Ecobiz.asia – PT Hidro Dinamika Internasional (HDI) menjajaki kerja sama riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempercepat pengembangan teknologi hidrogen di Indonesia. Penjajakan dilakukan melalui pemanfaatan fasilitas Reaktor TRIGA 2000 di Kawasan Sains Tamansari, Bandung, sebagai bagian dari upaya memperkuat riset dan inovasi energi bersih.
Direktur PT Hidro Dinamika Internasional Rudiyana Supriadi mengatakan kolaborasi dengan BRIN diharapkan dapat mendukung penelitian, pengujian teknologi, validasi ilmiah, hingga sertifikasi produk sehingga inovasi hidrogen yang dikembangkan memenuhi standar yang berlaku.
“Kami sangat membutuhkan pendampingan dan kolaborasi riset bersama BRIN sebagai lembaga yang memiliki kompetensi, infrastruktur penelitian, serta kewenangan dalam pengujian dan pengembangan teknologi nuklir. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi nasional yang siap diimplementasikan oleh industri,” ujar Rudiyana saat berkunjung ke Kawasan Sains Tamansari, Bandung, Senin (13/7).
Dalam pertemuan tersebut, HDI memaparkan sejumlah teknologi yang tengah dikembangkan, mulai dari produksi hidrogen, sistem penyimpanan energi berbasis silika, teknologi plasmalysis, hingga pemanfaatan hidrogen untuk sektor industri, transportasi, dan pembangkit listrik.
Menurut Rudiyana, perkembangan teknologi energi global semakin mengarah pada pemanfaatan energi rendah emisi. Berbagai negara telah mengembangkan teknologi nuklir generasi baru, termasuk Small Modular Reactor (SMR) dan reaktor nuklir portabel, yang dinilai berpotensi mendukung produksi hidrogen bersih sekaligus memenuhi kebutuhan energi sektor industri.
Ia menilai Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan teknologi tersebut melalui sinergi antara industri, pemerintah, dan lembaga riset. Dalam konteks itu, teknologi nuklir dapat menjadi salah satu sumber energi yang stabil untuk mendukung produksi hidrogen di masa depan.
Rudiyana juga menilai hidrogen memiliki prospek besar sebagai sumber energi alternatif seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional dan tantangan pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Hidrogen dapat diproduksi dari berbagai sumber energi dan dimanfaatkan pada sektor industri, transportasi, maupun pembangkit listrik.
Sementara itu, Ketua Tim Fasilitas Reaktor TRIGA 2000 Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran BRIN Abdul Rahim Iso Suwarso mengatakan Reaktor TRIGA 2000 merupakan infrastruktur riset yang dimanfaatkan untuk penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, produksi radioisotop, analisis material, pendidikan, serta pengembangan teknologi nuklir.
Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi aset strategis yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kolaborasi penelitian antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor industri dalam menghasilkan inovasi berbasis sains dan teknologi. ***



