Pertamina Drilling Gandeng PGI Technologies Adopsi Teknologi Pemboran Lateral

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperluas kolaborasi internasional di bidang teknologi pemboran dengan menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama perusahaan teknologi energi asal Uni Emirat Arab, PGI Technologies Perfobore.

Penandatanganan MoU yang digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA), dilakukan langsung oleh Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, dan disaksikan oleh Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Staf Ahli Kementerian ESDM Nanang Abdul Manaf, serta perwakilan manajemen Pertamina Group.

Kegiatan ini merupakan bagian dari International Engagement & Investment Forum yang diselenggarakan oleh KBRI UEA, Kementerian ESDM, SKK Migas, dan Pertamina, dengan dihadiri sejumlah perusahaan migas internasional, profesional migas Indonesia di UEA, dan mitra strategis sektor energi.

Read also:  ANTAM Catat Efisiensi Energi, Andalkan PLTS untuk Tekan Pemakaian BBM

MoU tersebut menandai langkah Pertamina Drilling dalam mengadopsi teknologi terkini Extended Reach Reservoir Access (ERRA) yang dikembangkan oleh PGI Technologies.

Teknologi pemboran lateral ini memungkinkan pengeboran horizontal ke 4–8 arah dalam satu lubang sumur, sehingga dapat memperluas area penyerapan reservoir dan meningkatkan efisiensi operasi.

Menurut Avep, kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi Pertamina Drilling dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional melalui inovasi teknologi yang adaptif dan berkelanjutan.

“Melalui kerja sama ini, Pertamina Drilling berharap dapat memperkuat jejaring global serta mempercepat transfer teknologi untuk mendukung kemandirian energi nasional. Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan kami dalam mengintegrasikan inovasi global dengan kapasitas nasional,” ujar Avep, Selasa (4/11/2025).

Read also:  Pertamina, Transjakarta Targetkan Uji Coba Bus Hidrogen pada 2028

Teknologi ERRA sebelumnya dikembangkan melalui studi riset oleh fungsi Technology Innovation (TI) PT Pertamina (Persero) dan ditindaklanjuti oleh Pertamina Drilling sebagai pelaksana di lapangan. Studi ini berfokus pada peningkatan produksi sumur-sumur depleted reservoir dan tight reservoir dengan luas area penyerapan yang lebih besar dibandingkan metode konvensional.

PGI Technologies tercatat telah menerapkan teknologi tersebut di lebih dari 155 sumur di berbagai negara, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Oman, Mesir, dan Rusia. Berdasarkan pengalaman di lapangan, peningkatan produksi dapat mencapai lima kali lipat pada batuan karbonat dan hingga sepuluh kali pada batuan pasir.

Read also:  APP Group Gabung Inisiatif RE100, Bidik 100% Listrik Terbarukan

Teknologi ini juga memiliki potensi penerapan lintas sektor, mulai dari migas, panas bumi (geothermal), hingga Carbon Capture and Storage (CCS) dan pertambangan.

Kerja sama ini sejalan dengan fokus Pertamina Drilling dalam memperkuat unit bisnis Directional Drilling dan mengembangkan inovasi pemboran berteknologi tinggi di Indonesia. MoU tersebut sekaligus menjadi tonggak awal penerapan teknologi ERRA di dalam negeri, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi dan efisiensi operasi di sektor hulu migas nasional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Agrinas Palma dan Pertamina Bidik Fasilitas FAME 600.000 Ton di Riau, Dukung Program Biodiesel B50

Ecobiz.asia – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia menjajaki pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) milik...

AIIB dan KfW Kolaborasi Dukung Ketahanan Iklim Indonesia, Siapkan Pembiayaan Hingga Total US$850 Juta

Ecobiz.asia – Bank Pembangunan Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank/AIIB) dan bank pembangunan Jerman, KfW, menjalin kerja sama untuk mendukung program adaptasi perubahan iklim...

PLTS Terapung Karangkates Capai 70% Konstruksi, Bidik Produksi Listrik Perdana Desember

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mencatat progres konstruksi infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur,...

PDC Bersama Pertamina dan PHE Kembangkan Teknologi Geokimia untuk Eksplorasi Hidrogen Alami, Seperti Apa?

Ecobiz.asia — PT Patra Drilling Contractor (PDC), PT Pertamina (Persero), dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengembangkan teknologi geokimia untuk mendukung eksplorasi hidrogen alami...

Tarif, Infrastruktur, Insentif Jadi Kendala Investasi Panas Bumi

Ecobiz.asia -- Keekonomian proyek, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan minimnya insentif fiskal masih menjadi tiga tantangan utama investasi panas bumi di Indonesia, meskipun sumber energi...

TOP STORIES

Singapura Periksa 10 Perusahaan Terkait Kabut Asap, Tegaskan Belum Ada Kesimpulan Pelanggaran

Ecobiz.asia – Pemerintah Singapura memeriksa dugaan keterkaitan 10 perusahaan yang terdaftar di negara tersebut dengan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang memicu kabut...

Indonesia Sees 3.9-GW Power Potential From Palm Oil Waste

Ecobiz.asia – Indonesia could generate up to 3.9 gigawatts (GW) of electricity from palm oil waste, according to the National Research and Innovation Agency...

AIIB, KfW Coordinate $850 Million in Climate Resilience Financing for Indonesia

Ecobiz.asia – The Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) and Germany’s KfW Development Bank are coordinating up to US$850 million in financing to support Indonesia’s...

Riau Seeks Faster ART-TREES Registration as International Carbon Buyers Await

Ecobiz.asia – Indonesia’s Riau provincial government is urging the central government to accelerate registration of its GREEN for Riau forest carbon program under the...

Potensi Dana Karbon Riau Besar, Konservasi Gambut dan Satwa Jadi Kunci

Ecobiz.asia – Potensi pendanaan dari pasar karbon berbasis hutan dan gambut di Riau perlu diiringi perlindungan ekosistem, termasuk pemulihan gambut dan konservasi satwa liar....