ESDM Panggil Produsen Bobibos, Minta Segera Lakukan Uji Teknis

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) meminta produsen bahan bakar alternatif Bobibos, PT Inti Sinergi Formula, segera melakukan uji teknis untuk memastikan kelayakan produk sebelum dipasarkan secara luas.

Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, mengatakan pemanggilan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal pada 14 April 2026 guna mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan standardisasi dan klasifikasi produk.

Read also:  Perkuat Penjagaan Kawasan Hutan, Prabowo Setujui Penambahan 21.000 Polhut

“Ditjen Migas kembali memanggil PT Inti Sinergi Formula di Kantor Ditjen Migas untuk memastikan kesiapan pengujian, termasuk penentuan klasifikasi produk sebelum digunakan secara luas,” ujar Noor dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Ia menegaskan, pengujian diperlukan untuk menentukan apakah produk Bobibos masuk kategori bahan bakar nabati (BBN) atau bahan bakar minyak (BBM). Seluruh proses uji teknis akan dilakukan oleh Lemigas sesuai standar yang berlaku.

Read also:  ESDM Siapkan Regulasi Karbon Terintegrasi, Pengembang Jadi Pemilik Kredit Karbon

“Kami minta Bobibos proaktif menindaklanjuti langkah teknis agar proses pengujian berjalan akuntabel,” katanya.

Tahapan awal pengujian akan dimulai dengan pengambilan sampel menggunakan standar internasional ASTM D4057 dari tangki penyimpanan. Selanjutnya, sampel akan diuji untuk memastikan kesesuaian dengan parameter teknis yang ditetapkan.

Dalam pertemuan tersebut, PT Inti Sinergi Formula menyatakan siap berkoordinasi dengan Lemigas untuk memenuhi seluruh kebutuhan pengujian. Perusahaan juga mengakui hasil identifikasi internal sebelumnya menunjukkan spesifikasi produk masih belum memenuhi sejumlah parameter standar BBN maupun BBM.

Read also:  Pantauan Kemenhut: Kalsel Nihil Hotspot, Pengendalian Karhutla di Kalbar-Kalteng Diperkuat

Pemerintah menegaskan tetap membuka ruang bagi inovasi bahan bakar alternatif dalam mendukung ketahanan energi nasional. Namun, setiap produk wajib melalui prosedur pengujian ketat guna menjamin keamanan konsumen serta kepastian hukum.

“Seluruh rangkaian uji harus dilakukan sesuai standar untuk melindungi masyarakat dari risiko kerusakan mesin serta memastikan produk memenuhi spesifikasi yang dijanjikan,” ujar Noor. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...

Pantauan Kemenhut: Kalsel Nihil Hotspot, Pengendalian Karhutla di Kalbar-Kalteng Diperkuat

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah setelah pemantauan terbaru menunjukkan kedua provinsi...

Pemerintah Siapkan Panduan ESG untuk Perkuat Daya Saing Industri Mineral Kritis

Ecobiz.asia -- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan World Resources Institute (WRI) Indonesia menindaklanjuti hasil...

Karhutla, Kemenhut Kembali Sanksi Administratif Lima Perusahaan PBPH

Ecobiz.asia - – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali menjatuhkan sanksi administratif kepada lima perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kalimantan Barat setelah ditemukan...

TOP STORIES

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...