PERHAPI Ingatkan Risiko Pemodal Kuasai Tambang Prioritas untuk UMKM

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) mengingatkan bahwa pemberian prioritas wilayah tambang kepada usaha kecil, menengah, dan koperasi perlu disertai akses pembiayaan serta pendampingan teknis. Tanpa dukungan tersebut, penerima prioritas berisiko hanya menjadi pemegang izin, sementara manfaat ekonomi lebih banyak dinikmati pemodal di belakangnya.

Wakil Ketua Umum PERHAPI Resvani menyebut risiko tersebut sebagai shadow financing, yakni kondisi ketika pihak lain menyediakan modal tetapi kemudian menguasai manfaat utama dari kegiatan pertambangan.

“Shadow financing itu, cukung-cukung yang mendanai di belakang memanfaatkan prioritasnya si UMKM ini,” kata Resvani dalam diskusi panel utama Minerba Convex 2026 di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Menurut dia, kebutuhan modal yang besar dan risiko tinggi dalam industri pertambangan dapat membuat penerima prioritas bergantung pada pihak lain. Jika tidak diatur dengan baik, skema tersebut berpotensi menggeser tujuan kebijakan untuk memperkuat usaha kecil dan masyarakat.

Read also:  Beralih dari Energi Fosil, Hashim Ungkap Strategi Indonesia Kembangkan PLTS, Nuklir hingga Biofuel

Dalam paparannya, Resvani menunjukkan simulasi kebutuhan belanja modal lebih dari Rp100 miliar untuk tambang batu bara dan sekitar Rp140 miliar untuk tambang nikel. Besaran kebutuhan modal tersebut bergantung pada komoditas, lokasi, kondisi geologi, dan asumsi proyek.

Ia mengatakan pertambangan merupakan industri padat modal, padat teknologi, dan berisiko tinggi. Kebutuhan biaya tidak hanya muncul pada tahap operasi, tetapi juga sejak eksplorasi, pengembangan tambang, hingga reklamasi.

Keterbatasan kompetensi teknis, lanjut Resvani, dapat menyebabkan kegagalan operasional dan kehilangan cadangan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi nilai ekonomi mineral, penerimaan negara, serta ketersediaan bahan baku bagi industri dalam negeri.

Read also:  Bali Butuh Rp623,28 Triliun untuk Capai Emisi Nol Bersih 2045, Kesiapan Proyek Jadi Tantangan

Untuk mengurangi risiko tersebut, PERHAPI mengusulkan tiga langkah. Pertama, membangun kemitraan formal dengan perusahaan tambang berpengalaman, terutama yang beroperasi di sekitar wilayah penerima prioritas. Kerja sama tersebut perlu mencakup pendampingan penerapan praktik pertambangan yang baik.

Kedua, melibatkan tenaga ahli sejak tahap perencanaan eksplorasi. Resvani menilai tenaga ahli tidak seharusnya baru dilibatkan ketika perusahaan menyusun laporan sumber daya dan cadangan.

Keterlibatan sejak awal diperlukan agar kegiatan penambangan didasarkan pada data yang memadai. Kekurangan data dapat membuat pelaku usaha mengambil keputusan yang keliru dan menanggung kerugian.

Ketiga, menyiapkan skema pendanaan khusus yang sesuai dengan karakter usaha pertambangan. Resvani menilai negara perlu ikut membuka akses pembiayaan bagi penerima prioritas.

“Maka negara juga harus bertanggung jawab untuk membuka ruang-ruang pendanaan,” ujarnya.

Read also:  IEEFA Nilai Target PLTS 100 GWp Menjanjikan, Tapi Ada Syaratnya

Ia mendorong bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyiapkan skema pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah penerima prioritas. Skema tersebut diharapkan mengurangi ketergantungan pada pemodal yang berpotensi mengambil sebagian besar manfaat usaha.

Resvani juga mengingatkan perlunya mengelola jumlah izin dan kuota produksi dengan mempertimbangkan kebutuhan industri ke depan. Perluasan kesempatan usaha, menurut dia, harus berjalan bersama perlindungan cadangan dan penerapan praktik pertambangan yang benar.

Penerima prioritas tetap harus menghadapi risiko teknis, perubahan harga komoditas global, kebutuhan modal, serta kewajiban reklamasi. Karena itu, akses terhadap pendanaan dan pendampingan menjadi bagian penting agar usaha kecil dan menengah dapat terlibat dalam rantai pasok industrialisasi dalam negeri. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

BIM Dorong Ekstraksi Logam Tanah Jarang dari Limbah Tambang dan Sampah Elektronik

Ecobiz.asia - Badan Industri Mineral (BIM) mendorong pengembangan teknologi untuk mengambil logam tanah jarang dari limbah pengolahan tambang dan sampah elektronik. Pengembangan ini dinilai...

Kementerian UMKM Siapkan Pelaku Usaha Daerah Kelola Tambang, Modal dan Kemitraan Jadi Tantangan

Ecobiz.asia - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan pelaku usaha daerah untuk memanfaatkan peluang pengelolaan tambang melalui skema pemberian wilayah pertambangan dengan...

Industri Nikel Hadapi Tekanan Harga dan Biaya, FINI Dorong Hilirisasi Lanjutan

Ecobiz.asia - Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) mendorong pengembangan industri nikel ke produk bernilai tambah lebih tinggi di tengah tekanan harga global dan kenaikan...

Anak Badak Jawa Kembali Lahir di Ujung Kulon, Induk Desy Catat Kelahiran Kelima

Ecobiz.asia — Seekor anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) kembali teridentifikasi lahir di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten. Anak badak tersebut terekam kamera jebak...

Bahlil Minta Pembangunan Smelter Produk Setengah Jadi Dikaji, Hilirisasi Harus Sampai Produk Akhir

Ecobiz.asia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter diarahkan untuk menghasilkan produk...

TOP STORIES

Indonesia Weighs Smelter Moratorium to Push Mineral Processing Further Downstream

Ecobiz.asia – Indonesia is considering a moratorium on new smelters producing semi-finished mineral products as the government seeks to push downstream processing further and...

Dukung Upstream Youth Champs 2026, PEP Sangasanga Field Ajak Mahasiswa Kenali Peran Strategis Industri Hulu Migas

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga mengenalkan proses bisnis dan peran industri hulu minyak dan gas bumi (migas) kepada mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda...

Agrinas Palma Perkuat Sinergi dengan BNPB untuk Cegah Karhutla

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan...

Bahlil Tekankan Hilirisasi Berkeadilan, 2.587 UMKM Dibina Industri Minerba

Ecobiz.asia — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa hilirisasi mineral dan batu bara harus memberikan manfaat ekonomi yang lebih...

Agincourt Resources Tampilkan Operasional Martabe dan Program Sosial di Minerba Convex 2026

Ecobiz.asia – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, menampilkan kegiatan operasional, konservasi lingkungan, pemberdayaan UMKM, dan program...