassa Tasikmalaya dan Ciamis

Kedua pihak juga sepakat memperkuat forum kolaboratif untuk mempercepat kesiapan Indonesia dalam membangun kerangka kerja pasar karbon yang kredibel dan relevan dengan konteks nasional.

CEO ICVCM Amy Merrill menilai Indonesia telah menunjukkan langkah positif menuju pembangunan pasar karbon yang kuat dan transparan. “Kami senang dapat mendukung Indonesia dalam menyelaraskan kredit karbon kehutanan dengan Core Carbon Principles berintegritas tinggi. Kolaborasi ini akan memastikan proyek-proyek karbon Indonesia memberikan dampak iklim yang nyata dan terverifikasi,” ujarnya.

Read also:  Masuki 2026, PGN LNG Perkuat Ketahanan Energi lewat Operasi FSRU Lampung

Direktur Urusan Publik ICVCM Lorna Ritchie menambahkan, kerja sama dengan Kementerian Kehutanan akan memperkuat keterhubungan pasar karbon global yang tetap relevan dengan kondisi lokal. “Penting bagi kita memastikan pasar karbon memiliki standar integritas internasional yang konsisten, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di tingkat tapak,” katanya.

Kesepakatan ini mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan pasar karbon global, dengan menempatkan integritas, transparansi, dan keberlanjutan sebagai pilar utama tata kelola iklim nasional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Geoflowtest PGE Sabet Tiga Penghargaan Internasional Inovasi Panas Bumi di IPITEx 2026

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) meraih tiga penghargaan internasional melalui inovasi panas bumi Geoflowtest dalam ajang International Intellectual Property,...

Taman Nasional Way Kambas Jadi Lokasi Proyek Karbon Offset Pertama di Kawasan Konservasi

Ecobiz.asia — Pemerintah mulai menyiapkan proyek percontohan karbon offset pertama di dalam sistem taman nasional Indonesia, dengan Taman Nasional Way Kambas di Provinsi Lampung...

Eastspring Indonesia Gandeng WWF Dukung Pemulihan Pascabencana Sumatra

Ecobiz.asia — PT Eastspring Investments Indonesia menggandeng World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia untuk mendukung pemulihan lingkungan dan komunitas terdampak bencana di Sumatra...

Indonesia Gabung Coalition to Grow Carbon Markets, Bawa Pengalaman Kelola Proyek Karbon Hutan

Ecobiz.asia — Indonesia resmi bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets, sebuah inisiatif internasional yang bertujuan memperkuat pasar karbon berintegritas tinggi dan memperluas...

Mahasiswa UGM Bikin Alat Penyerap Karbon dari Limbah Plastik, Berbiaya Rendah

Ecobiz.asia — Inovasi pemanfaatan limbah plastik untuk penangkapan emisi karbon mengantarkan tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih Gold Medal dalam ajang 6th Indonesia...

TOP STORIES

Gakkum Kehutanan–Satgas PKH Tertibkan Pertambangan Emas Tanpa Izin di Kawasan Hutan Solok Selatan

Ecobiz.asia — Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera bersama Satgas Halilintar Penertiban Kawasan Hutan (PKH) menggelar operasi penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI)...

Sriwijaya Capital Invests Up to US$20 Mil. in SESNA to Expand Solar Power Projects

Ecobiz.asia — Southeast Asia–focused private equity firm Sriwijaya Capital has invested up to US$ 20 million in PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA), marking...

PDC Perkuat Budaya HSSE, Tekankan Akuntabilitas Pimpinan dan Kepatuhan Pekerja

Ecobiz.asia - PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja dengan menempatkan akuntabilitas pimpinan dan kepatuhan pekerja sebagai pilar utama penerapan...

ASEAN Smart Energy & Energy Storage Expo 2026

Ecobiz.asia - Supported by the Ministry of Energy of Thailand, the Electricity Generating Authority of Thailand (EGAT), and the Thailand Convention and Exhibition Bureau...

Indonesia to Unveil Transport Decarbonisation Roadmap by May 2026

Ecobiz.asia — Indonesia is preparing a national roadmap to decarbonise its transport sector as part of efforts to cut carbon emissions and meet its...