Mikroalga Berpotensi Jadi Basis Bioenergi, Bahan Baku Industri hingga Solusi Perubahan Iklim

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Mikroalga dinilai memiliki potensi strategis sebagai sumber bioenergi, bahan baku industri, hingga solusi mitigasi perubahan iklim melalui kemampuan menyerap karbon dan menghasilkan biomassa bernilai tinggi.

Pengajar Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Eko Agus Suyono, mengatakan mikroalga berkontribusi signifikan terhadap fiksasi karbon melalui fotosintesis dan menghasilkan sekitar 40–50 persen oksigen di atmosfer.

“Mikroalga juga berkontribusi sekitar 40–50% terhadap oksigen di atmosfer, sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian oksigen pada setiap tarikan napas manusia berasal dari proses fotosintesis mikroalga,” ujarnya dalam pidato pengukuhan guru besar di Balai Senat UGM, Kamis (2/4/2026).

Read also:  PGN Kembangkan Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Targetkan Pasokan Hingga 25 MMSCFD

Ia menjelaskan mikroalga berperan sebagai produsen primer dalam rantai makanan global serta komponen penting dalam siklus karbon dan nutrien, khususnya di ekosistem perairan.

Selain itu, mikroalga mengandung berbagai senyawa seperti lipid, protein, polisakarida, pigmen, vitamin, dan antioksidan yang dapat dimanfaatkan untuk pangan, pakan, kosmetik, dan farmasi.

Menurut Eko, biomassa mikroalga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi seperti biodiesel, bioetanol, biohidrogen, pupuk, serta bahan baku industri lainnya.

Read also:  PHE Raih Dua Penghargaan Tertinggi pada ESG Governance KADIN–GAPPS International Awards 2026

Ia juga menyebut mikroalga memiliki potensi sebagai bahan bakar alternatif yang lebih efisien dibandingkan sumber biofuel konvensional seperti kelapa sawit dan jagung.

“Potensi mikroalga jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan sumber biofuel pada umumnya,” katanya.

Dalam sektor pangan dan pakan, mikroalga dinilai mampu menjawab tantangan ketahanan pangan karena dapat dibudidayakan di lahan marjinal dengan pertumbuhan cepat. Kandungan nutrisi dan senyawa bioaktifnya juga berpotensi meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak.

Read also:  Terapkan Biodiesel B50 pada Lokomotif dan Kereta Pembangkit, KAI Perankan Dua Sisi Transisi Energi

Di bidang biomedis, mikroalga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat, suplemen, hingga sistem penghantaran obat.

“Mikroalga pun mengandung antioksidan yang lebih tinggi daripada vitamin C dan memiliki kandungan antiinflamasi dan antikanker,” ujarnya.

Eko menambahkan mikroalga juga berpotensi digunakan dalam bioremediasi untuk menyerap limbah lingkungan, serta dapat diintegrasikan dengan teknologi digital seperti Internet of Things dan machine learning untuk meningkatkan efisiensi produksi.

“IoT memungkinkan pemantauan biomassa dan parameter budidaya secara real-time,” katanya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pilot Bus Hidrogen Diesel (H2 DDF) Mulai Mengaspal, Spek-nya Bertenaga

Ecobiz.asia – Kementerian ESDM meluncurkan Pilot Bus Hydrogen Diesel Dual Fuel (H2 DDF) sebagai proyek percontohan pemanfaatan hidrogen di sektor transportasi. Bus tersebut menjadi...

Pemerintah Siapkan Uji Coba Bus Hidrogen-Diesel, Target Diluncurkan di GHES 2026

Ecobiz.asia – Pemerintah mulai menyiapkan uji coba bus berbahan bakar campuran hidrogen dan solar (Hydrogen-Diesel Dual Fuel/H2 DDF) sebagai langkah awal penerapan hidrogen di...

PLN Nusantara Power Hasilkan 490,5 GWh Energi Hijau dari Cofiring Biomassa pada Semester I 2026

Ecobiz.asia -- PLN Nusantara Power (PLN NP) terus memperkuat peran biomassa sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional. Sepanjang semester I 2026, implementasi program...

HDI Jajaki Kolaborasi dengan BRIN Kembangkan Teknologi Hidrogen untuk Energi

Ecobiz.asia – PT Hidro Dinamika Internasional (HDI) menjajaki kerja sama riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempercepat pengembangan teknologi hidrogen di...

Bio Farma Mulai Gunakan CNG, Pangkas Emisi dan Biaya Energi

Ecobiz.asia – PT Bio Farma (Persero) resmi bekerja sama dengan PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) untuk memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai sumber...

TOP STORIES

Dairi Prima Mineral Targetkan Konstruksi Tambang Bawah Tanah Dimulai Kuartal I-2027

Ecobiz.asia -- PT Dairi Prima Mineral (DPM) menargetkan memulai konstruksi proyek tambang bawah tanah timah hitam (Pb) dan seng (Zn) di Kabupaten Dairi, Sumatera...

Agincourt Resources Pertahankan Investasi Pendidikan Rp5,29 Miliar di Tengah Pemulihan Operasi

Ecobiz.asia -- PT Agincourt Resources (PTAR) tetap mempertahankan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui Program Beasiswa Martabe Prestasi 2026, meski perusahaan masih berada...

PLN pilots calliandra-sorghum biomass project with ITERA to support hydrogen production

Ecobiz.asia -- State electricity firm PT PLN (Persero) has launched a pilot project to develop an integrated biomass and green hydrogen ecosystem by cultivating...

Gerak Hijau 2026 Dorong Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat, ANTAM Pamerkan Capaian Dekarbonisasi

Ecobiz.asia -- Upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Pesan tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan Gerak Hijau 2026 di kawasan Car Free Day...

Pertamina Perkuat Budaya HSSE untuk Jaga Keandalan Operasi dan Ketahanan Energi

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) memperkuat implementasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai fondasi menjaga keandalan operasional di tengah pertumbuhan bisnis dan meningkatnya...