PIS Tegakkan Standar Keselamatan Kelas Dunia, Bawa Merah Putih Berlayar di Lautan Global

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Pertamina International Shipping (PIS) terus memperkuat kiprahnya di jalur pelayaran internasional dengan mengedepankan standar keselamatan dan keberlanjutan berkelas dunia. Melalui penerapan sistem manajemen HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) yang terintegrasi, PIS memastikan seluruh armada dan awak kapalnya beroperasi secara aman, andal, dan ramah lingkungan.

Direktur Armada PIS Muhammad Irfan Zainul Fikri mengatakan, setiap pelayaran membawa tanggung jawab untuk menjaga nama baik Indonesia di kancah global.

“Berlayar membawa bendera Indonesia berarti membawa nama bangsa. Karena itu, kami membekali seluruh kapal dan awak PIS dengan keterampilan dan disiplin yang tidak hanya memenuhi, tetapi melampaui standar keselamatan dunia maritim,” ujar Irfan di Jakarta, Senin (10/11/2025).

Read also:  Ceria Corp Dukung Percepatan Koperasi Merah Putih di Lingkar Tambang Kolaka

Sebagai Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina, PIS menegakkan standar keselamatan yang mengacu pada ketentuan nasional dan internasional, termasuk regulasi dari SKK Migas, Ditjen Migas, Kementerian Perhubungan, serta pedoman International Maritime Organization (IMO), MARPOL, Safety of Life at Sea (SOLAS), dan Standards of Training, Certification, and Watchkeeping for Seafarers (STCW).

Hingga 2025, sebanyak 84 kapal PIS telah memenuhi standar inspeksi internasional Ship Inspection Report Programme (SIRE), yang menjadi acuan keselamatan kapal tanker global. Selain itu, PIS juga menerapkan Tanker Management and Self-Assessment (TMSA) yang dibakukan oleh The Oil Companies International Marine Forum (OCIMF) sebagai tolok ukur pemenuhan aspek HSSE di terminal-terminal internasional.

Read also:  PGN Perkuat Integrasi Infrastruktur Gas untuk Perluas Akses Energi Bersih

“Setiap pelaut PIS dibekali kemampuan yang tidak hanya sesuai regulasi internasional, tetapi juga membentuk mental tangguh dan budaya kerja yang berorientasi keselamatan,” tambah Irfan.

Seluruh awak kapal diwajibkan mengikuti berbagai pelatihan dan sertifikasi keselamatan, termasuk sertifikasi keamanan kapal untuk memastikan kesiapan menghadapi kondisi darurat dan menjaga keselamatan kargo serta kru. Saat ini, PIS telah mencapai nilai 3,05 dalam standar manajemen kapal TMSA, yang digunakan untuk mengukur dan meningkatkan sistem manajemen keselamatan dan operasional perusahaan pelayaran tanker.

Read also:  Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Meski Dua Kapal Masih Tertahan di Selat Hormuz

Selain penguatan sistem keselamatan, PIS juga terus menumbuhkan budaya keberlanjutan melalui inovasi operasional dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung transisi energi dan ketahanan energi nasional.

“Sebagai bagian dari Pertamina Group, PIS berkomitmen menjadi perusahaan logistik dan transportasi energi terintegrasi kelas dunia. Kami terus menghadirkan inovasi berkelanjutan serta mengembangkan talenta unggul untuk membawa nama Indonesia di kancah global,” tutup Irfan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGN Perkuat Integrasi Infrastruktur Gas untuk Perluas Akses Energi Bersih

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas PT Pertamina (Persero), terus memperkuat pengembangan infrastruktur gas bumi nasional guna memperluas akses energi...

Chandra Asri Pasok Aspal Plastik Daur Ulang di Proyek Jalan PLTU Jawa 9 dan 10

Ecobiz.asia — Produsen petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk memasok material plastik daur ulang untuk campuran aspal plastik yang digunakan pada pembangunan jalan di...

PGE Bidik Rekor Produksi Listrik 5.255 GWh pada 2026, Begini Caranya

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menargetkan produksi listrik mencapai sekitar 5.255 gigawatt hour (GWh) pada 2026 atau tumbuh sekitar 3,14% secara...

PLN Nusantara Power Percepat Pengembangan PLTS Terapung Karangkates 100 MW

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power melalui anak usahanya PLN Nusantara Renewables mempercepat pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung Karangkates yang berlokasi...

Elnusa Realisasikan 95% Capex 2025 untuk Perkuat Teknologi dan Kapasitas Layanan Energi

Ecobiz.asia — PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) terus memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis melalui realisasi belanja modal (capital expenditure/Capex) yang solid sepanjang 2025. Perusahaan jasa...

TOP STORIES

Gold Standard Rilis Metodologi Kredit Karbon untuk Proyek Pensiun Dini PLTU

Ecobiz.asia — Lembaga sertifikasi iklim Gold Standard meluncurkan metodologi baru untuk mendukung percepatan pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara sekaligus memastikan transisi...

Pakar IPB: Perdagangan Karbon Sah dalam Perspektif Ekonomi Syariah

Ecobiz.asia — Perdagangan karbon dinilai dapat diterima dalam perspektif ekonomi syariah sepanjang memenuhi prinsip transparansi, verifikasi ilmiah, serta bebas dari unsur spekulasi dan riba. Ketua...

Dua Perusahaan Besi dan Baja Segera Disidangkan Atas Pidana Lingkungan, KLH Tak Toleransi Pencemar

Ecobiz.asia — Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyerahkan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan tindak...

Indonesia Removes Sea Sand Export Provision in New Marine Sedimentation Rule

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Marine Affairs and Fisheries has issued a new regulation revising the implementation rules for managing marine sedimentation, including the...

KKP Terbitkan Permen KP 6/2026, Ketentuan Ekspor Pasir Laut Dihapus

Ecobiz.asia — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 6 Tahun 2026 yang mengubah ketentuan pelaksanaan pengelolaan...