Kemenhut Gelar Operasi Merah Putih, Misi Translokasi Badak Jawa ke JRSCA Dimulai

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan resmi memulai Operasi Merah Putih dengan misi Translokasi Badak Jawa, yang akan memindahkan individu Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dari habitat alaminya di Taman Nasional Ujung Kulon ke Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA).

Langkah ini menjadi strategi besar penyelamatan satwa endemik Indonesia yang kian terancam punah.

Kick Off Operasi Merah Putih dipimpin langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dengan dihadiri perwakilan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Yayasan Badak Indonesia (YABI), serta mitra konservasi nasional dan internasional.

Read also:  Program Perhutanan Sosial Kini Kejar Kualitas Pengeloloaan, Wamenhut: Harus Naik Kelas

“Ini adalah tanggung jawab moral, sosial, dan politik kita bersama untuk memastikan anak cucu kita masih memiliki Badak Jawa 50, 100, 200 tahun, bahkan selamanya,” ujar Raja Juli Antoni di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Ia menegaskan, nama Operasi Merah Putih bukan sekadar slogan, tetapi simbol operasionalisasi semangat kemerdekaan. “Merdeka itu adalah ketika satwa seperti badak tidak mengalami kepunahan, tidak mengalami gangguan, dan mereka merdeka di alam,” kata Menhut.

Kajian ilmiah memperingatkan bahwa tanpa intervensi serius, Badak Jawa berpotensi punah dalam waktu kurang dari 50 tahun akibat rendahnya keragaman genetik, perkawinan sedarah, dan keterbatasan habitat.

Read also:  Gakkum ESDM Bongkar Dugaan Tambang Ilegal di Gunung Botak, Tenaga Kerja Asing Terlibat

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kemenhut Satyawan Pudyatmoko melaporkan sejumlah persiapan telah dilakukan, antara lain pembangunan JRSCA sebagai lokasi translokasi, pemilihan individu badak dengan haplotipe genetik berbeda, survei jalur pergerakan dan lokasi pit-trap untuk penangkapan aman, hingga simulasi lapangan serta penyusunan pedoman ethical assessment bersama pakar nasional dan internasional.

Dengan persiapan teknis dan dukungan lintas sektor ini, pemerintah menargetkan translokasi Badak Jawa dapat berjalan aman dan menjadi tonggak sejarah konservasi satwa langka Indonesia.

Read also:  AgResults Berikan Rp23 Miliar Kepada Pemenang Kompetisi Budidaya Perikanan Berkelanjutan

TNI akan terlibat dalam pengamanan, logistik, hingga transportasi laut menggunakan alutsista Korps Marinir.

“Pesan Bapak Panglima TNI, siap mendukung upaya-upaya pelestarian Badak Jawa ini,” kata Wakil Asisten Operasi Panglima TNI, Marsekal Pertama Muhammad Taufiq Arasj.

Dukungan juga datang dari Yayasan Badak Indonesia. “Langkah ini membuka harapan baru bagi masa depan spesies ini. Mari kita jadikan Operasi Merah Putih momentum memperkuat kolaborasi dan menjaga Badak Jawa sebagai aset bangsa,” ujar Ketua YABI, Jansen Manansang. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Forum Ekonomi Restoratif Kunstkring Dialogue Dimulai, Bahas Energi Bersih hingga Kepemimpinan Perempuan

Ecobiz.asia – Upaya membangun ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memulihkan lingkungan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat menjadi fokus utama Kunstkring Dialogue, forum...

Kemenhut Siapkan Reformasi Kebijakan untuk Dongkrak Kontribusi Kehutanan terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah menyiapkan serangkaian reformasi kebijakan untuk meningkatkan kontribusi sektor kehutanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, mulai dari revisi Undang-Undang Kehutanan,...

Lindungi Masyarakat Pesisir dan Kepulauan, Wamen LH Galang Dukungan dari Negara-Negara Kepulauan Pasifik

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, menggalang dukungan negara-negara kepulauan untuk memperkuat perlindungan masyarakat pesisir dan...

DEN Dorong Indonesian Bioenergy Index untuk Percepat Pengembangan Bioenergi Nasional

Ecobiz.asia – Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong pembentukan Indonesian Bioenergy Index (IBI) sebagai acuan harga nasional bioenergi guna mempercepat pengembangan bioenergi dan mendukung target...

Kemenhut Siapkan Aturan Baru Pengenaan Sanksi Administratif, Buka Ruang Masukan Publik

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan tengah menyiapkan regulasi baru untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum administratif di sektor kehutanan melalui penyusunan Peraturan Menteri Kehutanan tentang...

TOP STORIES

Forum Ekonomi Restoratif Kunstkring Dialogue Dimulai, Bahas Energi Bersih hingga Kepemimpinan Perempuan

Ecobiz.asia – Upaya membangun ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memulihkan lingkungan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat menjadi fokus utama Kunstkring Dialogue, forum...

Kemenhut Siapkan Reformasi Kebijakan untuk Dongkrak Kontribusi Kehutanan terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah menyiapkan serangkaian reformasi kebijakan untuk meningkatkan kontribusi sektor kehutanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, mulai dari revisi Undang-Undang Kehutanan,...

Lindungi Masyarakat Pesisir dan Kepulauan, Wamen LH Galang Dukungan dari Negara-Negara Kepulauan Pasifik

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, menggalang dukungan negara-negara kepulauan untuk memperkuat perlindungan masyarakat pesisir dan...

Kemenhut Tegaskan Hanya PBPH yang Berhak Ajukan Perdagangan Karbon di Konsesi Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan bahwa pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), bukan pengembang proyek (project developer), merupakan pihak yang berhak mengajukan permohonan...

Empat Tantangan Proyek Karbon Kehutanan, Fairatmos Siap Dampingi PBPH

Ecobiz.asia – Pengembangan proyek karbon di sektor kehutanan menghadapi sedikitnya empat tantangan utama, mulai dari persoalan status lahan, keterbatasan data karbon, tingginya biaya pengembangan...