Pasar Karbon Indonesia Mulai Cari Talenta Baru, IDCTA Youth Gelar Carbon Youth Week 2026

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Perkembangan pasar karbon Indonesia mulai menciptakan kebutuhan baru terhadap sumber daya manusia yang memahami tidak hanya isu perubahan iklim, tetapi juga mekanisme perdagangan, kebijakan, pengembangan proyek, hingga pembiayaan karbon. Kondisi tersebut membuka ruang bagi generasi muda untuk masuk ke ekosistem ekonomi rendah karbon yang tengah berkembang.

Kebutuhan talenta tersebut menjadi salah satu isu yang diangkat dalam Carbon Youth Week 2026 (CYW 2026) yang digelar Indonesia Carbon Trading Association (IDCTA) Youth. Rangkaian kegiatan yang dimulai pada 7 September 2026 itu mempertemukan generasi muda dengan pelaku pasar dan pemangku kepentingan sektor karbon.

Head of Carbon Development IDXCarbon Edwin Hartanto mengatakan perdagangan karbon Indonesia masih berada pada tahap awal menuju kematangan sehingga kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang tersebut masih besar.

“Perdagangan karbon adalah industri yang masih berjalan menuju maturity. Di Indonesia, sektor ini masih membutuhkan banyak sumber daya manusia yang mumpuni,” kata Edwin, dikutip dari keterangan tertulis.

Menurut dia, kegiatan yang mempertemukan generasi muda dengan pelaku sektor karbon dapat menjadi katalis untuk meningkatkan pemahaman sekaligus partisipasi generasi berikutnya dalam pengembangan perdagangan karbon.

Read also:  CIP dan Blueyou Kolaborasi Restorasi Mangrove dan Pengembangan Karbon Biru di Indonesia

“Acara seperti ini dapat menjadi sebuah katalis untuk meningkatkan awareness dan juga meningkatkan partisipasi, terutama generasi muda, generasi berikutnya yang akan mengambil alih,” ujarnya.

CYW 2026 resmi dimulai melalui agenda Carbon Dialogues & Capacity Building di Bursa Efek Indonesia (IDX) pada 7 September. Kegiatan tersebut membahas perkembangan pasar karbon Indonesia dan ASEAN, arsitektur pasar karbon, mekanisme perdagangan, serta berbagai perkembangan yang membentuk ekosistem karbon.

Chairman IDCTA Riza Suarga mengatakan penguatan kapasitas generasi muda diperlukan agar mereka dapat mengambil peran lebih besar dalam agenda mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

“Acara ini sangat bermanfaat, khususnya bagi generasi muda, terutama untuk memahami bagaimana mereka bisa mengakselerasi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” kata Riza.

Menurut dia, CYW 2026 dikembangkan sebagai ruang pembelajaran dan keterlibatan generasi muda dalam ekosistem karbon. Program tersebut merupakan pengembangan dari sejumlah inisiatif IDCTA Youth sebelumnya, antara lain Carbon Guide dan Carbon Youth Challenge.

Read also:  Kemenhut Perkuat Pemahaman CCPs untuk Bangun Pasar Karbon Berintegritas

Sementara itu, Plt. Direktur Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Haryo Pambudi menilai generasi muda memiliki peran penting dalam penguatan ekosistem karbon Indonesia.

Ia mengatakan kompetensi yang dibutuhkan tidak berhenti pada pemahaman mekanisme pasar karbon. Generasi muda juga perlu mampu menghubungkan data, teknologi, pengetahuan, dan prinsip tata kelola untuk mendukung aksi iklim yang kredibel dan terukur.

“Semakin terhubungnya Indonesia dengan pasar karbon global juga perlu diiringi dengan ethical compass yang memastikan pertumbuhan pasar tetap mendukung integritas lingkungan dan keberlanjutan jangka panjang,” ujar Haryo.

Empat Agenda

Setelah pembukaan, CYW 2026 akan dilanjutkan dengan tiga agenda lainnya.

Pada 9 September, Youth-Policy Roundtable: Carbon Governance Lab – Article 6 Simulation Framework akan digelar di Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Para Youth Delegates akan mendalami implementasi Pasal 6 Perjanjian Paris melalui simulasi negosiasi dan diskusi kebijakan berdasarkan thematic cluster masing-masing.

