Libatkan Swasta, Menteri LH Kirim Tambahan 200 Personel Pemadam Karhutla Riau

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah memperkuat respons terhadap lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau dengan mengerahkan 200 personel pemadam darat ke wilayah terdampak, khususnya Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu.

Pengiriman tim dilakukan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurrofiq dalam Apel Siaga di Pekanbaru, Kamis (24/7/2025).

Menteri Hanif menegaskan bahwa pemadaman darat menjadi garda terdepan dalam penanggulangan karhutla, terutama di lahan gambut yang membutuhkan penanganan teknis khusus.

“Kita tidak bisa menunggu lebih lama. Pencegahan harus jadi prioritas. Kalau api sudah muncul, pemadaman darat adalah yang paling efektif,” ujarnya.

Read also:  KLH Ajukan 31 Aglomerasi Proyek PSEL ke Danantara, 20 Wilayah Siap Masuk Tahap Investasi

Apel Siaga dihadiri oleh Gubernur Riau, pejabat tinggi daerah, serta perwakilan dari sejumlah perusahaan mitra pengendalian karhutla seperti APP (Sinar Mas), PT RAPP, PT Musim Mas, PTPN IV Regional 3, dan Pertamina Hulu Rokan.

Pengiriman tim ini merupakan bagian dari strategi kolaboratif lintas sektor yang digalang KLH/BPLH bersama pemerintah daerah, TNI/Polri, masyarakat, dan sektor swasta.

Menteri Hanif menyatakan bahwa misi pemadaman tidak akan berhenti sampai titik api terakhir berhasil dipadamkan.

“Ini bukan kloter terakhir. Tim berikutnya akan dikirim. Kita harus hadir sampai titik api padam. Seluruh tim membawa satu tekad: pantang pulang sebelum padam, dan Riau harus bebas asap,” tegasnya.

Read also:  Tren Kenaikan Hotspot Mengkhawatirkan, Riau Siaga Penuh Kebakaran Hutan dan Lahan

Data per 23 Juli 2025 menunjukkan titik api aktif masih terdeteksi di sejumlah kawasan gambut dan mineral di Rokan Hilir dan Rokan Hulu. BMKG juga memperkirakan peningkatan signifikan titik panas di Riau selama periode 23–27 Juli, dengan potensi berlanjut hingga awal Agustus.

Upaya pengendalian karhutla ini merupakan bagian dari strategi nasional penurunan emisi gas rumah kaca sesuai dengan dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC), yang menargetkan penurunan emisi sebesar 31,89% secara mandiri dan 43,2% dengan dukungan internasional pada 2030. Karhutla menjadi salah satu kontributor utama dalam pencapaian target tersebut menuju Net Zero Emission 2060.

Read also:  Jateng Tambah Dua Lokasi Proyek PSEL, Aglomerasi Pekalongan Raya dan Tegal Raya

KLH/BPLH juga mendorong penguatan sistem deteksi dini dan pencegahan karhutla melalui patroli intensif, pemantauan titik panas, serta peningkatan kapasitas personel dan sarana prasarana di lapangan.

Menteri Hanif mengapresiasi terhadap seluruh pihak yang telah bersinergi, sekaligus mengingatkan bahwa ancaman cuaca ekstrem akibat El Nino berpotensi memperburuk situasi.

Pemerintah berharap respons terpadu ini dapat mencegah bencana kabut asap, menjaga kualitas udara, serta melindungi ekosistem hutan dan gambut secara berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Induk dan Anak Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Bengkulu, Kemenhut Lakukan Investigasi

Ecobiz.asia — Dua individu Gajah Sumatra ditemukan mati di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kasus tersebut tengah dalam proses investigasi untuk...

Presiden Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun, dari Biodiesel hingga Pengolahan Pala

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Langkah ini menjadi...

Laba Melonjak 4,5 Kali Lipat, Samator Indo Gas Awali 2026 dengan Momentum Kuat

Ecobiz.asia -- PT Samator Indo Gas Tbk (IDX: AGII) membuka tahun 2026 dengan performa yang mengesankan. Di tengah dinamika dunia usaha dan kebutuhan sektor...

Volume Naik, Fondasi Menguat: Samindo Jaga Ritme di Awal 2026

Ecobiz.asia -- Awal tahun menjadi panggung konsistensi bagi PT Samindo Resources Tbk (MYOH). Di tengah dinamika industri pertambangan batubara, Perseroan membuka 2026 dengan ritme...

Menteri Jumhur Resmi Nahkodai KLH, Tekankan Environmental Ethics sebagai Kunci Perlindungan Bumi

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) melakukan serah terima jabatan Menteri LH/Kepala BPLH dari Hanif Faisol Nurofiq kepada Moh. Jumhur Hidayat...

TOP STORIES

Asia Pacific Ports Advance Cross-Sector Hydrogen and E-Fuel Development

Ecobiz.asia — Ports across the Asia Pacific are accelerating efforts to develop hydrogen and e-fuel ecosystems through cross-sector collaboration, positioning the region as a...

Two Sumatran Elephants Found Dead in Bengkulu, Investigation Underway

Ecobiz.asia — Two Sumatran elephants have been found dead in Mukomuko Regency, Bengkulu Province, prompting an investigation by Indonesia’s Ministry of Forestry to determine...

Induk dan Anak Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Bengkulu, Kemenhut Lakukan Investigasi

Ecobiz.asia — Dua individu Gajah Sumatra ditemukan mati di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kasus tersebut tengah dalam proses investigasi untuk...

Vale Perkuat Kinerja ESG 2025, Investasi Lingkungan Naik 54,3%

Ecobiz.asia — PT Vale Indonesia Tbk memperkuat kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) sepanjang 2025 dengan peningkatan signifikan investasi lingkungan...

PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya Gandeng Xurya Resmikan PLTS Atap Terbesar di Indonesia Berkapasitas 22,5 MW

Ecobiz.asia -- Kebutuhan energi yang besar dan berkelanjutan di sektor industri mendorong semakin banyak pelaku manufaktur mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam...