Indonesia Luncurkan Empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati, Basis Data Pembangunan Berkelanjutan Makin Kuat

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pemerintah meluncurkan empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati Indonesia untuk wilayah Bali–Nusa Tenggara, Jawa, Maluku, dan Papua sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan dan konservasi berbasis data ilmiah.

Peluncuran dilakukan Kementerian PPN/Bappenas bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Pertanian, dengan dukungan Pemerintah Jerman melalui GIZ Indonesia & ASEAN dan Yayasan Konservasi Indonesia di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Empat dokumen tersebut menjadi bagian dari implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045 yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Dokumen tersebut memuat informasi terkini mengenai kondisi keanekaragaman hayati pada tingkat ekosistem, spesies, dan sumber daya genetik di masing-masing wilayah, termasuk berbagai ancaman, tekanan, serta prioritas pengelolaan dan konservasi.

Read also:  Geger! Tengkorak Diduga Orangutan Ditemukan di Areal Bernilai Konservasi Tinggi Kebun Sawit PT KAL

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan keanekaragaman hayati merupakan modal alam yang menjadi fondasi pembangunan nasional.

“Keanekaragaman hayati merupakan sumber masa depan kita. Dalam RPJPN 2025–2045 maupun RPJMN 2025–2029, keanekaragaman hayati menjadi elemen penting untuk mewujudkan tujuan lingkungan hidup yang berkualitas serta mendorong penerapan ekonomi hijau,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia sebagai salah satu negara megabiodiversitas memiliki potensi besar menjadikan kekayaan hayati sebagai penopang ketahanan pangan, air, energi, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat mengatakan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah regulasi untuk memperkuat tata kelola keanekaragaman hayati, di antaranya rancangan peraturan pemerintah mengenai akses dan pembagian keuntungan atas pemanfaatan sumber daya genetik serta tata kelola nilai ekonomi keanekaragaman hayati.

Read also:  WWF Indonesia dan DIPI Dorong Transformasi Ritel untuk Perkuat Pangan Sehat dan Berkelanjutan

“Kita pastikan agar pemanfaatan keanekaragaman hayati menjadi penguat upaya pelestarian yang berkeadilan bagi masyarakat, berbasis sains, serta diterapkan dalam tata kelola yang baik dan berintegritas,” katanya.

Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menilai dokumen tersebut menjadi pijakan penting dalam memperkuat riset dan inovasi untuk mendukung pengelolaan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan.

Ia mengatakan BRIN akan terus menyediakan data, bukti ilmiah, dan rekomendasi berbasis sains guna mendukung kebijakan yang memberikan manfaat bagi ketahanan pangan, kesehatan, energi, biomaterial, dan kesejahteraan masyarakat.

Read also:  Elektrifikasi Industri Didorong untuk Pangkas Emisi dan Biaya Energi

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menambahkan dokumen tersebut diharapkan tidak hanya menjadi referensi ilmiah, tetapi juga pedoman bersama dalam memperkuat aksi konservasi di seluruh Indonesia.

“Harapan kami, dokumen ini menjadi pedoman bersama yang mendorong aksi nyata seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pengelolaan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan Dokumen Status Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia 2024 serta dokumen status keanekaragaman hayati untuk ekoregion Sumatra dan Sulawesi pada Agustus 2025. Dengan peluncuran empat dokumen terbaru ini, seluruh ekoregion utama Indonesia kini telah memiliki dokumen status keanekaragaman hayati sebagai acuan penyusunan kebijakan konservasi dan pembangunan berbasis bukti. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

RUU Migas 2026, FSPPB dan Muhammadiyah Desak Pertamina Jadi BUK Migas

Ecobiz.asia — Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong agar Pertamina ditetapkan sebagai Badan Usaha Khusus (BUK) Migas dalam...

Dunia Lirik Produk Hijau, Transisi Energi Jadi Kunci Daya Saing Ekspor Indonesia

Ecobiz.asia — Penggunaan energi bersih dalam proses produksi semakin menentukan daya saing produk di pasar global. Pemerintah menilai transisi energi menjadi kebutuhan strategis untuk...

IEEFA Nilai Target PLTS 100 GWp Menjanjikan, Tapi Ada Syaratnya

Ecobiz.asia — Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menjanjikan efisiensi...

Ambisi 100 GWp Terancam Jadi Narasi Panggung, COP31 Jadi Momentum Pembuktian Prabowo

Ecobiz.asia — Ambisi pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) hingga 2029 berisiko berhenti sebagai komitmen di panggung internasional...

Indonesia Dorong Pendanaan Konkret untuk Transisi Energi Berkeadilan di COP31

Ecobiz.asia — Indonesia akan mendorong realisasi dukungan pendanaan, penguatan kapasitas, dan bantuan teknis bagi negara berkembang dalam pelaksanaan transisi energi berkeadilan pada Konferensi Perubahan...

TOP STORIES

RUU Migas 2026, FSPPB dan Muhammadiyah Desak Pertamina Jadi BUK Migas

Ecobiz.asia — Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong agar Pertamina ditetapkan sebagai Badan Usaha Khusus (BUK) Migas dalam...

Dunia Lirik Produk Hijau, Transisi Energi Jadi Kunci Daya Saing Ekspor Indonesia

Ecobiz.asia — Penggunaan energi bersih dalam proses produksi semakin menentukan daya saing produk di pasar global. Pemerintah menilai transisi energi menjadi kebutuhan strategis untuk...

IEEFA Nilai Target PLTS 100 GWp Menjanjikan, Tapi Ada Syaratnya

Ecobiz.asia — Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menjanjikan efisiensi...

Agrinas Palma, Fauji Foundation Jajaki Investasi Sawit Terintegrasi 200.000 Hektare

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan Fauji Foundation dari Pakistan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit terintegrasi seluas 200.000 hektare...

Ambisi 100 GWp Terancam Jadi Narasi Panggung, COP31 Jadi Momentum Pembuktian Prabowo

Ecobiz.asia — Ambisi pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) hingga 2029 berisiko berhenti sebagai komitmen di panggung internasional...