Read also:  Pemanasan Global Diprediksi Lampaui 1,5°C, UNEP Peringatkan Bahaya Perubahan Iklim

Peserta juga akan menyusun individual position paper yang selanjutnya dikonsolidasikan menjadi policy brief.

Rangkaian berlanjut pada 11 September melalui sesi daring Career Clinic: Navigating Careers in the Green & Carbon Economy. Sesi tersebut memperkenalkan berbagai jalur karier dalam ekonomi rendah karbon, mulai dari pasar karbon, sustainability consulting, climate finance, energi terbarukan, ESG, hingga profesi lainnya dalam green economy.

CYW 2026 akan ditutup pada 12 September melalui Carbon Project Excursion (CPE): Unlocking Nature-Based Carbon Solutions through Mangrove Field Immersion and Carbon Market Simulation di Muara Angke, Jakarta.

Kegiatan tersebut akan membawa peserta melihat langsung aspek lingkungan dan sosial dalam pengembangan proyek berbasis alam, sekaligus memahami hubungan antara kondisi lapangan, pengembangan proyek, kebutuhan pemangku kepentingan, dan mekanisme pasar karbon.

Melalui rangkaian tersebut, IDCTA Youth memperluas pendekatan pengembangan kapasitas dari pengenalan isu karbon menuju pemahaman mengenai pasar, kebijakan, proyek, dan peluang profesional yang berkembang seiring pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Dapat Dukungan Kemenhut, Riau Mantap Masuk Pasar Karbon Yurisdiksi ART-TREES

Ecobiz.asia - Provinsi Riau mulai memasuki tahap baru pengembangan kredit karbon hutan berbasis yurisdiksi setelah menyelesaikan konsep Green for Riau dan memperoleh dukungan pemerintah...

Singapura-Laos Sepakati Perdagangan Kredit Karbon, Atur Mekanisme Corresponding Adjustment

Ecobiz.asia — Singapura dan Laos menandatangani perjanjian implementasi untuk membangun kerangka kerja yang mengikat secara hukum bagi kerja sama kredit karbon berdasarkan Pasal 6...

Pemanasan Global Diprediksi Lampaui 1,5°C, UNEP Peringatkan Bahaya Perubahan Iklim

Ecobiz.asia – Dunia diperkirakan akan melampaui ambang pemanasan global 1,5°C dalam beberapa tahun ke depan. Namun, peluang untuk menekan kenaikan suhu dan mengembalikannya ke...

Kemenhut Perkuat Kompetensi SDM untuk Jaga Integritas Pasar Karbon

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari upaya membangun pasar karbon kehutanan yang berintegritas, menyusul penguatan...

Kemenhut Hitung Emisi Karbon Dampak Karhutla, Menhut: Kami Tekan di Bawah Benchmark 2015

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) akan menghitung emisi gas rumah kaca yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026 sebagai bagian dari...

TOP STORIES

Riau Moves to Register 2.6 Million-Hectare Forest Carbon Program Under ART-TREES

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry has backed Riau province’s plan to develop a jurisdictional forest carbon program under the ART-TREES standard, allowing the...

Singapore Opens Second-Stage Tender to Buy at Least 12 Million Article 6 Carbon Credits

Ecobiz.asia — Singapore has opened the second stage of a selective tender to procure at least 12 million internationally transferred mitigation outcomes (ITMOs) under...

Elnusa Realisasikan 35% CAPEX Rp602 Miliar hingga Semester I 2026

Ecobiz.asia -- PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi dan migas yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, telah merealisasikan sekitar 35% dari anggaran belanja...

Dapat Dukungan Kemenhut, Riau Mantap Masuk Pasar Karbon Yurisdiksi ART-TREES

Ecobiz.asia - Provinsi Riau mulai memasuki tahap baru pengembangan kredit karbon hutan berbasis yurisdiksi setelah menyelesaikan konsep Green for Riau dan memperoleh dukungan pemerintah...

Singapura-Laos Sepakati Perdagangan Kredit Karbon, Atur Mekanisme Corresponding Adjustment

Ecobiz.asia — Singapura dan Laos menandatangani perjanjian implementasi untuk membangun kerangka kerja yang mengikat secara hukum bagi kerja sama kredit karbon berdasarkan Pasal 6...