Kemenko Pangan–WWF Dorong Reformasi Tata Kelola Sawit, Fokus pada Petani Swadaya

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama WWF-Indonesia mendorong transformasi tata kelola kelapa sawit nasional dengan menitikberatkan pada peningkatan produktivitas dan penguatan peran petani swadaya.

Langkah tersebut dibahas dalam Dialog Nasional Kemandirian Pangan 2026 yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan organisasi masyarakat sipil untuk merumuskan langkah konkret perbaikan sektor sawit di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti, menegaskan sawit merupakan komoditas strategis bagi ketahanan pangan dan energi nasional, namun menghadapi tekanan isu keberlanjutan di pasar global.

“Indonesia memiliki posisi strategis sebagai produsen utama minyak sawit dunia. Oleh karena itu, penguatan tata kelola yang inklusif, transparan, dan akuntabel menjadi kunci untuk menjaga daya saing global sekaligus memastikan kesejahteraan pekebun dan ketahanan pangan nasional tak terkecuali kesehatan ekosistem,” ujarnya.

Ia menekankan transformasi perlu difokuskan pada intensifikasi lahan, peningkatan inklusivitas petani swadaya, serta penguatan standar keberlanjutan nasional.

“Yang kita butuhkan sekarang adalah tata kelola yang benar-benar inklusif dan sistem yang mampu menjawab standar global tanpa mengorbankan petani kecil di dalamnya,” tambahnya.

Indonesia saat ini menyumbang sekitar 58% produksi minyak sawit global dengan volume 46–51,6 juta ton CPO pada periode 2024–2025, yang berasal dari total luas perkebunan 16,83 juta hektare. Sekitar 40% di antaranya dikelola petani swadaya yang masih menghadapi berbagai kendala produktivitas dan akses.

CEO WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda, menilai peningkatan daya saing sawit harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.

“Melalui pendampingan dan intensifikasi yang tepat bagi petani swadaya, kita dapat meningkatkan produktivitas tanpa perlu membuka lahan baru,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan kapasitas petani dan penerapan praktik budidaya berkelanjutan akan menjadikan standar global sebagai peluang, bukan hambatan.

“Dengan penguatan kapasitas dan praktik budidaya yang lebih baik, standar global tidak lagi menjadi tekanan, melainkan peluang,” katanya.

Forum ini membahas rantai pasok sawit dari hulu hingga hilir, mulai dari kebijakan nasional hingga tantangan di tingkat petani. Hasil diskusi diharapkan menghasilkan komitmen lintas sektor untuk mempercepat reformasi tata kelola sawit yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dialog Nasional Kemandirian Pangan 2026 menjadi bagian dari upaya mendukung arah pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025–2045, dengan fokus pada penguatan produktivitas petani sebagai fondasi utama sektor sawit nasional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Perluas Akses Masyarakat Kelola Hutan, Menhut Serahkan SK Perhutanan Sosial di NTB

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan menyerahkan enam Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada kelompok masyarakat di Nusa Tenggara Barat, memberikan akses kelola kawasan hutan seluas...

Kemenhut–ICRAF Perbarui Kerja Sama, Dorong Implementasi Agroforestri

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan Republik Indonesia memperbarui kerja sama strategis dengan International Centre for Research in Agroforestry untuk mendorong implementasi agroforestri dalam pengelolaan hutan...

Gakkum Kehutanan Ungkap Perdagangan Sisik Trenggiling di Sintang, Barang Bukti 1,38 Kg Diamankan

Ecobiz.asia – Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan berhasil mengungkap kasus perdagangan ilegal bagian satwa dilindungi berupa sisik Trenggiling di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Dalam operasi...

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Rehabilitasi Mangrove Jadi Investasi Jangka Panjang

Ecobiz.asia — Rehabilitasi mangrove menjadi investasi jangka panjang untuk perlindungan wilayah pesisir sekaligus penguatan ekonomi masyarakat. Demikian ditegaskan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya...

Pertemuan APEC-EGILAT, Indonesia Tegaskan Penguatan SVLK dan Penegakan Hukum untuk Berantas Pembalakan Liar

Ecobiz.asia — Indonesia menegaskan komitmen memperkuat tata kelola perdagangan produk kehutanan legal melalui optimalisasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dan penguatan penegakan hukum pada...

TOP STORIES

UK Backs Indonesia’s New Conservation Financing Task Force with £2 Million Support

Ecobiz.asia — The UK government has welcomed and supported Indonesia’s establishment of a new task force on innovative financing for national parks and iconic...

Penyelundupan Satwa Liar Dalam Koper di Soekarno-Hatta Meningkat, Pasar Satwa Hobi Jadi Tujuan

Ecobiz.asia — Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabalnusra) mengungkapkan adanya kecenderungan meningkatnya percobaan penyelundupan satwa liar melalui Bandara Soekarno-Hatta,...

Peringati Hari Bumi 2026, Pertamina EP Sangatta Field Gelar Penanaman Pohon Penyerap Karbon

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field menggelar aksi penanaman pohon dan kampanye pengurangan sampah plastik di Kutai Timur, Kalimantan Timur, dalam rangka...

Indonesia Launches ASEAN Haze Control Secretariat to Strengthen Regional Coordination

Ecobiz.asia — Indonesia has inaugurated the Secretariat Office of the ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control in Jakarta, marking a step to...

Menteri LH Resmikan Sekretariat Komando Polusi Asap Lintas Batas, Perkuat Koordinasi ASEAN

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq meresmikan Kantor Sekretariat ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control...