PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional untuk Jaga Produksi dan Dukung Transisi Energi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan migas non-konvensional (MNK) sebagai upaya menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional di tengah penurunan kinerja lapangan migas konvensional.

Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, mengatakan pengembangan MNK menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga, seiring kebutuhan transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.

“Pengembangan migas non-konvensional bukan lagi opsi, tetapi kebutuhan strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” ujarnya dalam ajang Offshore Technology Conference Asia 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (2/4/2026).

PHR mengidentifikasi potensi sumber daya MNK pada sub-cekungan North Aman yang diperkirakan mencapai 11,3 miliar barel minyak di tempat (BBO). Potensi ini dinilai dapat menjadi sumber pasokan baru yang selama ini belum tergarap optimal di Indonesia.

Read also:  PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik Data Center Microsoft, Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Di Wilayah Kerja Rokan, PHR telah mencatat kemajuan awal melalui pembuktian keberadaan hidrokarbon pada struktur North Aman, termasuk di area Gulamo dan Kelok, melalui pengeboran sumur eksplorasi horizontal dan uji alir.

Tahap selanjutnya, perusahaan melanjutkan proses appraisal melalui rencana pengeboran horizontal dan penerapan teknologi multi-stage fracturing untuk meningkatkan perolehan hidrokarbon secara lebih efisien.

Arifin menekankan bahwa pengembangan MNK juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan, termasuk efisiensi operasi dan pengelolaan dampak lingkungan, seiring meningkatnya tuntutan penurunan emisi di sektor energi.

Read also:  Rincian Proyek PLTS PLN 1,225 GW Lewat Skema GIGA ONE, Target COD 2029

Menurutnya, tantangan utama pengembangan MNK tidak hanya berada pada aspek teknis bawah permukaan, tetapi juga faktor di atas permukaan seperti kebutuhan investasi, dukungan regulasi dan fiskal, serta kesiapan infrastruktur.

“Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, operator, dan mitra teknologi untuk memastikan pengembangan MNK berjalan optimal dan tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan,” katanya.

PHR menargetkan tahapan awal pengembangan melalui skema kontrak bagi hasil (PSC) pada kuartal II 2026, dilanjutkan pengeboran sumur appraisal pada akhir tahun. Produksi awal ditargetkan mulai 2028 dengan pengembangan skala lebih besar setelah 2030.

Read also:  Elnusa Raih Skor ACGS 96,66, Lampaui Rata-rata Emiten Big Cap Indonesia

Dalam forum yang sama, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi, menegaskan bahwa sektor hulu migas tetap berperan penting dalam memenuhi kebutuhan energi, namun perlu diimbangi dengan pengembangan energi rendah karbon melalui strategi pertumbuhan ganda.

Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Produksi Pertamina Hulu Energi, Mery Luciawaty, menyoroti pentingnya transformasi bisnis hulu untuk mendukung transisi energi, termasuk melalui efisiensi operasi dan inovasi teknologi.

Partisipasi Grup Pertamina dalam forum tersebut juga menampilkan kapabilitas pengeboran terintegrasi oleh Pertamina Drilling Services Indonesia, yang mengedepankan efisiensi operasional sebagai bagian dari upaya menekan jejak karbon di sektor hulu migas. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Blackout Sumatra, PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan Pascagangguan Akibat Cuaca Buruk

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menyampaikan progres pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra pascagangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt...

Blackout Sumatra, PLN: Pemulihan PLTU Butuh Waktu Lebih Lama Dibanding Hidro dan Gas

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menyebut proses pemulihan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara membutuhkan waktu lebih lama dibanding pembangkit hidro...

PHE, ExxonMobil dan SK Group Kaji Proyek CCS Lintas Batas Indonesia-Korea Selatan

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited, SK Innovation, dan SK Earthon menandatangani Joint Study Agreement (JSA)...

Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon, PGN Garap Studi CCS dan Transportasi CO2

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperkuat langkah transisi energi melalui pengembangan ekosistem Carbon Capture and Storage (CCS) dan transportasi CO2 untuk...

KAI Group Luncurkan Pengelolaan Sampah Terintegrasi, Stasiun Gambir Jadi Percontohan

Ecobiz.asia – KAI Group meluncurkan program Waste Management Terintegrasi dengan Stasiun Gambir sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah modern di kawasan transportasi publik. Kementerian Lingkungan...

TOP STORIES

Indonesia Prepares Energy Sector Carbon Trading Rules, Targets Up to US$7.7 Billion in Green Financing

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) is preparing new regulations for carbon trading in the energy sector as part of...

TuK Indonesia Soroti Minimnya Partisipasi Publik dalam Revisi POJK Keuangan Berkelanjutan, Desak Pencegahan Greenwashing

Ecobiz.asia — Transformasi untuk Keadilan Indonesia (TuK Indonesia) mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan pengawasan praktik greenwashing dalam...

Penguasaan Kehutanan yang Kedodoran

Oleh: Pramono Dwi Susetyo (Pernah Bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Penulis Buku Seputar Hutan dan Kehutanan, dan Membangun Hutan Menjaga Lingkungan) Ecobiz.asia...

Kementerian ESDM Siapkan Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Energi, Incar Pendanaan Potensial US$7,7 Miliar

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan regulasi perdagangan karbon sektor energi melalui penyusunan Rancangan Peraturan Menteri (RPermen) ESDM tentang...

Chinese Firms Dominate Interest in Danantara Waste-to-Energy Power Projects

Ecobiz.asia — Investor interest in Indonesia’s waste-to-energy power plant projects being developed by Danantara Investment Management (DIM) has surged in the second round of...