Kemenhut Luncurkan Film Dokumenter “Merawat Esok”, Rekam Aksi Pengurangan Emisi Karbon Kehutanan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan film dokumenter berjudul “Merawat Esok” yang merekam berbagai aksi pengurangan emisi karbon sektor kehutanan dan penggunaan lahan melalui program Indonesia FOLU Net Sink 2030.

Film tersebut menampilkan berbagai inisiatif masyarakat di tingkat tapak, mulai dari penanaman mangrove, rehabilitasi gambut, hingga pengembangan agroforestry.

Peluncuran film dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Selasa (20/5/2026), dengan menyoroti peran generasi muda sebagai penggerak aksi pelestarian lingkungan dan pengendalian perubahan iklim.

Dokumenter itu memperlihatkan keterlibatan aktif anak muda, termasuk mahasiswa dan komunitas lokal, dalam menjalankan berbagai program pemulihan ekosistem di tengah tantangan lapangan. Produksi film mendapat dukungan pendanaan Norwegia melalui skema result based contribution pengurangan emisi sektor FOLU yang disalurkan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

Read also:  Transformasi Pengelolaan Sampah, Pembangunan Fasilitas PSEL Bali Dimulai

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam sambutan tertulis yang dibacakan Pelaksana Tugas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan, Indra Exploitasia, mengatakan tantangan generasi muda saat ini bukan lagi merebut kemerdekaan, melainkan menjaga masa depan bumi dan lingkungan hidup.

“Jika dahulu perjuangan dilakukan kaum muda untuk merebut kemerdekaan, maka hari ini tantangan generasi muda adalah menjaga masa depan bumi dan lingkungan hidup,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah terus memperkuat tata kelola kehutanan sebagai bagian dari upaya menghadapi krisis planet yang meliputi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.

Read also:  El Nino Diprediksi Lebih Parah, Wamen LH Minta Kepala Daerah Siaga Kebakaran TPA Sampah

“Hutan bukan sekadar simbol, tetapi fondasi bagi keberlanjutan. Melalui Indonesia FOLU Net Sink 2030, pemerintah menempatkan sektor kehutanan sebagai salah satu pilar mencapai target net sink melalui pengelolaan hutan lestari dan pemulihan ekosistem,” ujarnya.

Menhut juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam gerakan pelestarian hutan di Indonesia.

“Generasi muda menjadi aktor kunci. Kami akan terus mendorong keterlibatan anak muda melalui komunitas, inovasi, ekspedisi, hingga forum-forum lingkungan. Ini menunjukkan generasi muda bukan hanya peduli, tetapi juga mampu menghasilkan aksi nyata,” katanya.

Read also:  Indonesia Undang China Investasi Proyek PLTS 100 GW

Sementara itu, Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Rut Krüger Giverin mengatakan film “Merawat Esok” menjadi gambaran tentang urgensi sekaligus harapan dalam menjaga lingkungan hidup.

“Cerita ini tidak bisa selesai di ruang rapat atau layar komputer. Semua harus bergerak bersama. Besar atau kecil, aksi nyata tetap penting,” katanya.

Ia juga menyampaikan Norwegia bangga menjadi mitra Indonesia dalam pengendalian deforestasi dan pengurangan emisi karbon sektor kehutanan.

“Norwegia telah berkontribusi sebesar 216 juta dolar AS dan berkomitmen melanjutkan kemitraan strategis dengan Indonesia untuk mencapai target Indonesia FOLU Net Sink 2030,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Indonesia Serukan Penguatan Perdagangan Hasil Hutan Lestari di Forum Kehutanan APEC

Ecobiz.asia – Indonesia mendorong penguatan perdagangan hasil hutan yang legal dan berkelanjutan serta mengajak negara-negara anggota APEC memperkuat kolaborasi konservasi mangrove melalui World Mangrove...

KLH Rekomendasikan Penataan Ulang Tata Ruang Sumatra, Cegah Bencana Banjir Berulang

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menemukan jutaan hektare kawasan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memerlukan penataan ulang tata...

Indonesia Luncurkan Empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati, Basis Data Pembangunan Berkelanjutan Makin Kuat

Ecobiz.asia – Pemerintah meluncurkan empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati Indonesia untuk wilayah Bali–Nusa Tenggara, Jawa, Maluku, dan Papua sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan dan...

Indonesia Siapkan 93 Proyek Hidrogen Senilai Rp32 Triliun untuk Dekarbonisasi Industri dan Transportasi

Ecobiz.asia – Pemerintah mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen nasional melalui 93 proyek dengan nilai investasi sekitar Rp32 triliun untuk mendukung dekarbonisasi sektor industri, transportasi, dan...

Survei Terbaru Kemenhut Ungkap Populasi Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli, Kondisi Rentan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap hasil survei populasi terbaru yang menunjukkan populasi Orangutan Sumatera (Pongo abelii) diperkirakan mencapai 11.694 individu, sedangkan Orangutan Tapanuli...

TOP STORIES

Indonesia Advances Forest Certification Reform with SVLK–PEFC Combined Audit

Ecobiz.asia – Indonesia's Ministry of Forestry has partnered with the Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC)/Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC) to develop...

PGE Bukukan Laba Bersih Tumbuh 15,48%, Bidik Kapasitas Panas Bumi 1 GW pada 2028

Ecobiz.asia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 15,48 persen sekaligus menegaskan komitmennya mempercepat pengembangan panas bumi nasional. Perseroan...

Backed by Japan’s JCM, Indonesia Breaks Ground on Landmark Waste-to-Energy Project

Ecobiz.asia - Indonesia broke ground on the Legok Nangka waste-to-energy plant in West Java, the country's first waste-to-energy project developed under a public-private partnership...

PHM Ubah Limbah Makanan Menjadi Pendorong Ekonomi Sirkular di Pesisir Kalimantan Timur

Ecobiz.asia -- Praktik ekonomi sirkular semakin menunjukkan perannya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di sektor industri. PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menghadirkan salah satu contohnya...

Indonesia Serukan Penguatan Perdagangan Hasil Hutan Lestari di Forum Kehutanan APEC

Ecobiz.asia – Indonesia mendorong penguatan perdagangan hasil hutan yang legal dan berkelanjutan serta mengajak negara-negara anggota APEC memperkuat kolaborasi konservasi mangrove melalui World Mangrove...