PHE Gandeng SK Group, ExxonMobil, dan POSCO Kembangkan CCS Lintas Negara

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menandatangani dua Nota Kesepahaman (MoU) dengan mitra global, yakni SK Group bersama ExxonMobil, serta POSCO International.

Penandatanganan MoU PHE dengan SK Group dan ExxonMobil dilakukan oleh Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah, President ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Ltd. Egon E Van Der Hoeven, President SK Innovation Co., Ltd. Jong Soo Lee, serta President & CEO SK earthon Co., Ltd. Seong Myeong.

Sementara itu, MoU antara PHE dan POSCO International ditandatangani oleh Whisnu Bahriansyah dan CEO POSCO International Kye-In Lee, serta disaksikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dan Wakil Direktur Utama Oki Muraza.

Read also:  Pertamina Drilling Kelola 58 Rig, Bidik National Champion Well Construction

Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi PHE untuk memperkuat portofolio hulu migas, memperluas kolaborasi teknologi, serta mendorong pengembangan solusi dekarbonisasi, termasuk Carbon Capture and Storage (CCS).

Whisnu mengatakan kemitraan global tersebut penting untuk meningkatkan daya saing sekaligus mempercepat transformasi perusahaan menuju entitas energi kelas dunia.

“Kerja sama ini membuka peluang penguatan kapabilitas teknis, pertumbuhan anorganik, serta percepatan pengembangan teknologi rendah karbon melalui kolaborasi dengan mitra global,” ujarnya usai penandatanganan pada Forum Bisnis Indonesia–Korea di Seoul, Korea Selatan, Rabu (1/4/2026).

Read also:  Pemerintah Didesak Segera Terbitkan Regulasi Safeguard AI dan Standar Data Center Hijau

Dalam kerja sama dengan SK Group dan ExxonMobil, PHE menjajaki kolaborasi di sektor hulu migas, termasuk pengembangan aset, peningkatan kinerja operasi, serta pengembangan teknologi energi. Kolaborasi ini juga mencakup peluang pengembangan CCS lintas batas Indonesia–Korea Selatan, termasuk rantai nilai CCS regional yang memanfaatkan kapasitas penyimpanan karbon Indonesia dan kebutuhan dekarbonisasi industri Korea Selatan.

Read also:  Siapkan Investasi Rp2,8 T, Danantara Mulai Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Galuga

Sementara itu, kerja sama dengan POSCO International mencakup identifikasi peluang bisnis hulu, pengembangan aset migas domestik dan internasional, serta pengembangan teknologi melalui knowledge sharing, studi bersama, dan kajian teknis maupun komersial.

PHE dan POSCO International juga menjajaki pengembangan CCS, termasuk potensi pembangunan CCS hub di Indonesia. Kedua pihak turut menyepakati perpanjangan masa berlaku MoU hingga 31 Maret 2028.

Seluruh kesepakatan ini merupakan kerangka awal yang menjadi dasar studi dan diskusi lanjutan serta belum mengikat secara komersial. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Agrinas Palma, Fauji Foundation Jajaki Investasi Sawit Terintegrasi 200.000 Hektare

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan Fauji Foundation dari Pakistan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit terintegrasi seluas 200.000 hektare...

PDC Raih Dua Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 lewat Website Karir dan Buletin Binar

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) meraih dua penghargaan dalam Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Website Karir PDC dan buletin internal Binar, masing-masing...

Pertamina, Transjakarta Targetkan Uji Coba Bus Hidrogen pada 2028

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menjajaki pengembangan ekosistem hidrogen untuk mendukung penggunaan energi rendah karbon di sektor transportasi publik,...

Pertamina, PAL Jaya Jajaki Pemanfaatan Limbah FOG untuk Biofuel dan SAF

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) menjajaki pemanfaatan limbah fat, oil, and grease (FOG) sebagai bahan baku alternatif biofuel, termasuk sustainable aviation fuel (SAF), melalui...

Pertamina EP Sangasanga Field Dukung Kelompok Wanita Tani Pertanian Hidroponik

Ecobiz.asia – Kelompok Wanita Tani (KWT) Rosella di Kelurahan Sarijaya, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berhasil memanen buah melon premium melalui budidaya...

TOP STORIES

RUU Migas 2026, FSPPB dan Muhammadiyah Desak Pertamina Jadi BUK Migas

Ecobiz.asia — Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong agar Pertamina ditetapkan sebagai Badan Usaha Khusus (BUK) Migas dalam...

Dunia Lirik Produk Hijau, Transisi Energi Jadi Kunci Daya Saing Ekspor Indonesia

Ecobiz.asia — Penggunaan energi bersih dalam proses produksi semakin menentukan daya saing produk di pasar global. Pemerintah menilai transisi energi menjadi kebutuhan strategis untuk...

IEEFA Nilai Target PLTS 100 GWp Menjanjikan, Tapi Ada Syaratnya

Ecobiz.asia — Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menjanjikan efisiensi...

Agrinas Palma, Fauji Foundation Jajaki Investasi Sawit Terintegrasi 200.000 Hektare

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan Fauji Foundation dari Pakistan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit terintegrasi seluas 200.000 hektare...

Ambisi 100 GWp Terancam Jadi Narasi Panggung, COP31 Jadi Momentum Pembuktian Prabowo

Ecobiz.asia — Ambisi pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) hingga 2029 berisiko berhenti sebagai komitmen di panggung internasional...