PLN Nusantara Power Hasilkan 490,5 GWh Energi Hijau dari Cofiring Biomassa pada Semester I 2026

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PLN Nusantara Power (PLN NP) terus memperkuat peran biomassa sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional. Sepanjang semester I 2026, implementasi program cofiring biomassa di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik perusahaan menghasilkan energi hijau sebesar 490,5 gigawatt hour (GWh).

Program tersebut juga berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon sebesar 590,9 ribu ton CO2e hingga akhir Juni 2026 melalui pemanfaatan biomassa sebagai campuran bahan bakar batu bara.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan cofiring biomassa menjadi salah satu solusi transisi energi yang dapat diterapkan secara bertahap dengan memanfaatkan infrastruktur pembangkit yang telah beroperasi.

Read also:  Pertamina dan IBC Jajaki Pengembangan Ekosistem Industri Baterai Terintegrasi

“Melalui program cofiring biomassa, PLN Nusantara Power berupaya mengoptimalkan aset pembangkit eksisting agar dapat menghasilkan energi yang lebih bersih tanpa mengurangi keandalan sistem kelistrikan. Program ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung percepatan transisi energi nasional,” ujar Ruly.

Menurutnya, metode cofiring memungkinkan pengurangan konsumsi batu bara sekaligus menekan emisi karbon tanpa memerlukan modifikasi besar pada fasilitas pembangkit. Pendekatan ini dinilai menjadi salah satu opsi yang realistis untuk meningkatkan bauran energi bersih di sektor ketenagalistrikan.

Kinerja semester I 2026 melanjutkan capaian positif yang diraih pada tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, PLN NP telah menerapkan cofiring biomassa secara komersial di 25 PLTU dengan produksi energi hijau mencapai 1.041 GWh dan penurunan emisi karbon sebesar 1,17 juta ton CO2e.

Read also:  Grup PHI Perkuat Penanganan Karhutla di Wilayah Operasi Kalimantan

Ruly mengatakan implementasi cofiring di 25 PLTU tersebut menunjukkan bahwa transformasi menuju sistem pembangkitan rendah emisi dapat dilakukan secara bertahap tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik.

Selain manfaat lingkungan, pengembangan cofiring biomassa juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi melalui penguatan rantai pasok biomassa berbasis sumber daya lokal. Bahan baku biomassa dapat berasal dari limbah pertanian, perkebunan, kehutanan, maupun limbah organik yang diolah menjadi bahan bakar pembangkit, sehingga berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Read also:  Pangkas Penggunaan BBM, PLN EPI Siapkan Gasifikasi Pembangkit 477 MW di Nusa Tenggara

“Produksi energi hijau sebesar 490,5 GWh pada semester pertama tahun 2026 menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kontribusi PLN NP dalam menghadirkan pembangkitan yang lebih ramah lingkungan. Kami akan terus memperkuat implementasi cofiring dengan memastikan aspek keandalan, efisiensi, dan keberlanjutan rantai pasok biomassa,” kata Ruly.

Ke depan, PLN Nusantara Power akan terus meningkatkan efektivitas program cofiring biomassa, mendorong inovasi di sektor pembangkitan, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem biomassa yang berkelanjutan. Langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap transformasi sektor ketenagalistrikan nasional dan target Net Zero Emissions Indonesia.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

IIF Kantongi Akreditasi GCF, Buka Akses Pendanaan Iklim Global untuk Infrastruktur Berkelanjutan

Ecobiz.asia – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) resmi memperoleh status Accredited Entity (AE) dari Green Climate Fund (GCF) per 1 Juli 2026, membuka akses...

Pertamina dan Eni Perkuat Kolaborasi, Dari Teknologi Eksplorasi Migas hingga SAF Berbasis Minyak Nabati

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) dan perusahaan energi asal Italia, Ente Nazionale Idrocarburi (Eni), menjajaki penguatan kerja sama di sektor hulu dan hilir energi,...

PLN-Pelindo Resmikan OPS Tanjung Priok, Perkuat Elektrifikasi Maritim Menuju Green Port

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) meresmikan dua unit Onshore Power Supply (OPS) berkapasitas total 1 megavolt ampere (MVA) di...

Siapkan Investasi Rp2,8 T, Danantara Mulai Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Galuga

Ecobiz.asia - PT Danantara Investment Management melalui PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya...

Trans Mall Group Resmikan PLTS Atap Terluas di Indonesia, Kolaborasi dengan Xurya

Ecobiz.asia — Trans Mall Group meresmikan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di 16 lokasi yang tersebar di 14 kota dan 11 provinsi...

TOP STORIES

NCI, Infini Asia Launch FIST 1.0 to Strengthen Data Management for Nature-Based Solutions

Ecobiz.asia – Nusantara Climate Initiative (NCI), in collaboration with PT Inovasi Infini Asia (Infini Asia), has officially launched the Forest Integrated System for Transparency...

IDX Proposes Lower Non-Tax State Levy to Boost Carbon Trading on IDXCarbon

Ecobiz.asia – The Indonesia Stock Exchange (IDX) is preparing a proposal for an incentive and disincentive scheme to encourage companies to trade carbon units...

IIF Kantongi Akreditasi GCF, Buka Akses Pendanaan Iklim Global untuk Infrastruktur Berkelanjutan

Ecobiz.asia – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) resmi memperoleh status Accredited Entity (AE) dari Green Climate Fund (GCF) per 1 Juli 2026, membuka akses...

Petani Sawit Kecil Siap Hadapi EUDR Tapi Pertanyakan Insentif

Ecobiz.asia – Petani sawit kecil menyatakan siap memenuhi standar European Union Deforestation Regulation (EUDR), namun masih mempertanyakan dukungan dan insentif ekonomi untuk menanggung biaya...

NCI dan Infini Asia Luncurkan FIST 1.0 untuk Perkuat Pengelolaan Data Proyek Nature-based Solutions

Ecobiz.asia — Nusantara Climate Initiative (NCI) bersama PT Inovasi Infini Asia (Infini Asia) meluncurkan Forest Integrated System for Transparency (FIST) Version 1.0, platform digital...