Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikat Green Terminal

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Terminal LPG Tanjung Sekong milik PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), menjadi terminal LPG pertama di dunia yang memperoleh Green Terminal Label Certification (GTLC) bintang dua dari Bureau Veritas (BV). Sertifikasi tersebut menjadi pengakuan internasional atas penerapan standar keberlanjutan pada fasilitas penyimpanan dan distribusi LPG.

Sertifikat diserahkan dalam acara Closing Ceremony Green Terminal Label Certification di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, mengatakan pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi Pertamina dalam mengembangkan infrastruktur energi yang mengedepankan aspek keberlanjutan.

“Sertifikasi ini menjadi kebanggaan bagi Pertamina dan juga Indonesia karena untuk pertama kalinya sebuah terminal LPG memperoleh Green Terminal Label bintang dua. Ini menunjukkan transformasi Pertamina dalam membangun bisnis yang berkelanjutan,” kata Agung.

Read also:  Dairi Prima Mineral Targetkan Konstruksi Tambang Bawah Tanah Dimulai Kuartal I-2027

Menurut Agung, sertifikasi tersebut menunjukkan bahwa Terminal LPG Tanjung Sekong tidak hanya memenuhi aspek keandalan operasional, tetapi juga telah menerapkan pengelolaan energi, lingkungan, digitalisasi, keselamatan kerja, serta upaya pengurangan emisi karbon sesuai standar internasional.

Terminal LPG Tanjung Sekong merupakan salah satu fasilitas strategis Pertamina yang berlokasi di Cilegon, Banten. Terminal ini memiliki kapasitas penyimpanan 98.000 metrik ton atau sekitar 196.000 meter kubik dan memasok sekitar 35-40 persen kebutuhan LPG nasional. Fasilitas tersebut juga dilengkapi dermaga yang mampu melayani kapal berkapasitas 3.500 hingga 65.000 deadweight ton (DWT).

Sebagai bagian dari pengembangan Green Terminal, Pertamina juga menyiapkan integrasi energi terbarukan di Terminal LPG Tanjung Sekong melalui pemanfaatan energi surya dan hidrogen hijau. Hidrogen hijau akan dipasok dari fasilitas produksi milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk di Ulubelu, Lampung, yang saat ini tengah dikembangkan dengan kapasitas sekitar 100 kilogram per hari menggunakan teknologi Anion Exchange Membrane (AEM).

Read also:  Serahkan CLoA PSEL Tahap II, Danantara Alihkan Proyek Medan Raya ke Mitra Cadangan

Agung mengatakan konsep Green Terminal selanjutnya akan diterapkan di sejumlah terminal lain di lingkungan Pertamina Group, antara lain Terminal LPG Tuban, Fuel Terminal Baubau, Fuel Terminal Kotabaru, dan Integrated Terminal Tanjung Uban.

Proses sertifikasi Terminal LPG Tanjung Sekong dimulai sejak Februari 2026 melalui tahapan gap assessment, audit awal, hingga audit final pada Juli 2026. Berdasarkan hasil audit independen Bureau Veritas, terminal tersebut memperoleh nilai 78,86 persen sehingga berhak memperoleh Green Terminal Label bintang dua dari maksimum tiga bintang.

Read also:  PGE Siapkan Fondasi Bisnis Green Hydrogen, Pilot Project Ulubelu Mulai Beroperasi November

Sementara itu, Southeast Asia Industry Director Bureau Veritas, Joko Prakoso, mengatakan proses sertifikasi dilakukan melalui verifikasi independen berbasis data dan inspeksi lapangan.

“Penilaian dilakukan berdasarkan bukti dan data yang terverifikasi, mencakup aspek lingkungan, efisiensi energi, pengurangan emisi, keselamatan kerja, tata kelola perusahaan, hingga keunggulan operasional. Dengan hasil tersebut, Terminal LPG Tanjung Sekong dinyatakan layak memperoleh Green Terminal Label bintang dua,” ujar Joko.

Menurutnya, pencapaian tersebut menetapkan standar baru bagi operasional terminal LPG berkelanjutan di tingkat global dan diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan terminal energi lainnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...

Didukung APP Group, Persemaian Sriwijaya Kemampo Siap Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan,...

Danantara Buka Lagi Pendaftaran Mitra Proyek PSEL, Bidik Investor Global

Ecobiz.asia – PT Danantara Investment Management (DIM) melalui anak usahanya PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) kembali membuka pendaftaran Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk...

Perta Daya Gas Perkuat Infrastruktur Gas untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

Ecobiz.asia – PT Perta Daya Gas (PDG) menegaskan komitmennya memperkuat pengembangan infrastruktur dan layanan gas bumi guna mendukung ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya...

PGE Siapkan Fondasi Bisnis Green Hydrogen, Pilot Project Ulubelu Mulai Beroperasi November

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) semakin serius menggarap bisnis hidrogen hijau (green hydrogen) sebagai salah satu pilar pertumbuhan baru di tengah...

TOP STORIES

OJK Develops Carbon Insurance to Unlock Financing for Indonesia’s Carbon Projects

Ecobiz.asia – Indonesia's Financial Services Authority (OJK) is developing carbon insurance and other sustainable finance instruments to strengthen the country's carbon market ecosystem and...

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...

Didukung APP Group, Persemaian Sriwijaya Kemampo Siap Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan,...

Kemenhut Buka Peluang Investasi Baru Skema Carbon Removal di 2,4 Juta Hektare Hutan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membuka peluang investasi perdagangan karbon di sekitar 2,4 juta hektare kawasan hutan lindung dan hutan produksi sebagai bagian dari...

Asuransi Karbon Disiapkan, OJK Dorong Pembiayaan Berkelanjutan bagi Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan berbagai instrumen pembiayaan untuk memperkuat ekosistem perdagangan karbon nasional. Salah satu yang sedang dikembangkan adalah asuransi karbon...