Kembangkan PLTP, Kegiatan Operasi Supreme Energy Selalu Menjaga Lingkungan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pengembang Panas Bumi (geothermal) PT Supreme Energy memastikan kegiatan operasinya di seluruh wilayah kerjanya tidak merusak lingkungan, apalagi sampai mengganggu kegiatan rutin ekonomi masyarakat. 

“Kami sangat memperhatikan persoalan lingkungan. Kami menjamin tidak ada lingkungan yang rusak atau terganggu akibat kegiatan kami,” tegas founder Supreme Energy Supramu Santosa, dikutip Kamis (13/2/2025).

Supramu mengakui masih ada kelompok masyarakat yang memiliki asumsi seolah usaha pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) merusak lingkungan dan menganggu kegiatan ekonomi masyarakat. 

Baca juga: Pengembangan Unit 2 dan 3 PLTP Muara Laboh, Supreme Energy Teken Amandemen PPA dengan PLN 

Yang terjadi justru sebaliknya, lingkungan hijau sangat terpelihara, dan pembukaan lahan untuk fasilitas PLTP memberikan multiplier effect positif kepada ekonomi masyarakat.

“Minggu ini rencana ada kelompok yang akan datang kepada kami untuk berdemo, mengkritisi, dan mempersoalkan kegiatan operasi kami yang dianggap mengganggu  lingkungan. Kami terbuka saja, silakan. Tapi saya tegaskan, operasi kami sudah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk masalah lingkungan, dan kami selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara periodik,” tutur Supramu, didampingi Presdir PT Supreme Energy Nisriyanto, dan Prijandaru Effendi, Wakil Presiden Eksekutif Hubungan dan Layanan Dukungan.

Read also:  Perkuat Pasokan Gas Bumi, PGN Dapat Tambahan 5,45 BBTUD dari WK Tungkal

Supramu menjelaskan, sosialisasi kepada masyarakat, cukup sering dilakukan. Bahkan ia berniat ingin membawa perwakilan masyakat lokal untuk melihat daerah-daerah lain sebagai perbandingan. 

Namun ia memastikan, secara umum, semua PLTP di Indonesia sangat ramah lingkungan, dengan pemandangan yang hijau. Selain soal lingkungan, Supreme Energy juga menjalankan program CSR (Corporate Social Responsibiliy), untuk mengangkat ekonomi masyarakat agar lebih baik.

“Program CSR kami lakukan sejak awal memulai operasi. Ini kami lakukan dengan pertimbangan agar masyarakat merasakan dampak positif kehadiran kami, yang ujungnya mampu menaikkan kehidupan perekonomian masyarakat, di samping juga memberi kesempatan peluang kerja kepada masyarakat lokal,” ujar Supramu yang memulai terjun di usaha PLTP tahun 2007 di Jawa Barat.

Read also:  PHE Dorong Percepatan Ekosistem Natural Hydrogen untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Saat ini, kata Supramu, sebagian besar tenaga kerja di Supreme Energy didominasi putera daerah, dengan tingkat pendidikan sesuai tuntutan dan kebutuhan perusahaan. 

“Semua pekerjaan di industri ini betul-betul sudah dihandle oleh tenaga nasional. Putera puteri kita sudah menguasai teknologi di industri panas bumi,” tegasnya.

Baca juga: Dapat Pembiayaan Jumbo Rp1,5 T dari ADB, PT SEML Perluas Fasilitas Geotermal Muara Laboh dan Bangun PLTP Baru   

Terkait program CSR, Supramu menjelaskan, salah satu yang cukup monumental adalah pembangunan gedung olah raga berkelas internasional di daerah Solok Selatan, Sumatera Barat. Gedung olah raga yang dinamai Gelora Energy tersebut dibiayai sepenuhnya hingga Rp 30 miliar melalui perusahaan PT Supreme Energi Muara Laboh (SEML). 

Read also:  PDC Perkuat Tata Kelola AI untuk Mitigasi Risiko Data dan Hukum

“GOR ini dibangun sebagai ucapan terima kasih kami atas dukungan yang diberikan oleh Pemda dan juga masyarakat Solok Selatan terhadap kehadiran proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Muara Laboh. Kami sangat mengapresiasi sambutan masyarakat dan Pemda atas kehadiran kami disana,” katanya. 

GOR ini sangat istimewa karena menggunakan salah satu jenis rumput terbaik standar organisasi sepakbola internasional FIFA, yang dikenal dengan Zoyzia Matrella (ZM) atau rumput Manila. Rumput ini kabarnya baru pertama kalinya digunakan di lapangan bola se-Sumatera Barat.

Di bidang infrastruktur jalan, Supreme juga berencana untuk terus memperbaiki kualitas jalan, dalam upaya menunjang kelancaran ekonomi masyarakat, terutama untuk mengangkut hasil pertanian. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PTK Masuk Era Baru, Perkuat Green Vessel dan Terapkan AI

Ecobiz.asia — PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menyiapkan modernisasi armada, digitalisasi hingga penggunaan teknologi rendah emisi untuk meningkatkan kinerja operasional perusahaan. Langkah tersebut mencakup...

PGE Borong 13 Penghargaan ENSIA 2026, Inovasi Panas Bumi Menyebar di 5 Wilayah

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memborong 13 penghargaan dalam Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang digelar PT Sucofindo (Persero)...

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

TOP STORIES

PTK Masuk Era Baru, Perkuat Green Vessel dan Terapkan AI

Ecobiz.asia — PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menyiapkan modernisasi armada, digitalisasi hingga penggunaan teknologi rendah emisi untuk meningkatkan kinerja operasional perusahaan. Langkah tersebut mencakup...

Hotspot Karhutla Turun 121 Titik, Chinook Jepang Siap Bantu Pemadaman

Ecobiz.asia – Jumlah hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional turun 121 titik dalam sehari menjadi...

Bentuk Tim Khusus dan Libatkan Dua Profesor, Kemenhut Dalami Dugaan Pidana Kebakaran Bromo

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mendalami penyebab kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, termasuk kemungkinan adanya unsur pidana. Penelusuran diperkuat...

PGE Borong 13 Penghargaan ENSIA 2026, Inovasi Panas Bumi Menyebar di 5 Wilayah

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memborong 13 penghargaan dalam Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang digelar PT Sucofindo (Persero)...

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...