IPB University Kini Punya Smart Green House dan Plant Factory Ramah Lingkungan, Seperti Apa?

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – IPB University kini memiliki fasilitas riset baru yang merupakan terobosan inovatif dalam bidang pertanian cerdas.

Fasilitas itu adalah Smart Greenhouse dan Plant Factory berbasis teknologi mutakhir dan ramah lingkungan. 

Fasilitas ini yang berlokasi di Kebun Percobaan Leuwikopo, Kampus IPB Dramaga, Bogor ini merupakan hasil kerja sama antara Korea Institute of Planning and Evaluation for Technology in Food, Agriculture, and Forestry (IPET) dan Korea Smart Farm R&D Foundation (KosFarm), melalui Program Pengembangan Teknologi Inovasi Pertanian Cerdas.

“Peresmian fasilitas riset canggih ini diharapkan dapat mendorong pengembangan dan penerapan teknologi pertanian cerdas di Indonesia melalui riset berkelanjutan pada Smart Greenhouse dan Plant Factory, memperkuat kolaborasi antara kedua negara, dan berkontribusi pada ketahanan pangan yang lebih baik di masa depan,” ungkap Rektor IPB University, Prof Arif Satria ketika meresmikan fasilitas ini, Kamis, 17 Oktober 2024.

Baca juga: Industri Modul Surya di Indonesia, CTIS: Ada Peluang Besar Penuhi Permintaan Global

Inisiatif ini didanai oleh pemerintah Korea melalui Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan (MAFRA), Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (MSIT), dan Kementerian Administrasi Pembangunan Pedesaan (RDA), serta melibatkan IPB University sebagai mitra kerja sama di Indonesia.

Dalam proyek ini, berbagai lembaga dari Korea turut berkontribusi, termasuk Sherpa Space Co Ltd, Badan Penelitian dan Penyuluhan Pertanian Gyeonggi-do, Korean Institute of Machinery and Materials (KIMM), Korean Scientific Technique Industry, Mokpo National University, Greenplus, Woowon MNE, dan Korea Conformity Laboratories (KCL).

President of Sherpa Space Inc, Choa Mun Yun mengatakan bahwa di industri pertanian, ada peningkatan signifikan dalam adopsi teknologi smart farming. 

Read also:  PTBA Gelar Panen Raya Padi Hasil Implementasi Kalium Humat di Muara Enim

Ia juga menyebut, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, yang menjadi peluang besar bagi inovasi pertanian berbasis teknologi.

“Kolaborasi erat antara Indonesia dan Korea Selatan berperan penting dalam mempercepat penerapan smart farm di Indonesia. Kolaborasi ini membuka peluang kerja sama internasional untuk mengoptimalkan sektor pertanian,” ucapnya.

Penanggung jawab proyek kerja sama, Dr Slamet Widodo menguraikan, proyek yang telah berlangsung sejak April 2021 ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi pertanian berbasis kontrol lingkungan yang terintegrasi secara cerdas.

“Fasilitas yang diresmikan hari ini menjadi simbol penting inovasi pertanian masa depan Indonesia. Fasilitas ini didukung dengan teknologi terkini dan ramah lingkungan yang memungkinkan pengelolaan pertumbuhan tanaman secara efisien, optimal dan berkelanjutan,” ungkapnya.

“Dengan berbagai teknologi yang dimiliki, menjadikan fasilitas ini sebagai salah satu fasilitas riset dan pengembangan pertanian di lingkungan terkendali atau Controlled Environment Agriculture (CEA) paling advanced di Indonesia,” imbuh dosen IPB University di Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian ini.

Plant Factory

Teknologi cerdas yang digunakan dalam Plant Factory terdiri dari Sherpa Ray yang merupakan sistem pencahayaan dengan teknologi dynamic lighting. 

Spektrum cahaya yang dihasilkan dapat disesuaikan (tunable) sesuai dengan kebutuhan tanaman pada berbagai tahap pertumbuhan.

