Siapkan Investasi Awal Rp420 M, Eco Power Nusantara Kembangkan Proyek Biochar hingga Kredit Karbon Kehutanan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Eco Power Nusantara menyiapkan investasi awal sekitar US$25 juta atau setara Rp420 miliar untuk pengembangan proyek biochar dan kredit karbon berbasis biomassa di sektor kehutanan berkelanjutan.

Rencana tersebut disampaikan perusahaan usai melakukan pertemuan dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebagai bagian dari penjajakan kolaborasi di sektor ekonomi hijau.

Presiden Direktur PT Eco Power Nusantara, Swastiko Yoga, menjelaskan pertemuan diawali dengan pemaparan profil perusahaan, termasuk pengenalan jajaran direksi dan calon investor. Dalam forum tersebut, perusahaan juga memaparkan rencana pengembangan proyek berbasis ekosistem, khususnya pemanfaatan limbah hutan dan perkebunan menjadi produk bernilai ekonomi.

Read also:  Dukung Capaian NDC, KLH/BPLH Jalin Kerja Sama dengan Hanns Seidel Foundation

“Perusahaan menjelaskan rencana pengembangan proyek ke depan, khususnya proyek berbasis ekosistem dan pemanfaatan limbah menjadi nilai ekonomi,” ujar perwakilan perusahaan dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).

Dalam pembahasan, kedua pihak turut menyoroti potensi kerja sama di bidang kredit karbon, reforestasi, serta pengembangan biomassa sebagai bagian dari pendekatan ekonomi sirkular.

Eco Power Nusantara juga mengungkapkan bahwa investasi awal akan difokuskan pada pengolahan limbah kelapa sawit serta limbah pertanian dan perkebunan menjadi biochar dan produk turunan lainnya, termasuk pengembangan proyek kredit karbon. Dana tersebut mencakup pembangunan infrastruktur pabrik dan fasilitas pendukung.

Read also:  Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) Segera Diluncurkan, KLH Ajak Pengembang Proyek Ikut Uji Coba

Perusahaan menargetkan sejumlah wilayah sebagai lokasi pengembangan proyek, antara lain Sanggau di Kalimantan Barat, Dumai di Riau, serta Boyolali dan Sragen di Jawa Tengah.

Pengembangan proyek ini diharapkan dapat mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca, pemulihan ekosistem, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia.

Ke depan, Eco Power Nusantara menegaskan akan memperkuat kerja sama dengan Kementerian Kehutanan, khususnya dalam pengembangan kehutanan berkelanjutan, termasuk restorasi ekosistem, reforestasi, perhutanan sosial, serta proyek kredit karbon terintegrasi berbasis biomassa. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) Segera Diluncurkan, KLH Ajak Pengembang Proyek Ikut Uji Coba

Ecobiz.asia – Pemerintah segera meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai infrastruktur utama perdagangan karbon di Indonesia. Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan...

Permenhut 6/2026 Buka Peluang Masyarakat Terlibat Perdagangan Kredit Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat dalam perdagangan karbon sektor kehutanan melalui penerbitan Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut)...

Menhut Terbitkan Permenhut No 6 Tahun 2026, Atur Tata Cara Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni secara resmi menetapkan Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 6 Tahun 2026 yang mengatur tata cara perdagangan karbon...

Dukung Capaian NDC, KLH/BPLH Jalin Kerja Sama dengan Hanns Seidel Foundation

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) dan arahan program dengan Hanns Seidel Foundation untuk periode 2026–2028...

RI Undang Jepang Investasi Karbon Kehutanan, Skema JCM dan VCM

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia mengundang Jepang untuk berinvestasi dalam ekonomi karbon sektor kehutanan sebagai bagian dari penguatan solusi berbasis alam (nature-based solutions) dalam menghadapi...

TOP STORIES

Indonesia to Launch Carbon Registry System in July, Invites Developers for Trial Phase

Ecobiz.asia — Indonesia is set to launch its Carbon Unit Registry System (SRUK) in July 2026 as a key infrastructure to support the country’s...

Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) Segera Diluncurkan, KLH Ajak Pengembang Proyek Ikut Uji Coba

Ecobiz.asia – Pemerintah segera meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai infrastruktur utama perdagangan karbon di Indonesia. Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan...

Dapat Pendanaan Rendah Karbon, Venambak Eksekusi Proyek Tambak Udang Ramah Lingkungan di Sumbawa

Ecobiz.asia – PT Venambak Kail Dipantara mulai mengeksekusi proyek budidaya udang ramah lingkungan di Kabupaten Sumbawa setelah memperoleh pendanaan dari skema Low Carbon Development...

PIS–PGN Siapkan Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon, Dari LNG hingga Hidrogen

Ecobiz.asia — PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjalin kerja sama untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan ekosistem...

Apel Siaga Karhutla di Kalbar, Pemerintah Perkuat Antisipasi Musim Kemarau 2026

Ecobiz.asia — Pemerintah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar apel siaga di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026), di tengah...