Kembangkan PLTS, SUN Energy dan Bekasi Power Kerja Sama Dukung Eco Industrial Park

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pengembang proyek energi surya PT Surya Utama Nuansa (SUN Energy) dan PT Bekasi Power (BP), anak perusahaan PT Jababeka Tbk (KIJA) menjalin kerja sama untuk mengembangkan kawasan industri berkonsep Eco Industrial Park (EIP) yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kerja sama ini bersifat eksklusif dan mencakup pengembangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk kawasan industri yang pasokan listriknya berada dalam cakupan layanan PT Bekasi Power.

“Kolaborasi ini menegaskan komitmen kedua pihak dalam mendorong konsep Eco Industrial Park (EIP) yang menyeimbangkan pertumbuhan industri dengan keberlanjutan lingkungan,” ujar Direktur Utama PT Bekasi Power Jony Oktavian Haryanto dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Senin (12/5/2025).

Baca juga: Bangun Pembangkit Listrik Biogas dan Masuk Pasar Karbon, PalmCo Dapat Pujian Menteri LH

Melalui pengembangan PLTS, Jony menjelaskan kerja sama ini mendukung pengurangan emisi karbon di sektor industri, serta sejalan dengan target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2030 dan visi Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.

Read also:  PHE Raih Impact Masters Awards 2026, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Masyarakat

“Sebagai perusahaan utilitas yang bertanggung jawab atas pasokan energi di kawasan industri Jababeka, kami bertekad untuk mendukung terwujudnya klaster Jababeka Net Zero, bersama mitra kami. Selain itu langkah ini juga merupakan salah satu metode untuk mencapai target green energy pada tenant Jababeka,” ujar Jony.

Ia menjelaskan, salah satu cakupan dari kerja sama ini yaitu SUN Energy akan merancang, membangun, dan mengelola sistem PLTS bagi tenant-tenant yang terhubung dengan jaringan listrik PT Bekasi Power.

Baca juga: PLN Hadirkan Listrik Bersih SuperSUN di Pulau Satangnga, Warga Nikmati Terang Sepanjang Hari

Salah satu tenant industri di kawasan itu, yaitu PT Dharma Precision Parts telah mengadopsi PLTS Atap bersama grup SUN sebagai langkah menuju operasional yang ramah lingkungan.

Read also:  Siapkan Investasi Rp2,8 T, Danantara Mulai Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Galuga

Operational Director PT Bekasi Power Djefri Cantono menyampaikan inisiatif ini merupakan upaya penghematan dan kontribusi nyata untuk mendorong industri yang lebih ramah lingkungan.

Pihaknya memainkan peran penting dalam menyediakan energi yang andal dan berkelanjutan, serta mendukung target Indonesia dalam menurunkan emisi karbon sesuai komitmen dalam Paris Agreement dan NZE 2060.

“Kami membuka pintu bagi para tenant Jababeka yang ingin melakukan transformasi energi, seperti pembangunan PLTS Atap,” ujar Djefri.

Sementara itu, Direktur Utama SUN Energy Emmanuel Jefferson Kuesar menyebut kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk mendorong transformasi kawasan industri yang menjadi pusat pertumbuhan berkelanjutan.

Baca juga: Pertumbuhan Pembangunan PLTS Lamban, Pemerintah Perlu Benahi Regulasi

“SUN Energy melihat potensi besar di sektor industri untuk menjadi penggerak utama transisi energi nasional. Melalui kolaborasi ini, kami tidak hanya menghadirkan solusi energi surya, tetapi juga memperkuat ekosistem energi yang lebih bersih dan tangguh di masa depan,” ujar Emmanuel.

Read also:  Pertamina Drilling Kelola 58 Rig, Bidik National Champion Well Construction

Chief Sales Officer SUN Energy Oky Gunawan memastikan akan terus memperkuat posisi mereka sebagai pengembang energi surya nomor satu di Indonesia dengan menjalin kemitraan dan menyediakan solusi bagi sektor industri untuk memenuhi kebutuhan energi dengan cara lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Saat ini, semakin banyak pelanggan dan mitra bisnis yang menuntut praktik operasional yang rendah emisi, termasuk penggunaan energi terbarukan seperti PLTS. Dengan mengadopsi sistem energi surya, pelaku industri dapat menekan biaya operasional, serta meningkatkan daya saing dan reputasi perusahaan di pasar domestik maupun global,” ujar Oki.

Pihaknya akan terus memperluas kemitraan strategis dengan pelaku industri, komersial, dan pengelola kawasan industri di berbagai wilayah Indonesia.

“Dengan pendekatan yang fleksibel dan berorientasi pada kebutuhan masing-masing kawasan, SUN Energy optimistis dapat mempercepat transisi energi berkelanjutan di Indonesia,” ujar Oki. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pakai Gas Bumi, RSUP Sardjito Pangkas Biaya Energi hingga 75%

Ecobiz.asia — RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menghemat biaya energi hingga 75% setelah beralih menggunakan gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk sejumlah...

Pertamina Drilling Kelola 58 Rig, Bidik National Champion Well Construction

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) tak ingin hanya dikenal sebagai perusahaan yang mengelola armada pengeboran besar. Dengan 58 rig yang...

MedcoEnergi Catat Kinerja Solid pada Semester I 2026

Ecobiz.asia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (”MedcoEnergi” atau ”Perseroan”) mengumumkan laporan keuangan untuk semester pertama tahun 2026 yang telah diaudit pada hari ini....

Pemerintah Bangun 119.379 Sambungan Jargas, Gresik-Sidoarjo Dapat 14.000

Ecobiz.asia — Pemerintah tengah membangun sekitar 119.379 sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi (jargas) yang tersebar di 15 kabupaten/kota pada 2025–2026. Dari jumlah tersebut,...

PHR Perkuat Mutu dan Akses Pasar UMKM, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Dumai, Riau, melalui penguatan mutu produk,...

TOP STORIES

Pemerintah Kebut PLTS 100 GW, Investasi Dibutuhkan Capai US$73 Miliar

Ecobiz.asia — Pemerintah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Program tersebut diperkirakan membutuhkan...

Industri Tambang Kejar Ekspansi dan Hilirisasi, Kebutuhan Listrik Andal Ikut Melonjak

Ecobiz.asia — Kebutuhan energi industri pertambangan meningkat seiring ekspansi produksi dan hilirisasi, tetapi pelaku usaha menghadapi tantangan menjaga keandalan listrik sekaligus menekan emisi dari...

Elektrifikasi Industri Didorong untuk Pangkas Emisi dan Biaya Energi

Ecobiz.asia — Elektrifikasi mulai didorong sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi industri berat yang masih banyak menggunakan bahan bakar...

Pakai Gas Bumi, RSUP Sardjito Pangkas Biaya Energi hingga 75%

Ecobiz.asia — RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menghemat biaya energi hingga 75% setelah beralih menggunakan gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk sejumlah...

Dekarbonisasi Jadi Tuntutan Industri Tambang, Wamen LH Minta Emisi Dilaporkan ke SIGN-SMART

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mendorong industri pertambangan mempercepat dekarbonisasi dengan menghitung dan melaporkan emisi...