Dengan teknologi LED yang dilengkapi quantum dot film, Sherpa Ray mampu menghemat hingga 55 persen energi dibandingkan teknologi pencahayaan konvensional, sekaligus meningkatkan kualitas dan produktivitas panen.

Selain itu, sistem hidroponik juga dirancang dan diterapkan untuk meningkatkan kualitas tanaman melalui penggunaan sistem otomatisasi pemberian nutrisi dan air (fertigasi) yang dapat dimonitor secara real-time. Sistem fertigasi presisi ini selain menghemat air, juga memastikan penyediaan nutrisi yang tepat sesuai tahap pertumbuhan tanaman.

Read also:  Optimalkan Potensi Cadangan Migas, PHKT Siapkan Pengeboran Sumur Infill di Selat Makassar

Baca juga: Identifikasi Isu Green Mining, Kementerian ESDM Gelar Seminar Alih Fungsi Tambang Berkelanjutan

Fasilitas Plant Factory juga dilengkapi dengan sistem pendingin hybrid yang menggunakan penggabungan sistem dehumidifikasi dan penyejuk udara berbahan bakar gas ramah lingkungan. 

Teknologi ini tidak hanya menjaga keseragaman suhu di dalam ruangan, tetapi juga menghasilkan emisi CO dan NOx yang sangat rendah, mendukung operasi yang lebih bersih dan hemat energi.

Tak hanya itu, gas CO2 yang dihasilkan juga tidak dilepaskan ke udara begitu saja. Penggunaan smart CO2 controller yang dirancang khusus, gas ini ditangkap dan disalurkan ke dalam ruang budi daya untuk memperkaya kandungan CO2 sehingga dapat meningkatkan laju fotosintesis dan produktivitas tanaman.

“Plant Factory ini rencananya akan ditanami dengan strawberry Korea yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan banyak diminati di Indonesia,” ujar Dr Slamet.

Sementara itu, Smart Greenhouse yang dibangun juga dilengkapi dengan teknologi yang tidak kalah canggih. Konstruksi greenhouse bertipe venlo ini dirancang dengan standar industri sebagaimana banyak dijumpai di negara-negara maju. 

Greenhouse ini dilengkapi dengan kipas sirkulasi dan sistem fogging yang dirancang untuk mengendalikan suhu dan kelembaban udara.

Pengendalian suhu juga didukung oleh ventilasi atap, screen penyaring cahaya horizontal, dan udara dingin yang diproduksi oleh chiller yang kemudian dihembuskan pada zona terbatas di sekitar tanaman melalui saluran/tunnel khusus menggunakan blower. 

Read also:  Optimalkan Potensi Cadangan Migas, PHKT Siapkan Pengeboran Sumur Infill di Selat Makassar

Sistem ini mampu meningkatkan efisiensi fotosintesis hingga 30 persen dibandingkan dengan greenhouses konvensional karena dapat mengontrol kelembaban dan suhu secara presisi.

Greenhouse juga dilengkapi sistem pengayaan CO2 berupa pipa-pipa khusus yang menghembuskan CO2 di sekitar tanaman serta sistem kendali khusus untuk menjaga konsentrasi CO2 berada pada level yang diinginkan. Greenhouse ini juga menggunakan energi terbarukan dari solar panel untuk memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan energinya.

Rencananya, di greenhouse ini akan ditanami dengan melon Korea, tomat, dan tanaman herbal Cissus quadrangularis. Ke depannya akan banyak jenis tanaman bernilai ekonomis tinggi lain yang dapat dikembangkan di greenhouse ini.

Ke depan, fasilitas Smart Greenhouse dan Plant Factory ini akan dikembangkan sebagai pusat riset dan pengembangan teknologi terkait plant phenotyping/phenomics dan sistem produksi tanaman di lingkungan terkendali. 

