Siapkan Generasi Energi Bersih, Pertamina NRE Kenalkan Perdagangan Karbon di PGTC 2026

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkenalkan konsep perdagangan karbon kepada mahasiswa dalam ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai peran perdagangan karbon dalam mendukung pengurangan emisi dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati, mengatakan edukasi mengenai perdagangan karbon menjadi penting di tengah meningkatnya perhatian global terhadap isu perubahan iklim dan transisi energi.

“Pengenalan carbon trading menjadi penting agar generasi muda memahami bagaimana mekanisme perdagangan karbon dapat berkontribusi dalam pengurangan emisi serta mendukung target dekarbonisasi di Indonesia,” ujar Sri dalam keterangannya.

Read also:  PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Menurut dia, transisi energi tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang baru, termasuk berkembangnya green jobs yang kini menjadi tren global seiring meningkatnya fokus terhadap energi bersih dan keberlanjutan.

“Hal ini menunjukkan bahwa transisi energi juga membuka peluang karier dan pengembangan kompetensi baru bagi generasi muda,” katanya.

PGTC 2026 mengusung tema “Energizing Acceleration for Future Impact” dan mempertemukan pelaku industri energi dengan mahasiswa untuk membahas tantangan serta peluang sektor energi masa depan.

Dalam kegiatan tersebut, Pertamina NRE menghadirkan booth interaktif yang memberikan edukasi mengenai perdagangan karbon, mekanisme pengurangan emisi melalui kredit karbon, hingga pengembangan proyek energi rendah karbon yang mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Read also:  Kemenhut Perkuat Kompetensi SDM untuk Jaga Integritas Pasar Karbon

Perdagangan karbon merupakan mekanisme yang memungkinkan pihak yang berhasil menurunkan emisi lebih besar untuk menjual unit karbonnya kepada pihak lain yang masih memiliki tingkat emisi tinggi. Skema ini diharapkan dapat mempercepat pengurangan emisi karena memberikan insentif ekonomi terhadap aksi mitigasi perubahan iklim.

Selain perdagangan karbon, Pertamina NRE juga memperkenalkan konsep carbon offset kepada mahasiswa. Melalui skema ini, masyarakat dapat berkontribusi mengimbangi emisi karbon dari aktivitas sehari-hari dengan mendukung proyek penurunan emisi, seperti energi bersih dan penanaman pohon.

Read also:  TBS Receives Indonesia’s First Green Equity Transition Designation

Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama dalam diskusi terkait implementasi perdagangan karbon dan peluang keterlibatan generasi muda dalam mendukung transisi energi nasional.

Sebelumnya, Pertamina NRE juga aktif mengampanyekan pengurangan emisi karbon melalui program carbon offset bekerja sama dengan aplikasi Livin’ by Mandiri. Program tersebut memperkenalkan mekanisme kompensasi emisi melalui pembelian kredit karbon dari proyek-proyek penurunan emisi terverifikasi.

Partisipasi Pertamina NRE dalam PGTC 2026 disebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung agenda dekarbonisasi nasional melalui pengembangan energi bersih, peningkatan literasi perdagangan karbon, serta penguatan kapasitas generasi muda di sektor energi berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Menteri LH: Pasar Karbon Harus Berbasis Aksi Nyata, Bukan Sekadar Transaksi

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat menegaskan pasar karbon Indonesia harus dibangun berdasarkan aksi iklim yang terukur,...

TÜV SÜD Bangun Pusat Dekarbonisasi di Singapura, Siap Investasi US$24 Juta

Ecobiz.asia — Perusahaan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi global TÜV SÜD menginvestasikan lebih dari US$24 juta untuk membangun Global Decarbonisation Centre of Excellence (CoE) di...

Wamen LH: Perdagangan Karbon Bisa Jadi Insentif Dekarbonisasi Industri Nikel

Ecobiz.asia — Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mengatakan mekanisme perdagangan karbon dapat menjadi insentif bagi industri nikel...

Dapat Dukungan Kemenhut, Riau Mantap Masuk Pasar Karbon Yurisdiksi ART-TREES

Ecobiz.asia - Provinsi Riau mulai memasuki tahap baru pengembangan kredit karbon hutan berbasis yurisdiksi setelah menyelesaikan konsep Green for Riau dan memperoleh dukungan pemerintah...

Pasar Karbon Indonesia Mulai Cari Talenta Baru, IDCTA Youth Gelar Carbon Youth Week 2026

Ecobiz.asia — Perkembangan pasar karbon Indonesia mulai menciptakan kebutuhan baru terhadap sumber daya manusia yang memahami tidak hanya isu perubahan iklim, tetapi juga mekanisme...

TOP STORIES

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...