Indonesia–Norwegia Kembangkan PLTS Terapung Lewat Skema Karbon Paris Agreement

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Indonesia menjalin kerja sama dengan Norwegia dalam kerangka Pasal 6.2 Perjanjian Paris untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung.

Skema serupa juga tengah dirancang dengan Jepang, sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat pendanaan transisi energi sekaligus mencapai target penurunan emisi karbon.

Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon (PPITKNEK) Kementerian Lingkungan Hidup, Ary Sudijanto, menjelaskan bahwa kerja sama ini akan membuka jalur investasi asing sekaligus menciptakan mekanisme pembagian kredit karbon antara Indonesia dan negara mitra.

Read also:  PLN EPI Uji Co-firing Amonia di PLTU Labuan Mulai 2027

“Dengan skema Jepang maupun Norwegia, mereka akan berinvestasi di Indonesia. Dari pengurangan emisi karbon yang dihasilkan, kreditnya akan dibagi antara investor dengan Indonesia yang tetap menjaga kontribusi domestiknya,” kata Ary di Jakarta, Senin (25/8/2025).

Menurut Ary, Norwegia akan memulai dukungannya melalui proyek PLTS terapung. Skema ini dinilai penting untuk menutup celah keekonomian, karena pembangunan PLTS terapung masih belum sepenuhnya layak secara finansial jika hanya mengandalkan investasi energi semata.

Read also:  Tiga Start Up Iklim Dapat Suntikan Rp15 Miliar, Siap Uji Coba dan Komersialisasi di Indonesia

“Secara keekonomian, PLTS terapung masih kurang. Apa yang dilakukan dengan Norway adalah mencoba menambal gap. Dengan tambahan nilai dari karbon, proyek itu bisa menjadi economically viable,” jelasnya.

Ary menyebut nilai kerja sama dengan Norwegia untuk PLTS terapung diperkirakan mencapai 12 juta dolar AS hingga 2035. Besaran dukungan karbon nantinya akan disesuaikan dengan kompleksitas proyek, termasuk lokasi yang jauh atau biaya konstruksi yang tinggi.

Read also:  TruCarbon dan AEI Gelar Webinar PSPK 1 & 2, Siapkan Emiten Hadapi Sustainability Disclosure 2027

Pemerintah menilai skema ini dapat mempercepat implementasi energi bersih di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi negara dalam memanfaatkan mekanisme perdagangan karbon internasional.

“Tujuannya agar proyek energi terbarukan tidak hanya bisa dilaksanakan, tetapi juga mendukung target nasional kita terutama di bidang energi,” tambah Ary. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Ecobiz.asia – Kementerian Pertanian mengatur tata cara perdagangan karbon melalui mekanisme offset emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor pertanian, mencakup subsektor persawahan, peternakan,...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...

Perkuat Tata Kelola Bursa Karbon, OJK Kedepankan Integritas Pasar dan Perlindungan Konsumen

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat regulasi perdagangan karbon melalui Bursa Karbon Indonesia dengan menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 10 Tahun 2026 dan...

KLH Dorong Pemda Siapkan Proyek Karbon, Bisa Jadi Sumber Pendapatan Daerah

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mendorong pemerintah daerah mulai mengidentifikasi dan menyiapkan proyek-proyek karbon agar dapat memanfaatkan peluang perdagangan...

TOP STORIES

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji teknologi PertaPURE untuk mengolah air terproduksi (produced water) dari kegiatan produksi...