Pertagas Catat Kepuasan Pelanggan 4,46, Naik 2,53% pada 2026

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mencatat tingkat kepuasan pelanggan atau Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 4,46 pada 2026, meningkat 2,53% dibandingkan tahun sebelumnya dan masuk kategori Sangat Puas.

Capaian tersebut menjadi indikator Pertagas dalam mengevaluasi kualitas layanan sekaligus memperkuat keandalan infrastruktur energi di tengah kebutuhan pelanggan yang semakin dinamis.

Direktur Komersial Pertagas Ryrien Marisa mengatakan peningkatan CSI menunjukkan respons positif pelanggan terhadap upaya perusahaan meningkatkan kualitas layanan.

“Pelanggan merupakan mitra strategis Pertagas. Kepercayaan yang diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah, menghadirkan layanan yang lebih baik, lebih responsif, lebih solutif sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Ryrien dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).

Pertagas melayani kebutuhan energi untuk berbagai sektor strategis, dengan pelanggan terbesar berasal dari sektor kelistrikan dan pupuk. Layanan juga mencakup industri petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, hingga jaringan gas kota (city gas).

Read also:  Perkuat Pasokan Gas Bumi, PGN Dapat Tambahan 5,45 BBTUD dari WK Tungkal

Melalui anak usahanya, Pertagas juga melayani pelanggan dari sektor perhotelan, rumah sakit, perkantoran, dan perumahan yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan Bali.

Untuk menjaga hubungan dengan pelanggan, Pertagas menjalankan sejumlah program, antara lain Customer Appreciation Day, Key Account Management, serta Survei Kepuasan Pelanggan yang dilakukan secara berkala sebagai dasar evaluasi dan perbaikan layanan.

“Kami ingin memastikan bahwa suara pelanggan benar-benar menjadi bagian dari proses perbaikan perusahaan. Karena itu, kami terus membuka ruang dialog, mendengarkan kebutuhan dan masukan pelanggan, serta menerjemahkannya menjadi solusi dan peningkatan layanan yang nyata,” katanya.

Dari sisi operasional, Direktur Teknik dan Operasi Pertagas Agung Indri Pramantyo mengatakan keandalan infrastruktur menjadi salah satu bentuk pelayanan utama perusahaan.

Read also:  Danantara Buka Lagi Pendaftaran Mitra Proyek PSEL, Bidik Investor Global

“Bagi kami, keandalan infrastruktur adalah salah satu bentuk pelayanan yang paling nyata. Di balik setiap energi yang sampai kepada pelanggan, terdapat komitmen untuk menjaga keselamatan, integritas aset, dan kontinuitas penyaluran agar kebutuhan energi dapat terpenuhi secara aman dan berkesinambungan,” ujar Agung.

Saat ini, Pertagas mengoperasikan jaringan sepanjang 2.991 kilometer pipa gas bumi dan 605 kilometer pipa minyak bumi. Infrastruktur tersebut mendukung distribusi energi dan konektivitas penyaluran antardaerah.

Hingga Semester I 2026, penyaluran gas bumi Pertagas mencapai 1.606 MMSCFD, sedangkan penyaluran minyak bumi mencapai 151.881 BOPD.

Kinerja lini bisnis lainnya juga mencatat realisasi di atas target. Produksi LPG melalui Anak Perusahaan dan Perusahaan Patungan (AP/JV) mencapai 479,78 ton per hari atau 6,5% di atas target RKAP 2026. Sementara itu, realisasi regasifikasi mencapai 163,27 BBTUD atau 13% di atas target RKAP 2026.

Read also:  Didukung APP Group, Persemaian Sriwijaya Kemampo Siap Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo

Pertagas juga terus mengembangkan dan mengoptimalkan jaringan untuk memperkuat konektivitas sistem energi nasional. Penguatan infrastruktur gas bumi sekaligus diarahkan untuk mendukung pemanfaatan energi yang lebih bersih dan transisi menuju sistem energi berkelanjutan.

Ryrien mengatakan peningkatan kualitas layanan harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak terbatas pada momentum Hari Pelanggan Nasional.

“Apresiasi kepada pelanggan tidak boleh berhenti pada peringatan Hari Pelanggan Nasional semata. Apresiasi harus diwujudkan melalui tindakan nyata setiap harinya, mulai dari menjaga keandalan dan keselamatan infrastruktur, memastikan kontinuitas penyaluran, meningkatkan kualitas operasional, layanan yang responsif dan kemauan untuk mendengarkan,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGE Siapkan Listrik Baseload Panas Bumi untuk Green Data Center

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menyiapkan pasokan listrik baseload dari energi panas bumi untuk mendukung pengembangan green data center dan ekosistem...

Pertamina dan IBC Jajaki Pengembangan Ekosistem Industri Baterai Terintegrasi

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) dan PT Industri Baterai Indonesia (IBC) menjajaki pengembangan ekosistem industri baterai terintegrasi, termasuk Battery Energy Storage System (BESS), daur...

Perkuat Pasokan Gas Bumi, PGN Dapat Tambahan 5,45 BBTUD dari WK Tungkal

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina memperkuat pasokan gas bumi domestik melalui kerja sama dengan Mont D’Or Oil...

PDC Perkuat Tata Kelola AI untuk Mitigasi Risiko Data dan Hukum

Ecobiz.asia — PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperkuat tata kelola penggunaan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan perusahaan untuk mengantisipasi risiko keamanan data, aspek hukum,...

Lewat MALIKA 2.0, PDC Ubah Limbah Jelantah Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) mengembangkan program MALIKA 2.0 (Mari Kelola Jelantah Kita) di Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, dengan...

TOP STORIES

Karhutla, Kemenhut Kembali Sanksi Administratif Lima Perusahaan PBPH

Ecobiz.asia - – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali menjatuhkan sanksi administratif kepada lima perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kalimantan Barat setelah ditemukan...

KLH Bangun Ekosistem Pengelolaan Limbah Baterai Mobil Listrik, Timbulan Diproyeksi Memuncak 2040

Ecobiz.asia — Ledakan penggunaan kendaraan listrik berpotensi menghadirkan persoalan baru: gunungan baterai bekas. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkirakan timbulan limbah baterai kendaraan listrik akan...

PGE Siapkan Listrik Baseload Panas Bumi untuk Green Data Center

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menyiapkan pasokan listrik baseload dari energi panas bumi untuk mendukung pengembangan green data center dan ekosistem...

Sungai Mengering, Ketergantungan Batu Bara Dinilai Perparah Krisis Iklim di Kalimantan

Ecobiz.asia -- Kekeringan dan pendangkalan sejumlah sungai besar di Kalimantan di tengah fenomena El Niño menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali ketergantungan Indonesia...

ESGIN Targets 500,000 Tons of CO2e Reductions From Lampung Tapioca Plants

Ecobiz.asia -- PT ESGIN Global Partners (ESGIN) has partnered with 23 tapioca flour plants in Lampung to develop a methane emission reduction project from...