Raksasa Minyak Sawit Musim Mas Raih Pembiayaan Berkelanjutan Senilai 150 Juta Euro dari Rabobank dan HSBC

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Raksasa minyak sawit Musim Mas mendapat kucuran pembiayaan senilai 150 Juta Euro dari Rabobank dan HSBC. Pembiayaan berupa Kredit Bergulir  tersebut akan dimanfaatkan lini pemasaran Musim Mas Group, Inter-Continental Oils & Fats Pte. Ltd., dan entitas Biofuel yang berbasis di Spanyol dan Italia sebagai pembiayaan terkait keberlanjutan (Sustainability-Linked Loan/SLL).
 
Tiga Indikator Kinerja Utama (KPI) pada SLL tersebut adalah sertifikasi RSPO untuk petani swadaya, pelatihan bagi petani swadaya, dan menjaga rantai pasok bebas deforestasi. Verifikasi eksternal akan dilakukan oleh asesor independen terkemuka untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.

Kepala Perdagangan dan Pembiayaan Komoditas Rabobank Asia Gregory Vandeler menyatakan pihaknya merasa terhormat bertindak sebagai koordinator pada SLL tersebut. 

Read also:  Terapkan Keselamatan Standar Internasional, PIS Angkut 170 Miliar Liter BBM dan LPG Sepanjang 2025

Baca juga: Petani Binaan Hengjaya Mineralindo Naik Kelas, Jalin Kerja Sama Distribusi Panen dengan Bumdesa

“Ada potensi besar dalam menjadikan sektor agri-food lebih berkelanjutan. Dalam peran kami sebagai bank komoditas pangan, pertanian, dan perdagangan terkemuka, kami berkomitmen untuk mengambil peran utama dalam bekerja sama erat dengan klien kami dalam perjalanan transisi berkelanjutan mereka.”

Kepala Perbankan Komersial, HSBC Singapura Priya Kini, mengatakan pihaknya senang membantu Musim Mas yang ingin menanamkan prinsip-prinsip ESG ke dalam operasi bisnis inti dan aktivitas pembiayaan mereka.

“Kolaborasi ini merupakan demonstrasi yang jelas dari upaya berkelanjutan HSBC untuk mendukung transisi klien kami menuju masa depan yang lebih berkelanjutan,” kaya Priya.

Read also:  Pasar Karbon Indonesia Mulai Bergerak, Survei Petromindo Catat Ruang Perbaikan

Alvin Lim, Chief Financial Officer dan Direktur Eksekutif, Musim Mas menyatakan mendapatkan pinjaman terkait keberlanjutan dengan target yang ambisius, bermakna, dan terukur merupakan bukti komitmen Musim Mas yang mendalam terhadap keberlanjutan dan perilaku perusahaan yang bertanggung jawab. 

“Musim Mas menegaskan kepada para pemangku kepentingan kami—bank keuangan, pelanggan, dan karyawan—tentang dedikasi kami untuk mendorong dampak lingkungan dan sosial yang positif sekaligus memberikan nilai jangka panjang,” kata dia.

Baca juga: KLHK Peringatkan Perusahaan Tambang Pemegang Izin Pinjam Pakai Hutan Lakukan Rehabilitasi DAS

Read also:  Didukung INA, DayOne Kantongi Pendanaan Jumbo untuk Ekspansi Pusat Data Hijau

Sebelumnya, pada tahun 2021, Musim Mas juga memperoleh Fasilitas Pembiayaan Perdagangan Hijau  (Green Trade Financing Facility) dari bank Singapura di bawah Kerangka Kerja Pembiayaan Perdagangan Hijau dan Berkelanjutan serta Modal Kerja dari Gugus Tugas Industri Keuangan Hijau Otoritas Moneter Singapura (MAS). 

Pada tahun 2024, Musim Mas berkolaborasi dengan bank terkemuka untuk menerapkan Rekening Berkelanjutan yang inovatif dengan Struktur Manajemen Likuiditas (Sustainable Account with a Liquidity Management Structure). Inisiatif ini dirancang untuk mengoptimalkan arus kas dan modal kerja Grup di seluruh entitasnya, sekaligus mengintegrasikan pertimbangan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Sriwijaya Capital Invests Up to US$20 Mil. in SESNA to Expand Solar Power Projects

Ecobiz.asia — Southeast Asia–focused private equity firm Sriwijaya Capital has invested up to US$ 20 million in PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA), marking...

PDC Perkuat Budaya HSSE, Tekankan Akuntabilitas Pimpinan dan Kepatuhan Pekerja

Ecobiz.asia - PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja dengan menempatkan akuntabilitas pimpinan dan kepatuhan pekerja sebagai pilar utama penerapan...

Pertamina NRE Tuntaskan Akuisisi 20 Persen Saham Perusahaan EBT Unggulan Filipina

Ecobiz.asia — PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menuntaskan akuisisi 20 persen saham perusahaan energi baru dan terbarukan (EBT) terkemuka di Filipina,...

Penjualan Listrik Hijau PLN Meroket 19,65 Persen, Capai 6,43 TWh pada 2025

Ecobiz.asia — Minat sektor industri dan bisnis terhadap energi bersih terus meningkat. Sepanjang 2025, PT PLN (Persero) mencatat penjualan Renewable Energy Certificate (REC) mencapai...

Pasok Energi Bersih ke Sektor Kesehatan, PGN Optimalkan Penyaluran Gas Bumi ke RSUP Dr. Sardjito

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mengoptimalkan penyaluran gas bumi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Yogyakarta,...

TOP STORIES

Gakkum Kehutanan–Satgas PKH Tertibkan Pertambangan Emas Tanpa Izin di Kawasan Hutan Solok Selatan

Ecobiz.asia — Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera bersama Satgas Halilintar Penertiban Kawasan Hutan (PKH) menggelar operasi penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI)...

Sriwijaya Capital Invests Up to US$20 Mil. in SESNA to Expand Solar Power Projects

Ecobiz.asia — Southeast Asia–focused private equity firm Sriwijaya Capital has invested up to US$ 20 million in PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA), marking...

PDC Perkuat Budaya HSSE, Tekankan Akuntabilitas Pimpinan dan Kepatuhan Pekerja

Ecobiz.asia - PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja dengan menempatkan akuntabilitas pimpinan dan kepatuhan pekerja sebagai pilar utama penerapan...

ASEAN Smart Energy & Energy Storage Expo 2026

Ecobiz.asia - Supported by the Ministry of Energy of Thailand, the Electricity Generating Authority of Thailand (EGAT), and the Thailand Convention and Exhibition Bureau...

Indonesia to Unveil Transport Decarbonisation Roadmap by May 2026

Ecobiz.asia — Indonesia is preparing a national roadmap to decarbonise its transport sector as part of efforts to cut carbon emissions and meet its...