Fasilitas ini juga akan digunakan untuk pelatihan/training dan sertifikasi untuk menyiapkan tenaga terampil dalam pengelolaan greenhouse dan Plant Factory.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah fasilitas ini diharapkan menjadi wahana agro edutourism khususnya bagi para pelajar dan generasi muda sebagai showcase teknologi pertanian maju sehingga menumbuhkan minat mereka untuk terjun dan turut memajukan pertanian Indonesia.

“Kami sangat terbuka dan mengundang seluruh stakeholders, mitra perguruan tinggi, badan litbang pemerintah, dan private sector untuk berkolaborasi memanfaatkan fasilitas yang baru diresmikan ini untuk pendidikan, penelitian maupun pelatihan untuk menyiapkan sumber daya manusia pertanian maju”, tegas Prof Slamet Budijanto, Dekan Fateta IPB University terkait tindak lanjut pemanfaatan fasilitas Smart Greenhouse dan Plant Factory yang baru diresmikan ini. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PTBA Gelar Panen Raya Padi Hasil Implementasi Kalium Humat di Muara Enim

Ecobiz.asia — PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menggelar panen raya hasil implementasi kalium humat di Desa Tanjung Karangan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim,...

Optimalkan Potensi Cadangan Migas, PHKT Siapkan Pengeboran Sumur Infill di Selat Makassar

Pengeboran ini merupakan bagian langkah strategis pengelolaan lapangan tua (mature) untuk menjaga keberlanjutan operasi dan produksi migas PHKT dengan cara mengoptimalkan potensi cadangan dari lapangan yang sudah beroperasi.

PT Mifa Bersaudara Uji Coba Prime Mover Listrik untuk Hauling Batu Bara

Ecobiz.asia -- PT Mifa Bersaudara, perusahaan tambang batubara berbasis di Aceh terus memperkuat komitmen keberlanjutan (sustainability) dalam operasional pertambangan dengan menyiapkan penggunaan kendaraan listrik...

Riset ITB Ungkap Potensi Mikroalga untuk Penangkapan Karbon di Indonesia

Ecobiz.asia — Peneliti Kelompok Keahlian Biokimia dan Rekayasa Biomolekul FMIPA ITB, Alfredo Kono, menyampaikan bahwa mikroalga memiliki potensi menjadi solusi berbasis alam untuk mitigasi...

PLN Kembangkan Inovasi GCA, Optimalkan Pemanfaatan FABA untuk Pemulihan Kualitas Air

Ecobiz.asia -- PT PLN (Persero) terus mengoptimalkan pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) atau abu sisa pembakaran batu bara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap...

TOP STORIES

Govt Reviews Scheme as Norway Eyes Carbon Credits from Indonesia Floating Solar Projects

Ecobiz.asia — The government is currently reviewing the scheme in greater detail, including assessing long-term price considerations and mechanisms to ensure that potential funding...

Gold Standard Rilis Metodologi Kredit Karbon untuk Proyek Pensiun Dini PLTU

Ecobiz.asia — Lembaga sertifikasi iklim Gold Standard meluncurkan metodologi baru untuk mendukung percepatan pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara sekaligus memastikan transisi...

Pakar IPB: Perdagangan Karbon Sah dalam Perspektif Ekonomi Syariah

Ecobiz.asia — Perdagangan karbon dinilai dapat diterima dalam perspektif ekonomi syariah sepanjang memenuhi prinsip transparansi, verifikasi ilmiah, serta bebas dari unsur spekulasi dan riba. Ketua...

Dua Perusahaan Besi dan Baja Segera Disidangkan Atas Pidana Lingkungan, KLH Tak Toleransi Pencemar

Ecobiz.asia — Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyerahkan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan tindak...

Indonesia Removes Sea Sand Export Provision in New Marine Sedimentation Rule

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Marine Affairs and Fisheries has issued a new regulation revising the implementation rules for managing marine sedimentation, including the...