PERHAPI Rilis Buku Ekonomi Hijau Pertambangan sebagai Acuan Pengelolaan Berkelanjutan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) merilis buku ekonomi hijau sebagai acuan pengelolaan sektor pertambangan dan daerah penghasil sumber daya alam secara berkelanjutan.

Ketua Bidang Kajian Pasca Tambang dan Ekonomi Hijau PERHAPI, Budi Hartono, mengatakan sektor pertambangan selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi nasional, mulai dari penerimaan negara hingga penyerapan tenaga kerja. Namun, menurut dia, tantangan terbesar adalah memastikan kesejahteraan masyarakat setelah aktivitas tambang berhenti.

Read also:  Rampungkan Proyek Strategis SNB AOI 1-3-5, Pertamina Hulu Mahakam Perkuat Pasokan Gas untuk Ketahanan Energi Nasional

“Tidak mudah menyandingkan istilah ‘hijau’ dengan industri tambang. Namun kegiatan penambangan pasti berakhir, sehingga perencanaan pascatambang harus matang,” kata Budi saat peluncuran buku pada Temu Profesi Tahunan (TPT) PERHAPI ke-34 di Palembang, Senin (11/11/2025).

PERHAPI mendorong transformasi menuju ekonomi hijau melalui program pemberdayaan masyarakat dan reklamasi sebagai penggerak awal ekonomi kawasan pascatambang.

Ketua Umum PERHAPI, Sudirman Widhy Hartono, menegaskan bahwa masyarakat di sekitar tambang tidak boleh terus bergantung pada roda ekonomi perusahaan. Ia menilai transformasi ekonomi pertambangan harus dimulai sejak dini.

Read also:  Rampungkan Proyek Strategis SNB AOI 1-3-5, Pertamina Hulu Mahakam Perkuat Pasokan Gas untuk Ketahanan Energi Nasional

“Perusahaan harus menyiapkan kehidupan ekonomi pascatambang melalui program pemberdayaan dan perencanaan jangka panjang,” ujarnya.

Menurut Sudirman, optimalisasi Dana Bagi Hasil (DBH) SDA Minerba dan sinkronisasi kebijakan dapat memperkuat ekonomi hijau di wilayah tambang. “Konsep keberlanjutan berarti masyarakat tetap sejahtera ketika tambang berhenti beroperasi,” katanya.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM, Surya Herjuna, mengatakan industri pertambangan kerap membentuk kawasan ekonomi baru di sekitar lokasi operasi. Karena itu, perencanaan pascatambang harus memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Read also:  Rampungkan Proyek Strategis SNB AOI 1-3-5, Pertamina Hulu Mahakam Perkuat Pasokan Gas untuk Ketahanan Energi Nasional

“Pascatambang tidak hanya urusan lingkungan, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa tetap menjalankan kegiatan ekonomi setelah operasi tambang berakhir,” ujarnya.

Surya mengapresiasi langkah PERHAPI yang menempatkan masyarakat sebagai fokus utama perencanaan pascatambang. “Itu harus masuk dalam dokumen pascatambang karena mereka yang akan menggerakkan ekonomi kawasan ke depan,” katanya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Rampungkan Proyek Strategis SNB AOI 1-3-5, Pertamina Hulu Mahakam Perkuat Pasokan Gas untuk Ketahanan Energi Nasional

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), berhasil merampungkan Proyek Pengembangan Sisi Nubi Area of...

PHR Resmikan EPF Libo GS untuk Perkuat Produksi dan Keandalan Operasi Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan mengoperasikan Early Production Facility (EPF) baru di Libo Gathering Station (GS), Kabupaten Siak, Riau, untuk...

NHM Kembangkan Pertanian Modern 10 Hektare di Kao Barat untuk Dukung Ketahanan Pangan

Ecobiz.asia -- PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mendorong modernisasi sektor pertanian di Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melalui penerapan teknologi dan...

WRI Indonesia Dorong Penguatan Data dan MRV Emisi Metana Sektor Persampahan

Ecobiz.asia -- World Resources Institute (WRI) Indonesia mendorong penguatan kualitas data persampahan dan sistem measurement, reporting, and verification (MRV) untuk mempercepat upaya pengurangan emisi...

Schneider Electric Hadirkan Altivar HVAC ATH600 untuk Dorong Efisiensi Energi Bangunan

Ecobiz.asia -- Kebutuhan meningkatkan efisiensi energi sekaligus menjaga keandalan operasional bangunan mendorong Schneider Electric menghadirkan Altivar HVAC ATH600, variable speed drive (VSD) yang dirancang...

TOP STORIES

Industri Kelola Emisi Karbon Layak Dapat ‘Sweetener’ Pembiayaan, Persiapan Hadapi CBAM

Ecobiz.asia – Industri nasional didorong mulai menghitung emisi karbon dari kegiatan operasional sebagai langkah awal menghadapi tuntutan perdagangan global yang semakin rendah karbon. Pelaku usaha...

PGE Dorong Pengembangan Panas Bumi Berbasis Konservasi Satwa Endemik, Kembangkan Agroforestri Aren

Ecobiz.asia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong, Sulawesi Utara, mengembangkan konservasi keanekaragaman hayati dengan melindungi satwa endemik Yaki (Macaca nigra) sekaligus...

Lakukan Studi Penangkapan dan Penyimpangan Karbon (CCS/CCUS), Pertamina Ungkap Target Tahap Comissioning

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) tengah mengembangkan 11 studi carbon capture and storage (CCS) dan carbon capture, utilization, and storage (CCUS) yang diarahkan untuk...

Verra Dapat Persetujuan ICVCM untuk Metodologi CCS, Empat Modul Dinyatakan Penuhi Standar CCP

Ecobiz.asia – Metodologi carbon capture and storage (CCS) milik Verra mendapat persetujuan dari Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM) berdasarkan Core Carbon...

Pertamina Siapkan 8 Inisiatif Bisnis Energi Rendah Karbon, Dari Hidrogen hingga Biofuel

Ecobiz.asia — Pertamina menyiapkan sejumlah bisnis energi rendah karbon, mulai dari biofuel, panas bumi, PLTS dan penyimpanan energi hingga CCS/CCUS dan hidrogen hijau, sebagai...