Batik Karya UMKM Disabilitas Binaan Pertamina EP Tarakan Tampil di Forum Nasional

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field membawa Batik Kalimantan Utara karya Kelompok Usaha Bersama Disabilitas Batik (Kubedistik) ke panggung nasional melalui ajang Road to Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 10 Juli 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing UMKM penyandang disabilitas.

Kubedistik merupakan kelompok usaha penyandang disabilitas di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, yang telah menjadi mitra binaan program tanggung jawab sosial (CSR) PEP Tarakan Field sejak 2019. Kelompok tersebut mengembangkan batik bermotif khas Kalimantan Utara sebagai produk ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) bersama Dekranas itu mengangkat tema “Pendampingan Kewirausahaan dan Pengembangan Produk Kerajinan Khas Daerah bagi UMKM Wilayah Sekitar Tambang dan Hulu Migas”. Produk Batik Kubedistik dipamerkan di hadapan sejumlah pengurus Dekranas, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan di sektor energi.

Head of Communication Relations & CID Zona 10, Elis Fauziyah, mengatakan keikutsertaan Kubedistik dalam forum tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendorong lahirnya usaha masyarakat yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing.

“Keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari produk yang dihasilkan, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat. Melalui forum nasional ini, kami ingin menunjukkan bahwa karya masyarakat binaan memiliki kualitas, nilai budaya, dan daya saing untuk tampil di tingkat nasional,” ujarnya.

Menurut Elis, partisipasi dalam forum nasional diharapkan dapat memperkenalkan Batik Kubedistik kepada pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang kolaborasi dan kemitraan baru bagi pelaku UMKM binaan.

Selain mengikuti pameran, anggota Kubedistik juga memperoleh pelatihan melalui coaching clinic dan seminar bersama praktisi industri kerajinan. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, mulai dari pengembangan produk hingga peningkatan daya saing di pasar.

Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, Kubedistik kini mampu memproduksi batik bermotif khas Kalimantan Utara dengan proses yang lebih ramah lingkungan. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pendapatan anggotanya, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya lokal serta menciptakan peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas.

Local Hero Kubedistik, Sony Lolong, mengatakan kesempatan mengikuti forum nasional menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi seluruh anggota kelompok untuk terus meningkatkan kualitas produk.

“Kami berterima kasih kepada PEP Tarakan Field yang selama ini mendampingi kami, mulai dari pengembangan keterampilan hingga membuka kesempatan mengikuti berbagai pameran. Pengalaman ini menambah semangat kami untuk terus berinovasi, menjaga kualitas produk, dan memperkenalkan batik khas Kalimantan Utara kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Manager Communication Relations & CID Pertamina Hulu Indonesia, Dony Indrawan, menegaskan perusahaan akan terus mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kapasitas ekonomi sekaligus mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia mengatakan pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melestarikan budaya daerah, serta memperkuat ekonomi lokal di sekitar wilayah operasi perusahaan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

TruCarbon dan AEI Gelar Webinar PSPK 1 & 2, Siapkan Emiten Hadapi Sustainability Disclosure 2027

Ecobiz.asia – Penerapan standar pengungkapan keberlanjutan PSPK 1 dan PSPK 2 mulai periode pelaporan tahunan 1 Januari 2027 mendorong emiten memperkuat kesiapan data, sistem...

Pertamina Perluas Akses Pasar Global 7 UMK di CAEXPO 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) memperluas peluang produk lokal tujuh Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mitra binaan untuk menjangkau pasar internasional dalam The 23rd...

PHI Raih Tujuh Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tujuh penghargaan dalam ajang International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Awards 2026, sebagai bentuk apresiasi...

PERHAPI: Industri Tambang Tak Cukup Hanya Kejar Produksi, Harus Beri Manfaat Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- Industri pertambangan Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tekanan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas hingga perubahan regulasi, pertambangan ilegal, serta...

Agincourt Resources Buka OlympiAR 2026, Dorong Talenta Geosains dan Praktik Tambang Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) kembali menggelar Olympiad Agincourt Resources (OlympiAR) 2026, kompetisi geosains...

TOP STORIES

Tugas BPGMN Disorot, Pemulihan Gambut Disertai Evaluasi Izin dan Penegakan Hukum

Ecobiz.asia – Pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) perlu diikuti penyelesaian konflik lahan, evaluasi perizinan, dan penegakan hukum untuk mengatasi penyebab kebakaran...

Kesalehan Ekologis: Dari Tobat Menuju Aksi Nyata

Oleh: Saiful Latief, M.Si (Pranata Humas Ahli Muda, Direktorat Inventarisasi GRK dan MPV, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan TKNEK, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH) Ecobiz.asia -...

Potensi Biomassa Indonesia Capai 83,4 Juta Ton, PLN EPI Perluas Bisnis Bioenergi

Ecobiz.asia – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memetakan potensi biomassa nasional mencapai 83,4 juta ton per tahun. Perusahaan kini memperkuat rantai pasok...

Tak Pandang Bulu, Kemenhut Tetapkan Perusahaan Singapura sebagai Tersangka Kebakaran Hutan

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan dua perusahaan, termasuk perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal Singapura, sebagai tersangka korporasi dalam perkara dugaan tindak pidana...

Organisasi Lingkungan Desak Transparansi soal Karhutla Sawit, RSPO Sebut Sanksi Anggota Tunggu Pembuktian

Ecobiz.asia – Sejumlah organisasi lingkungan mendesak Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) membuka data kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah anggotanya serta mengumumkan...