Bangun Pasar Karbon Berintegritas, Kemenhut Tampung Masukan Internasional dalam Penyusunan Regulasi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) tengah memfinalisasi regulasi turunan dari Peraturan Presiden (Perpres) 110/2025 sebagai pondasi pengembangan kredit karbon kehutanan yang berintegritas tinggi dan sejalan dengan standar internasional.

Hal tersebut disampaikan Direktur Bina Usaha Pemanfaatan Hutan, Ilham, saat memberikan keynote speech dalam sesi bertajuk “Navigating Indonesia’s Carbon Market: Challenges, Opportunities and the Road Ahead” di Paviliun Indonesia pada COP30 UNFCCC di Belém, Sabtu (15/11/2025).

Ilham mengatakan penyusunan peraturan menteri kehutanan telah memasuki tahap akhir, namun Kemenhut masih membuka ruang dialog dengan pemangku kepentingan global untuk memastikan seluruh ketentuan benar-benar selaras dengan metodologi internasional. “Sebelum aturan ini dirilis, kami ingin seluruh pemangku kepentingan, termasuk dari internasional, memberikan masukan,” ujarnya.

Read also:  Kementerian ESDM Siapkan Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Energi, Incar Pendanaan Potensial US$7,7 Miliar

Ia menjelaskan bahwa Kemenhut memiliki mandat untuk memastikan setiap proyek karbon memenuhi prinsip kualitas, mulai dari penyusunan dokumen proyek (PDD), penerapan prinsip universal yang mengikuti standar internasional, hingga penguatan sistem assurance yang terintegrasi dengan proses perizinan.

Ilham menegaskan pentingnya pembagian manfaat yang adil kepada masyarakat serta perlindungan keanekaragaman hayati dan lingkungan agar proyek karbon tidak menimbulkan konflik sosial maupun tenurial.

Read also:  ESDM Catat 120 Proyek Karbon Masuk Pipeline, Nilainya Capai Rp1,7 Triliun

Dalam sesi yang sama, International Policy Director International Emissions Trading Association (IETA) Andrea Bonzanni menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan utama dalam perdagangan karbon di semua segmen.

Dia menyoroti perubahan besar pada pasar karbon sukarela dalam beberapa tahun terakhir, terutama meningkatnya permintaan terhadap kredit berkualitas tinggi. “Pengembang proyek perlu fokus menghasilkan kredit yang berkualitas dan berintegritas tinggi,” ujar Bonzanni.

Read also:  Indonesia Siap Jual 30 Juta Ton Kredit Karbon FOLU ke Pasar Global Awal Juli 2026

Head of Carbon Neutralization Science and Strategy Amazon, Jamey Mulligan, juga mengatakan tentang kebutuhan akan pasokan kredit karbon berkualitas.

Dia menjelaskan, bahwa Amazon telah berkomitmen mencapai net-zero pada 2040 sesuai Climate Pledge yang diluncurkan perusahaan pada 2019.

Komitmen itu mencakup dekarbonisasi emisi di seluruh rantai nilai perusahaan serta pemanfaatan kredit karbon berkualitas tinggi untuk menyeimbangkan sisa emisi yang tidak dapat dihilangkan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pasokan Kredit Karbon Melimpah, Indonesia Perlu Perkuat Permintaan Pasar

Ecobiz.asia – Tantangan terbesar pengembangan pasar karbon Indonesia saat ini bukan lagi kualitas kredit karbon yang dihasilkan, melainkan bagaimana menciptakan permintaan yang mampu menyerap...

KLH Luncurkan SIGN SMART Robust, Perkuat Transparansi Data Emisi Karbon Nasional

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meluncurkan Sistem Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional (SIGN SMART Robust) untuk memperkuat kualitas, transparansi, dan...

KLH Rancang Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Limbah, Siapkan Peta Jalan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tengah menyiapkan regulasi dan peta jalan perdagangan karbon sektor limbah sebagai bagian dari penguatan implementasi...

Indonesia Siap Jual 30 Juta Ton Kredit Karbon FOLU ke Pasar Global Awal Juli 2026

Ecobiz.asia – Indonesia siap melakukan penjualan perdana kredit karbon sektor forest and other land use (FOLU) ke pasar global pada awal Juli 2026 dengan...

Cara Petani Manfaatkan Peluang Ekonomi melalui Perdagangan Karbon, Wamen LH: Jadi Tambahan Penghasilan

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mendorong petani memanfaatkan peluang ekonomi dari perdagangan karbon melalui pembentukan...

TOP STORIES

DEN Dorong Indonesian Bioenergy Index untuk Percepat Pengembangan Bioenergi Nasional

Ecobiz.asia – Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong pembentukan Indonesian Bioenergy Index (IBI) sebagai acuan harga nasional bioenergi guna mempercepat pengembangan bioenergi dan mendukung target...

Kemenhut Siapkan Aturan Baru Pengenaan Sanksi Administratif, Buka Ruang Masukan Publik

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan tengah menyiapkan regulasi baru untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum administratif di sektor kehutanan melalui penyusunan Peraturan Menteri Kehutanan tentang...

Minta PLN Segera Atasi Pemadaman Bergilir, Bahlil Singgung Manajemen Logistik Batu bara

Ecobiz.asia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta PT PLN (Persero) segera mengambil langkah mitigasi yang terukur dan komprehensif untuk...

Agrinas Palma, South Korean Consortium Explore Green Energy Development from Palm Waste

Ecobiz.asia — Indonesia's state-owned plantation company PT Agrinas Palma Nusantara is exploring a partnership with a South Korean consortium to develop green energy and...

Indonesia, Malaysia and Thailand Advance Joint Environmental Agenda at IMT-GT Meeting

Ecobiz.asia — Indonesia, Malaysia and Thailand have reaffirmed their commitment to strengthening regional cooperation on climate resilience and environmental sustainability, with a renewed focus...