ITS, ITB, dan UGM Menang Kompetisi Pemodelan Iklim Transportasi Rendah Emisi WRI Indonesia

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kompetisi pemodelan iklim Indonesia Climate-modeling University Competition (ICUC) yang diselenggarakan WRI Indonesia menetapkan tiga kelompok mahasiswa sebagai pemenang setelah melalui proses inkubasi dan penilaian terhadap ratusan peserta. Kompetisi tahun ini memfokuskan tantangan pada pengembangan model transportasi rendah emisi.

Sektor transportasi tercatat menyumbang 6,13 persen terhadap PDB pada 2024, meningkat 146 persen dibandingkan 2010. Namun, sektor ini juga menghasilkan hingga 40 persen emisi CO₂ dari total emisi gas rumah kaca (GRK) sektor energi.

Read also:  NCI dan Infini Asia Luncurkan FIST 1.0 untuk Perkuat Pengelolaan Data Proyek Nature-based Solutions

WRI Indonesia menilai pemodelan ilmiah menjadi instrumen penting untuk merancang analisis komprehensif dan skenario kebijakan yang dapat menekan emisi, sekaligus mengantisipasi krisis lingkungan dan dampak sosial-ekonomi.

Tiga kelompok terpilih berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

ITS mengembangkan pendekatan agent-based modeling untuk kebijakan multimoda berbasis green corridor pada logistik darat Jakarta–Surabaya.

ITB mengajukan model “Visioning Realistic Goals” menuju NZE 2060 pada subtema logistik untuk wilayah DKI Jakarta–Jawa Barat.

Read also:  Pemetaan Digital Ungkap Potensi Karbon Lamun Indonesia, Nilainya Sangat Besar

UGM mempresentasikan skenario transportasi bersih dan inklusif pada wilayah Sarbagita. Sementara itu, kelompok dari STAN dan IPB masuk dalam enam besar.

Penilaian dilakukan berdasarkan presentasi dan strategi pemodelan oleh tiga juri: Alvinsyah, Dosen Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Indonesia; Ignatius Dodhy Wibowo, Kepala Bidang Tata Kelola LH Transportasi PPTB Kementerian Perhubungan; serta Egi Suarga, Senior Manager for Climate WRI Indonesia.

Egi Suarga menyampaikan bahwa upaya pengurangan emisi memerlukan kolaborasi dan berbasis data ilmiah. “Kerja para ilmuwan dan peneliti menjadi fondasi untuk mengadvokasi perubahan kebijakan dan perilaku, terutama dalam sektor transportasi,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Read also:  Pemda DIY dan WWF Perluas Kerja Sama, Pengadaan Hijau Pangkas Emisi 48%

Kompetisi ICUC merupakan bagian dari inisiatif 2050 is Now dan didukung oleh International Climate Initiative (IKI). Kegiatan ini berlangsung selama lima bulan sejak Agustus 2025 melalui pengumuman publik dan roadshow di berbagai kota. Pemenang terbaik akan memperoleh kesempatan magang untuk mematangkan model yang telah dikembangkan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Potensi Kredit Karbon Riau Capai 11,7 Juta Ton CO₂e per Tahun, Nilainya Bisa US$235 Juta

Ecobiz.asia — Provinsi Riau memiliki potensi menghasilkan hingga 11,7 juta ton kredit karbon setara karbon dioksida (CO₂e) per tahun dari perlindungan hutan, pemulihan gambut,...

Verra Dapat Persetujuan ICVCM untuk Metodologi CCS, Empat Modul Dinyatakan Penuhi Standar CCP

Ecobiz.asia – Metodologi carbon capture and storage (CCS) milik Verra mendapat persetujuan dari Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM) berdasarkan Core Carbon...

Pemetaan Digital Ungkap Potensi Karbon Lamun Indonesia, Nilainya Sangat Besar

Ecobiz.asia – Pemodelan berbasis remote sensing mulai memberikan gambaran baru mengenai cadangan karbon ekosistem lamun Indonesia. Peneliti University of Queensland Muhammad Hafizt memperkirakan above-ground...

Isometric Perluas Pasar ke Kredit Karbon Pencegahan Deforestasi, Siapkan Protokol Baru

Ecobiz.asia – Lembaga sertifikasi kredit karbon Isometric memperluas cakupan ke proyek pencegahan deforestasi dengan menyiapkan protokol baru yang ditujukan untuk memperkuat kredibilitas kredit karbon...

JDS dan ITB Bahas Tantangan dan Peluang CCS/CCUS di Indonesia

Ecobiz.asia — Pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) di Indonesia membutuhkan pemahaman lintas disiplin, mulai dari teknologi...

TOP STORIES

BPDLH Partners With JB Cocoa, Rainforest Alliance to Expand Sustainable Microfinance for Forest Communities

Ecobiz.asia – The Indonesian Environment Fund (IEF), or BPDLH, is expanding micro-scale financing for forest communities through a partnership with cocoa trader PT Jebe...

Indonesia, Norway Launch Fifth Small Grant Facility for FOLU Net Sink, Target 300 Groups

Ecobiz.asia – Indonesia and Norway have launched the fifth phase of the FOLU Net Sink 2030 Small Grant Facility, allocating Rp20 billion ($1.2 million)...

Satgas PKH Kuasai Kembali 6,21 Juta Hektare Kawasan Hutan Jadi Sawit, 14.633,79 Hektare Jadi Tambang

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menguasai kembali kawasan hutan seluas 6.206.212,14 hektare pada sektor perkebunan sawit dan 14.633,79 hektare...

Salurkan Dana Bergulir Skala Mikro Berkelanjutan, BPDLH Gandeng JB Cocoa dan Rainforest Alliance

Ecobiz.asia — Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) memperluas pembiayaan skala mikro bagi usaha masyarakat sekitar hutan dengan menggandeng PT Jebe Trading Indonesia (JB...

Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink Periode Kelima, Targetkan 300 Kelompok

Ecobiz.asia — Indonesia dan Norwegia kembali memperluas dukungan pendanaan berbasis masyarakat untuk agenda FOLU Net Sink 2030. Pada periode kelima, Layanan Dana Masyarakat FOLU Net...