Indonesia Timur Jadi Kunci, Pemerintah Perkuat Tata Kelola Karbon Biru

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Penguatan kelembagaan, validasi dan verifikasi karbon, serta keterlibatan masyarakat pesisir menjadi kunci agar karbon biru dapat dikembangkan sebagai instrumen pengendalian emisi sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Demikian mengemuka saat Seminar Nasional Tata Kelola Ekosistem Karbon Biru Indonesia yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Yayasan Samudera Indonesia Timur di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP Kartika Listriana mengatakan ekosistem pesisir memiliki peran strategis dalam mitigasi perubahan iklim sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan menempatkan ekosistem mangrove, padang lamun, dan rawa payau sebagai instrumen Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

Read also:  Indonesia Usulkan Hasil Hutan Bukan Kayu Masuk Agenda Strategis APEC EGILAT

“Penguatan tata kelola ekosistem karbon biru bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan,” kata Kartika.

Wilayah Indonesia Timur, khususnya Maluku dan sekitarnya, disebut sebagai kawasan dengan potensi karbon biru terbesar di Indonesia.

Namun, pengelolaannya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan data ilmiah, belum sinkronnya kebijakan lintas sektor, serta belum optimalnya keterhubungan dengan pasar karbon yang kredibel dan transparan.

Read also:  Indonesia Luncurkan Empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati, Basis Data Pembangunan Berkelanjutan Makin Kuat

Menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon, KKP tengah merevisi aturan pelaksana di sektor kelautan serta menyusun pedoman penetapan lokasi karbon biru.

Pemerintah juga telah merumuskan 18 lokasi indikatif cadangan karbon biru dan menyiapkan proyek percontohan restorasi ekosistem pesisir.

Anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri menilai tata kelola karbon biru menjadi kunci bagi keberlanjutan ekonomi pesisir dan kepentingan strategis nasional.

Read also:  Optimalkan Potensi Bioekonomi untuk Kelestarian Hutan, Kemenhut Dorong Penguatan KPH

“Jika dikelola berbasis sains dan berkelanjutan, karbon biru tidak hanya berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Rokhmin.

Sementara itu, Ketua Yayasan Samudera Indonesia Timur Nelly Situmorang mengatakan pengembangan karbon biru membutuhkan kepastian regulasi, penguatan basis sains, serta koordinasi lintas pihak.

“Tata kelola karbon biru adalah proses panjang agar pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha memperoleh manfaat secara adil. Ini tidak bisa instan,” kata Nelly. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Resmi! Pemerintah Serahkan Dua Izin Panas Bumi, Siapkan Lima WKP dan Tujuh WPSE

Ecobiz.asia — Pemerintah menyiapkan lima Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan tujuh Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE) untuk ditawarkan pada 2026 guna...

Dorong Pemanfaatan Panas Bumi 23,2 GW, Pemerintah Minta Pemegang Konsesi Segera Realisasikan Proyek

Ecobiz.asia — Pemerintah mendorong percepatan pengembangan panas bumi nasional dengan meminta pemegang konsesi segera merealisasikan proyek yang telah memperoleh izin. Langkah tersebut diperlukan untuk...

Perkuat Penjagaan Kawasan Hutan, Prabowo Setujui Penambahan 21.000 Polhut

Ecobiz.asia – Presiden Prabowo Subianto menyetujui penambahan 21.000 personel Polisi Kehutanan (Polhut) yang akan direkrut secara bertahap untuk memperkuat pengamanan kawasan hutan Indonesia. Wakil Menteri...

Indonesia Dorong UE Perkuat Pengakuan Lisensi FLEGT dalam Penerapan EUDR

Ecobiz.asia – Indonesia mendorong Uni Eropa memperkuat pengakuan terhadap lisensi FLEGT dalam penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR) untuk menjaga akses pasar produk hasil...

Gempa M7,7 di Timur Laut Nagekeo, Badan Geologi Ingatkan Warga Patuhi Jalur Evakuasi

Ecobiz.asia – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat di Nusa Tenggara Timur dan wilayah terdampak gempa untuk tetap waspada...

TOP STORIES

Indonesia Calls for Greater Global South Role in Environmental Governance at BRICS Meeting

Ecobiz.asia – Indonesia has called for a stronger role for the BRICS grouping in global environmental governance, arguing that developing countries need greater representation...

Jaga Ekosistem Bahari, Pertamina Trans Kontinental Tanam 512 Fragmen Terumbu Karang di Sulut

Ecobiz.asia – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menanam 512 fragmen terumbu karang di perairan Sulawesi Utara sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem laut dan...

Resmi! Pemerintah Serahkan Dua Izin Panas Bumi, Siapkan Lima WKP dan Tujuh WPSE

Ecobiz.asia — Pemerintah menyiapkan lima Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan tujuh Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE) untuk ditawarkan pada 2026 guna...

Dorong Pemanfaatan Panas Bumi 23,2 GW, Pemerintah Minta Pemegang Konsesi Segera Realisasikan Proyek

Ecobiz.asia — Pemerintah mendorong percepatan pengembangan panas bumi nasional dengan meminta pemegang konsesi segera merealisasikan proyek yang telah memperoleh izin. Langkah tersebut diperlukan untuk...

Perkuat Penjagaan Kawasan Hutan, Prabowo Setujui Penambahan 21.000 Polhut

Ecobiz.asia – Presiden Prabowo Subianto menyetujui penambahan 21.000 personel Polisi Kehutanan (Polhut) yang akan direkrut secara bertahap untuk memperkuat pengamanan kawasan hutan Indonesia. Wakil Menteri...