Ecobiz.asia — PT Poso Energy, perusahaan pembangkit listrik swasta (independent power producer/IPP), melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menjaga ketersediaan air bagi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso berkapasitas 515 MW di tengah potensi dampak fenomena El Niño.
Business Development Manager Poso Energy Ismet Rahmad Kartono mengatakan OMC telah dilakukan dalam beberapa pekan terakhir sebagai langkah untuk meningkatkan kembali volume air di danau yang menjadi sumber pasokan pembangkit.
“Dalam minggu-minggu ini kami sudah melakukan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca). Kemarin kami sudah mulai mengisi air danau dengan OMC,” kata Ismet kepada Ecobiz.asia di sela-sela The 12th Indonesia EBTKE ConEx, Kamis (4/9).
Menurut Ismet, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya antisipasi perusahaan terhadap potensi penurunan ketersediaan air yang dapat berdampak pada kemampuan produksi PLTA apabila kondisi El Niño berlangsung lebih lama. Meski demikian, hingga saat ini operasional PLTA Poso masih berjalan normal. Belum terdapat penurunan kapasitas pembangkitan akibat kondisi cuaca yang terjadi saat ini. “Masih normal, sampai detik terakhir. Laporannya masih aman untuk hari ini, tetapi kami tidak tahu bagaimana kondisi dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.
Belajar dari El Niño 2023
Pengalaman menghadapi El Niño pada 2023 menjadi salah satu pertimbangan Poso Energy dalam melakukan langkah antisipasi lebih awal. Ismet mengatakan, pada saat itu kapasitas produksi PLTA Poso sempat turun sekitar 200 MW akibat menurunnya ketersediaan air. “Waktu El Niño 2023 sempat turun 200 MW. Dari 515 MW, kami kehilangan 200 MW, jadi hanya sekitar 300 MW yang bisa diproduksi,” jelasnya.
Penurunan tersebut menunjukkan besarnya ketergantungan pembangkit listrik tenaga air terhadap ketersediaan dan kontinuitas sumber daya air, terutama ketika periode kering berlangsung lebih panjang. Untuk kondisi El Niño saat ini, Poso Energy belum dapat memperkirakan besaran dampaknya terhadap capacity factor maupun produksi pembangkit. Hal tersebut sangat bergantung pada durasi dan intensitas fenomena iklim tersebut. “Belum tahu. Kita lihat El Niño ini berapa lama,” kata Ismet.
Meski belum terjadi penurunan produksi, dia mengakui bahwa terdapat potensi kondisi cuaca saat ini mulai memengaruhi kemampuan pembangkit apabila ketersediaan air terus menurun. “Memang sudah ada potensi ke sana,” ujarnya.
OMC sebagai Langkah Antisipasi
Ismet mengatakan Poso Energy akan terus memantau kondisi cuaca dan tingkat ketersediaan air untuk memastikan operasi pembangkit tetap terjaga. Pelaksanaan OMC menjadi salah satu upaya perusahaan untuk meningkatkan kembali volume air dan menjaga level danau sehingga PLTA Poso dapat mempertahankan kemampuan pembangkitannya.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya pengelolaan sumber daya air dalam menjaga keandalan pembangkit energi terbarukan berbasis hidro, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian pola cuaca akibat perubahan iklim. Ismet berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga ketersediaan air dapat kembali meningkat secara alami. “Kami mohon doanya agar segera Allah berikan hujan,” pungkasnya.***




