CATIB Siapkan PLTS 18 MW untuk Operasional Pabrik Baterai Karawang

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (PT CATIB), perusahaan produsen baterei kendaraan listrik menegaskan komitmennya terhadap pengembangan industri hijau dengan menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas sekitar 18 MW untuk mendukung kegiatan operasional pabrik baterainya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Direktur PT CATIB Bayu Yudhi Hermawan mengatakan, pemanfaatan PLTS tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menekan emisi sekaligus mendukung ekosistem kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi (energy storage system/ESS) nasional.

“PT CATIB berkomitmen untuk berkontribusi pada industri hijau. Salah satu implementasinya adalah penggunaan PLTS dengan kapasitas sekitar 18 MW dalam kegiatan operasional pabrik,” kata Bayu dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Senin (2/2/2026).

Read also:  INPEX Masela dan Pemda Kepulauan Tanimbar Tanam 1.000 Mangrove, Perkuat Pengelolaan Lingkungan Pesisir

PT CATIB merupakan perusahaan patungan antara CBL International Development Pte. Ltd yang menguasai sekitar 70% saham dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) sebesar 30%. Perusahaan ini didirikan pada Oktober 2024 untuk mengembangkan pabrik baterai dengan kapasitas produksi hingga 6,9 GWh, dengan nilai investasi sekitar Rp7 triliun. Pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal III 2026.

Bayu menjelaskan, produk yang akan dihasilkan mencakup baterai kendaraan listrik serta baterai untuk sistem penyimpanan energi, yang ditujukan untuk mendukung transisi energi bersih di dalam negeri maupun pasar global. Dari sisi ketenagakerjaan, proyek ini diperkirakan menyerap hingga 3.000 tenaga kerja.

Selain itu, CATIB juga menjalankan program alih pengetahuan (transfer of knowledge) melalui pengiriman karyawan ke China. Hingga akhir 2026, sebanyak 369 pekerja direncanakan mengikuti pelatihan dengan masa penugasan sekitar enam bulan.

Read also:  Biorefinery Cilacap Optimalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Terkait progres proyek, Bayu menyampaikan bahwa proyek CATIB telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan memperoleh fasilitas tax holiday dari Kementerian Keuangan. Pasca-groundbreaking yang dilakukan pada 29 Juni 2025, seluruh perizinan utama untuk tahap konstruksi telah dipenuhi, mulai dari izin lingkungan, izin kegiatan konstruksi, hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Pada saat groundbreaking, kondisi lokasi masih berupa hamparan tanah. Per Januari 2026, basic infrastructure telah selesai, termasuk pekerjaan lantai, dinding, dan atap. Saat ini proyek memasuki tahap instalasi peralatan serta pekerjaan finishing fasilitas penunjang,” ujar Bayu.

Ke depan, CATIB masih memproses perizinan lanjutan untuk tahap operasional, antara lain Sertifikat Laik Operasi (SLO), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), serta izin usaha industri.

Read also:  Kembangkan Fasilitas Baru, Polytama Rancang Kenaikan Produksi Polypropylene Dua Kali Lipat

Dalam kesempatan tersebut, Bayu juga menyampaikan harapan agar dukungan pemerintah terus diperkuat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan pasar kendaraan listrik dan ESS domestik. Ia menyinggung potensi pengembangan baterai ESS hingga sekitar 33 GW sebagaimana tercantum dalam RUPTL, yang dinilai dapat menjadi peluang besar bagi industri baterai nasional.

Selain itu, CATIB juga mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) melalui integrasi hilirisasi dan investasi yang dilakukan bersama IBI dan CBL. Perusahaan berharap insentif fiskal, termasuk tax holiday, tidak hanya berlaku untuk baterai kendaraan listrik, tetapi juga dapat diperluas untuk baterai energy storage system yang diproduksi di dalam negeri. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Hadirkan Green Terminal di Cilegon, Perkuat Ketahanan Energi Rendah Karbon

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) memulai transformasi infrastruktur hilir energi nasional dengan menginisiasi Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Fasilitas strategis yang...

ABB Motion Dorong Kolaborasi Industri–Kampus untuk Siapkan Talenta Teknik Masa Depan

Ecobiz.asia — ABB Motion memperkuat kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi melalui program ABB Motion Goes to Campus, sebuah inisiatif yang menyasar pengembangan talenta...

PGN Jadi Offtaker BioCNG Produksi KIS Group dan AEP Group

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) siap menjadi offtaker utama BioCNG dari...

Biorefinery Cilacap Optimalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Ecobiz.asia — Pertamina mempercepat pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan melalui Proyek Bioavtur/Biorefinery Cilacap yang mengolah minyak jelantah (used cooking oil/UCO) menjadi Sustainable Aviation Fuel...

SPKLU PLN Melonjak 44 Persen Sepanjang 2025, Layanan Home Charging Naik Dua Kali Lipat

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) mempercepat penguatan infrastruktur kendaraan listrik nasional dengan menghadirkan 4.655 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang 2025, meningkat...

TOP STORIES

Indonesia Belajar dari India, Tekan Biaya Pembangkitan PLTS hingga 3 Sen Dolar per kWH

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia mempelajari pengalaman India dalam menekan biaya pembangkitan listrik tenaga surya sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan meningkatkan pemanfaatan...

Dorong Hilirisasi, Menteri Bahlil Mau Setop Ekspor Timah

Ecobiz.asia — Pemerintah membuka peluang penghentian ekspor timah mentah sebagai bagian dari penguatan agenda hilirisasi nasional guna mendorong transformasi ekonomi dan memperkuat basis industri...

Bekasi Darurat Sampah, Menteri LH Minta Warga Kelola Sampah Mulai dari Rumah

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan Kota Bekasi berada dalam kondisi darurat sampah seiring timbulan limbah harian yang mencapai 1.801 ton. Perubahan perilaku masyarakat menjadi...

Internalisasi Dampak Iklim dan Nilai Ekonomi Karbon Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Ecobiz.asia — Internalisasi dampak perubahan iklim dan pemanfaatan nilai ekonomi karbon dinilai semakin mendesak bagi perusahaan, seiring perubahan struktural ekonomi dan meningkatnya tuntutan regulasi...

Dorong Pengembangan Ekonomi Karbon, Atkarbonist Gandeng Sucofindo dan DMB Global

Ecobiz.asia — Asosiasi Penggiat Karbon dan Bisnis Berkelanjutan atau Atkarbonist menjalin kerja sama dengan PT Sucofindo dan PT Daya Mitra Bersama (DMB) Global untuk...