Kemenhut–Barantin Sinergi Pencegahan Perdagangan Tumbuhan dan Satwa Liar Ilegal, Perkuat Biosekuriti

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Badan Karantina Indonesia (Barantin) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat sinergi pencegahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar (TSL) serta memperkuat sistem biosekuriti nasional.

Melalui MoU ini, kedua pihak sepakat memperkuat pertukaran data dan informasi, meningkatkan pengawasan di pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara, serta mengembangkan langkah operasional bersama, termasuk pilot project di wilayah dengan tingkat peredaran TSL ilegal yang tinggi.

Read also:  Kebut Pembangunan Waste to Energy, ESDM Targetkan 34 PLTSa Segera Beroperasi

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat koordinasi lintas lembaga yang lebih operasional di lapangan.

“Dengan pertemuan ini tembok-tembok ego sektoral yang selama ini berdiri di antara kementerian dan lembaga harus dirubuhkan. Kita mulai kerja koordinatif kolaboratif untuk mengamankan biodiversitas dan kekayaan negara,” ujarnya usai penandatanganan MoU, Selasa (5/5/2026).

Read also:  Penghentian Open Dumping Tak Bisa Ditawar, KLH Dorong Percepatan Pemilahan Sampah

Ia menegaskan, implementasi kerja sama tidak boleh berhenti pada tataran normatif. “Kita bikin yang sederhana, yang lebih operasional, dengan keinginan bersama untuk merubuhkan ego sektoral dan memperkuat kerja kolaboratif,” tambahnya.

Menurut Raja Juli, pengawasan terhadap organisme pengganggu tumbuhan dan spesies invasif juga menjadi perhatian utama karena berpotensi merusak ekosistem dan habitat satwa liar. “Banyak tumbuhan invasif yang bisa mengancam habitat satwa liar kita, ini harus kita jaga bersama,” katanya.

Read also:  Menteri LH Kebut PSEL Jawa Barat, Jawab Krisis Sampah untuk Jadi Energi

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menilai kolaborasi ini krusial untuk memperkuat sistem perlindungan sumber daya hayati dari ancaman lintas batas. Ia menyebut sinergi kedua lembaga akan meningkatkan efektivitas pengawasan lalu lintas tumbuhan dan satwa liar serta mencegah masuknya organisme pengganggu dan penyakit hewan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Laporan IEA: Indonesia Peringkat Kedua Emisi Metana Energi Fosil di Asia Selatan dan Tenggara

Ecobiz.asia — Indonesia tercatat sebagai penghasil emisi metana dari sektor energi fosil terbesar kedua di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara sepanjang 2025, dengan...

Dua Anak Harimau Sumatra Lahir di Lembaga Konservasi Taman Satwa Lembah Hijau Lampung

Ecobiz.asia — Dua anak Harimau Sumatra lahir di Taman Satwa Lembah Hijau, Lampung, memperkuat upaya pelestarian satwa dilindungi di Indonesia. Kelahiran tersebut merupakan hasil perkawinan...

Induk dan Anak Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Bengkulu, Kemenhut Lakukan Investigasi

Ecobiz.asia — Dua individu Gajah Sumatra ditemukan mati di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kasus tersebut tengah dalam proses investigasi untuk...

Presiden Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun, dari Biodiesel hingga Pengolahan Pala

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Langkah ini menjadi...

Laba Melonjak 4,5 Kali Lipat, Samator Indo Gas Awali 2026 dengan Momentum Kuat

Ecobiz.asia -- PT Samator Indo Gas Tbk (IDX: AGII) membuka tahun 2026 dengan performa yang mengesankan. Di tengah dinamika dunia usaha dan kebutuhan sektor...

TOP STORIES

IEA Global Methane Tracker 2026 – Download Link

Ecobiz.asia - Around the world, many countries have made reductions in methane emissions a policy priority as part of their efforts to limit near-term...

IETA Sees Progress in Indonesia’s Carbon Market, Urges Clarity on Key Gaps

Ecobiz.asia — Global carbon market players have welcomed Indonesia’s latest forestry carbon trading regulation, while highlighting several critical challenges that must be addressed to...

Two Sumatran Tiger Cubs Born to Parents Rescued from Conflict and Poaching

Ecobiz.asia — Two Sumatran tiger cubs have been born at Lembah Hijau Wildlife Park, marking a significant milestone in Indonesia’s efforts to conserve protected...

PTBA Bicara Gasifikasi Batu Bara Jadi DME untuk Perkuat Ketahanan Energi

Ecobiz.asia — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mendorong pengembangan hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional...

Laporan IEA: Indonesia Peringkat Kedua Emisi Metana Energi Fosil di Asia Selatan dan Tenggara

Ecobiz.asia — Indonesia tercatat sebagai penghasil emisi metana dari sektor energi fosil terbesar kedua di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara sepanjang 2025, dengan...