Indonesia Tekankan Pentingnya Harmonisasi Nasional dalam Pembentukan Pendanaan Hutan Tropis TFFF dan TFIF

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Indonesia menegaskan pentingnya harmonisasi kebijakan nasional dalam proses pembentukan Tropical Forest Finance Facility (TFFF) dan Tropical Forest Investment Fund (TFIF), sebagai upaya memastikan mekanisme pendanaan global bagi perlindungan hutan tropis selaras dengan prioritas nasional.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim, Haruni Krisnawati, dalam pertemuan informal TFFF di Blue Zone, Belém, Brasil, Jumat (14/11/2025), yang mempertemukan perwakilan Brasil, Indonesia, Jerman, Norwegia, dan Prancis.

Read also:  Kemenhut Terbitkan Permenhut 7/2026, Sederhanakan Pemanfaatan Karbon di Kawasan Konservasi

Pertemuan tersebut membahas langkah lanjutan pascapeluncuran TFFF dan TFIF pada 6 November 2025, termasuk desain kelembagaan dan persyaratan teknis yang perlu dipenuhi negara-negara peserta.

Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Brasil sebagai inisiator pembentukan TFFF dan menyambut baik inisiatif global ini. Namun, Indonesia menegaskan bahwa mekanisme pendanaan baru harus selaras dengan arsitektur iklim nasional agar implementasinya efektif dan tidak tumpang tindih dengan kelembagaan yang sudah ada.

Read also:  Target Dedieselisasi Dinilai Perlu Diperluas ke PLTU, PLTG

Haruni menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia saat ini tengah melakukan koordinasi lintas kementerian, dipimpin Kementerian Koordinator, untuk menyusun posisi nasional terkait tata kelola TFFF dan TFIF. Proses ini dinilai penting untuk memastikan kejelasan peran dan tanggung jawab serta harmonisasi dengan kebijakan yang sedang berjalan.

Indonesia juga menekankan bahwa negara telah memiliki Sistem Monitoring Hutan Nasional (SIMONTANA) sebagai basis pemantauan hutan tropis. Pemerintah, menurut Haruni, terus memperbarui metodologi teknis terkait definisi, sumber data, pelaporan, transparansi, dan verifikasi agar selaras dengan persyaratan TFFF dan masuk dalam kriteria kelayakan.

Read also:  Gakkum Kemenhut Bongkar Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, Tahan WNA Vietnam

Indonesia menyatakan siap melanjutkan dialog teknis dan kolaborasi dengan seluruh mitra untuk menyempurnakan desain TFFF dan TFIF. Indonesia menegaskan komitmennya memastikan bahwa inisiatif pendanaan global tersebut memberikan manfaat nyata bagi perlindungan hutan tropis sekaligus tetap sejalan dengan sistem nasional yang telah dibangun. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Induk dan Anak Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Bengkulu, Kemenhut Lakukan Investigasi

Ecobiz.asia — Dua individu Gajah Sumatra ditemukan mati di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kasus tersebut tengah dalam proses investigasi untuk...

Presiden Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun, dari Biodiesel hingga Pengolahan Pala

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Langkah ini menjadi...

Laba Melonjak 4,5 Kali Lipat, Samator Indo Gas Awali 2026 dengan Momentum Kuat

Ecobiz.asia -- PT Samator Indo Gas Tbk (IDX: AGII) membuka tahun 2026 dengan performa yang mengesankan. Di tengah dinamika dunia usaha dan kebutuhan sektor...

Volume Naik, Fondasi Menguat: Samindo Jaga Ritme di Awal 2026

Ecobiz.asia -- Awal tahun menjadi panggung konsistensi bagi PT Samindo Resources Tbk (MYOH). Di tengah dinamika industri pertambangan batubara, Perseroan membuka 2026 dengan ritme...

Menteri Jumhur Resmi Nahkodai KLH, Tekankan Environmental Ethics sebagai Kunci Perlindungan Bumi

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) melakukan serah terima jabatan Menteri LH/Kepala BPLH dari Hanif Faisol Nurofiq kepada Moh. Jumhur Hidayat...

TOP STORIES

Asia Pacific Ports Advance Cross-Sector Hydrogen and E-Fuel Development

Ecobiz.asia — Ports across the Asia Pacific are accelerating efforts to develop hydrogen and e-fuel ecosystems through cross-sector collaboration, positioning the region as a...

Two Sumatran Elephants Found Dead in Bengkulu, Investigation Underway

Ecobiz.asia — Two Sumatran elephants have been found dead in Mukomuko Regency, Bengkulu Province, prompting an investigation by Indonesia’s Ministry of Forestry to determine...

Induk dan Anak Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Bengkulu, Kemenhut Lakukan Investigasi

Ecobiz.asia — Dua individu Gajah Sumatra ditemukan mati di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kasus tersebut tengah dalam proses investigasi untuk...

Vale Perkuat Kinerja ESG 2025, Investasi Lingkungan Naik 54,3%

Ecobiz.asia — PT Vale Indonesia Tbk memperkuat kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) sepanjang 2025 dengan peningkatan signifikan investasi lingkungan...

PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya Gandeng Xurya Resmikan PLTS Atap Terbesar di Indonesia Berkapasitas 22,5 MW

Ecobiz.asia -- Kebutuhan energi yang besar dan berkelanjutan di sektor industri mendorong semakin banyak pelaku manufaktur mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam...