Anggrek Spesies Baru Ditemukan di Kalimantan, Namanya Bulbophyllum bukitrayaense

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Tim ekspedisi Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) berhasil menemukan spesies baru anggrek dari genus Bulbophyllum di kawasan Gunung Bukit Raya, Kalimantan Tengah. 

Anggrek yang ditemukan pada ketinggian sekitar 1.320 meter itu telah diakui secara ilmiah dan dipublikasikan dalam jurnal internasional pada 9 Mei 2025 dengan nama Bulbophyllum bukitrayaense.

Penamaan spesies ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap lokasi penemuan di kawasan hutan hujan tropis Kalimantan yang masih menyimpan keanekaragaman hayati luar biasa.

Read also:  Bahlil Assures No Increase in Subsidized Fuel Prices through End-2026

Baca juga: Indonesia Luncurkan Program Konservasi Hutan dan Gambut di Riau, Didukung UN-REDD dan Pemerintah Inggris

Menurut siaran pers Kementerian Kehutanan, Bulbophyllum bukitrayaense memiliki kemiripan morfologis dengan B. scabrum Vermeulen & Lamb, terutama pada permukaan bawah labellum yang bergelombang dua kali lipat. 

Namun, spesies baru ini memiliki sejumlah karakteristik pembeda seperti bentuk labellum yang menyerupai roket, ukuran panjang dan lebar labellum yang khas, serta ovarium yang ditutupi oleh indumentum papilosa-muriculate.

Read also:  Sustainability Report Berbasis PSPK 1 dan 2 Mulai 2027, Perusahaan Perlu Segera Bersiap

Tanaman ini juga menyerupai B. ovalifolium namun berbeda secara signifikan dalam struktur kelopak dan permukaan labellum.

Genus Bulbophyllum sendiri merupakan salah satu kelompok anggrek terbesar di dunia dengan sekitar 2.000 spesies yang diketahui, hampir 300 di antaranya ditemukan di Kalimantan. 

Sejak penerbitan monografi Bulbophyllum of Borneo, eksplorasi botani di kawasan ini semakin intensif dan terus menghasilkan temuan taksa baru.

Baca juga: Dua Anak Harimau Sumatra Lahir di Sanctuary Barumun, Tiga Individu Baru Badak Jawa Terpantau di Ujung Kulon

Read also:  Badan Pengelola Gambut Ditargetkan Terbentuk Pekan Depan, Menhut Rancang Draft Perpres

Kementerian Kehutanan menyatakan bahwa penemuan ini membuktikan pentingnya konservasi dan eksplorasi lanjutan di wilayah Kalimantan. 

“Potensi biodiversitas Kalimantan masih sangat besar dan perlu terus dijaga serta diteliti demi pelestarian alam dan warisan hayati bangsa,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Krisdianto, dalam keterangan tertulisnya.

Penemuan Bulbophyllum bukitrayaense dinilai sebagai salah satu capaian penting dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Ambisi 100 GWp Terancam Jadi Narasi Panggung, COP31 Jadi Momentum Pembuktian Prabowo

Ecobiz.asia — Ambisi pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) hingga 2029 berisiko berhenti sebagai komitmen di panggung internasional...

Indonesia Dorong Pendanaan Konkret untuk Transisi Energi Berkeadilan di COP31

Ecobiz.asia — Indonesia akan mendorong realisasi dukungan pendanaan, penguatan kapasitas, dan bantuan teknis bagi negara berkembang dalam pelaksanaan transisi energi berkeadilan pada Konferensi Perubahan...

MADANI Desak Penguatan Hukum IBSAP, Perkuat Perlindungan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Ecobiz.asia — Sebanyak 14,84 juta hektare areal bernilai keanekaragaman hayati tinggi (ABKT) di Indonesia berada di luar sistem perlindungan kawasan hutan formal, sementara 5,91...

RUU Pengendalian Perubahan Iklim Berkeadilan Dibawa ke COP31

Ecobiz.asia — Indonesia menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengendalian Perubahan Iklim Berkeadilan sebagai salah satu inisiatif yang akan dibawa ke Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-31...

Tobat Ekologis, 2.649 Sekolah Jalankan Aksi Pengelolaan Sampah hingga Konservasi Energi

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggerakkan 2.649 sekolah di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota untuk menjalankan aksi lingkungan terukur selama...

TOP STORIES

Ambisi 100 GWp Terancam Jadi Narasi Panggung, COP31 Jadi Momentum Pembuktian Prabowo

Ecobiz.asia — Ambisi pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) hingga 2029 berisiko berhenti sebagai komitmen di panggung internasional...

Indonesia Dorong Pendanaan Konkret untuk Transisi Energi Berkeadilan di COP31

Ecobiz.asia — Indonesia akan mendorong realisasi dukungan pendanaan, penguatan kapasitas, dan bantuan teknis bagi negara berkembang dalam pelaksanaan transisi energi berkeadilan pada Konferensi Perubahan...

Pertamina Explores Sustainable Aviation Fuel From Urban Waste, Partners With PAL Jaya

Ecobiz.asia – Indonesia’s state-owned energy company PT Pertamina (Persero) is exploring the use of urban fat, oil and grease (FOG) waste as an alternative...

ICAO Joins Alliance to Boost Carbon Credit Supply for Aviation

Ecobiz.asia – The International Civil Aviation Organization (ICAO) has joined an alliance of more than 80 stakeholders working to accelerate the supply of eligible...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...