Babak Baru Sukowati, dari Lapangan Tua Jadi Bisnis Rendah Karbon Pertamina

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Lapangan Sukowati di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah menjadi salah satu tulang punggung produksi minyak nasional selama lebih dari dua dekade. Dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu Zona 11, anak usaha PT Pertamina (Persero), lapangan ini menyumbang produksi signifikan sejak mulai beroperasi.

Namun, seperti banyak lapangan tua lainnya, tekanan reservoir secara alami menurun seiring waktu, sehingga efisiensi perolehan minyak (recovery factor) terus berkurang.

Menurut Fadjar Djoko Santoso, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), masih terdapat potensi minyak tertinggal (remaining oil in place) dalam jumlah signifikan.

“Kita tahu bahwa Lapangan Sukowati masih menyimpan potensi besar. Tantangannya adalah bagaimana mengeluarkan sisa minyak yang tidak bisa lagi didorong dengan metode konvensional,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).

Di Lapangan Sukowati, CO₂-EOR (Enhanced Oil Recovery) menjadi jawaban atas tantangan tersebut. Melalui proses ini, gas CO₂ diinjeksikan ke dalam reservoir untuk meningkatkan tekanan dan menurunkan viskositas minyak, sehingga memudahkan aliran minyak ke permukaan.

Read also:  PGN Dorong Pemanfaatan Jargas sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Sleman

Selain meningkatkan produksi, teknologi ini juga memungkinkan penyerapan CO₂ ke dalam formasi batuan, mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

Proyek uji lapangan CO₂-EOR di Sukowati dilaksanakan dalam dua tahap utama, yaitu huff and puff dan interwell injection. Pertamina EP berhasil menginjeksikan CO₂ sebesar 2.600 ton ekuivalen, atau sekitar 50,07 MMscf, dengan laju injeksi antara 60 hingga 100 ton per hari. Hasil uji menunjukkan indikasi positif.

“Analisis dari tiga sumur monitor menunjukkan adanya hasil positif dari injeksi CO₂. Ini memberikan keyakinan bahwa metode ini bisa diterapkan secara komersial di Lapangan Sukowati,” tambah Fadjar.

Pengembangan CO₂-EOR di Lapangan Sukowati kini memasuki babak baru. Heru Setiadi, Head of Program and Communications Division SKK Migas, menyampaikan bahwa proyek ini telah memasuki tahap penyiapan Plan of Development (PoD) untuk pengembangan lebih lanjut, yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Read also:  Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

“Pertamina berencana memulai studi Pre-PoD pada awal 2026. Studi ini akan digunakan untuk menyusun PoD CO₂-EOR Lapangan Sukowati, dengan memanfaatkan pasokan gas CO₂ dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) yang berjarak sekitar 30 kilometer dari lokasi. PoD tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2026,” ujar Heru.

Dukung Net Zero Emission

Lebih dari sekadar proyek teknis, Sukowati kini menjadi simbol transformasi industri migas Indonesia dari eksploitasi sumber daya alam menuju pengelolaan berkelanjutan.

Salah satu aspek paling visioner dari proyek ini adalah rencana konversi Lapangan Sukowati menjadi lokasi penyimpanan karbon setelah fase produksi CO₂-EOR berakhir. Dengan memanfaatkan fasilitas injeksi yang sudah ada, biaya konversi akan jauh lebih rendah dibandingkan membangun fasilitas CCS/CCUS dari awal.

“Setelah proyek CO₂-EOR mengakhiri tahapan produksinya, reservoir Lapangan Sukowati dapat langsung dikonversi menjadi storage site pada proyek CCS dengan memanfaatkan fasilitas injeksi yang sudah ada,” jelas Heru.

Read also:  WKS Jadi Contoh Penanganan Karhutla Gambut, Wamen LH Minta Perusahaan di Jambi Ikut Bangun Sekat Kanal

Menunjukkan keseriusan dalam pengembangan CCS/CCUS di Lapangan Sukowati, Pertamina melalui anak usahanya Pertamina EP Cepu Zona 11 menggandeng Japan Petroleum Exploration Co., Ltd. (JAPEX) dan Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC).

Rencana ini menandai perubahan paradigma industri migas, dari sekadar eksploitasi sumber daya menjadi bagian dari solusi pengurangan emisi. Dalam jangka panjang, Sukowati diharapkan menjadi model CCS nasional yang mengintegrasikan peningkatan produksi dengan penyimpanan karbon.

“Proyek Sukowati secara keseluruhan menunjukkan keseriusan SKK Migas dan Pertamina EP dalam mendukung implementasi CCS/CCUS untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060, sekaligus memperkuat dukungan industri hulu migas dalam mencapai swasembada energi yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto,” ujar Heru. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

ESGIN, KPCI dan KKDC Bangun Ekosistem Green Economy

Ecobiz.asia – PT ESGIN Global Partners (ESGIN), Koperasi Pangan Cendekia Indonesia (KPCI), dan Koperasi Kencana Darma Cendekia (KKDC) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan...

Ascenso Bidik Industri Tambang Indonesia dengan Ban Radial OTR hingga 49 Inci

Eciobiz.asia -- Produsen ban asal India, Ascenso Tyres, memperluas bisnisnya ke sektor pertambangan Indonesia melalui peluncuran portofolio All-Steel Radial Off-The-Road (R-OTR), termasuk ban berukuran...

PGN Solution, Nusantara Regas Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Pipa Bawah Laut

Ecobiz.asia -- PT Nusantara Regas (NR) dan PT PGAS Solution (PGN Solution) memperkuat ketahanan infrastruktur gas melalui kerja sama kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat pada...

MedcoEnergi Catat Kinerja Produksi 1H26 Naik 19%, Pertahankan Panduan 2026

Ecobiz.asia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mencatat kinerja operasional yang kuat pada semester pertama 2026 dengan produksi minyak dan gas mencapai 170...

Elnusa Realisasikan 35% CAPEX Rp602 Miliar hingga Semester I 2026

Ecobiz.asia -- PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi dan migas yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, telah merealisasikan sekitar 35% dari anggaran belanja...

TOP STORIES

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...

Metalogika Plans 20 MW Thin-Film Solar Factory in Indonesia With Midsummer Technology

Ecobiz.asia — Indonesian technology company PT Metalogika Rekayasa Sistem plans to establish a thin-film flexible solar panel manufacturing facility in Indonesia with an initial...

Chandra Asri Raises S&P Global CSA Score to 66, Citing Stronger ESG Transparency

Ecobiz.asia - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) raised its score in the 2026 S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA) to 66...

ESGIN, KPCI dan KKDC Bangun Ekosistem Green Economy

Ecobiz.asia – PT ESGIN Global Partners (ESGIN), Koperasi Pangan Cendekia Indonesia (KPCI), dan Koperasi Kencana Darma Cendekia (KKDC) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan...