Geopolitik Global Penuh Dinamika, RI-Jepang Percepat Transisi Energi dan Proyek Masela

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia menempatkan percepatan proyek Blok Masela dan investasi transisi energi sebagai prioritas utama dalam pembahasan dengan Jepang guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, dirinya mendapat penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengakselerasi dua agenda strategis tersebut.

“Pertama memastikan percepatan investasi transisi energi, yang kedua menyangkut proyek Blok Masela,” ujar Bahlil disela mendampingi kunjungan kenegaraan Presiden ke Jepang, di Tokyo, Senin (30/3/2026).

Read also:  B50 Sudah Mengalir di 94% SPBU, Pemerintah Kejar Deadline Transisi 1 Oktober

Menurutnya, proyek Blok Masela yang telah lama tertunda kini menunjukkan kemajuan signifikan setelah serangkaian pembahasan intensif sepanjang 2025.

Pemerintah telah menyepakati skema pengembangan awal senilai sekitar US$20,9 miliar atau lebih dari Rp300 triliun, dengan potensi peningkatan investasi seiring penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS).

Pemerintah menargetkan proyek tersebut segera masuk tahap implementasi, termasuk penyelesaian Front-End Engineering and Design (FEED) serta pelaksanaan tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC) pada 2026.

Read also:  WWF Indonesia dan DIPI Dorong Transformasi Ritel untuk Perkuat Pangan Sehat dan Berkelanjutan

“Kita minta dipercepat. Tahun ini FEED selesai dan tender EPC bisa dilakukan,” tegasnya.

Bahlil menambahkan, percepatan proyek Masela akan memberikan dampak besar terhadap ketahanan energi nasional. Proyek ini merupakan salah satu proyek gas raksasa yang diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di pasar gas global sekaligus mendukung kebutuhan domestik.

Selain sektor migas, pemerintah juga terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari strategi transisi energi. Pemanfaatan sumber energi seperti panas bumi, tenaga air, surya, dan angin akan diakselerasi selama didukung teknologi yang efisien dan kompetitif.

Read also:  PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

“Selama teknologinya efisien, kita akan dorong semua sumber energi tersebut,” kata Bahlil.

Pemerintah juga memastikan koordinasi lintas kementerian terus diperkuat untuk menjaga kepastian investasi dan kelancaran proyek strategis nasional, termasuk dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik global. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Geger! Tengkorak Diduga Orangutan Ditemukan di Areal Bernilai Konservasi Tinggi Kebun Sawit PT KAL

Ecobiz.asia – Tim gabungan lintas instansi mengevakuasi tengkorak yang diduga milik orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dari areal bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV) perkebunan...

Biaya dan Perizinan Jadi Tantangan Pengadaan Listrik Hijau bagi Industri Indonesia

Ecobiz.asia — Biaya listrik hijau dan kemudahan perizinan menjadi dua faktor utama yang memengaruhi keputusan perusahaan dalam mengakses energi terbarukan di Indonesia. Survei terhadap...

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

TOP STORIES

Geger! Tengkorak Diduga Orangutan Ditemukan di Areal Bernilai Konservasi Tinggi Kebun Sawit PT KAL

Ecobiz.asia – Tim gabungan lintas instansi mengevakuasi tengkorak yang diduga milik orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dari areal bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV) perkebunan...

PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Ecobiz.asia -- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap penggenangan waduk...

Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mendorong diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk biodiesel B50, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan...

Gold Standard Luncurkan Metodologi G-RESET, Perluas Akses Pembiayaan Karbon untuk Proyek Energi Terbarukan

Ecobiz.asia – Lembaga standar karbon Gold Standard meluncurkan metodologi Grid-Connected Renewables, Storage and Energy Transition (G-RESET) untuk memperluas akses sertifikasi kredit karbon bagi proyek...

Soroti Perdagangan Karbon, Wamenhut Bicara Soal Transformasi Ekonomi Kehutanan Saat Dies Natalis Fahutan UGM

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan mendorong transformasi ekonomi kehutanan dengan mengoptimalkan potensi biodiversitas dan jasa ekosistem, termasuk perdagangan karbon, untuk meningkatkan nilai ekonomi hutan sekaligus...