RI–Jepang Jajaki Sister Park, Kemenhut Dorong Kolaborasi Pengelolaan Taman Nasional

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mendorong penguatan kerja sama pengelolaan kawasan konservasi antara Indonesia dan Jepang melalui inisiatif sister park dalam pertemuan dengan otoritas Jepang di Hakone, Minggu (29/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mengusulkan kemitraan antara Fuji-Hakone-Izu National Park dengan sejumlah taman nasional di Indonesia, yakni Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan Taman Nasional Gunung Rinjani yang dinilai memiliki kesamaan karakteristik ekosistem.

Read also:  Kemenhut Laporkan Penurunan Hotspot Nasional 56 Persen, Pastikan Pengendalian Karhutla Diperkuat

Pertemuan dihadiri Direktur Fuji-Hakone-Izu National Park Shichimeko Shuici serta perwakilan Kantor Kerja Sama Internasional Kementerian Lingkungan Hidup Jepang Ikuo Yamada.

Raja Juli Antoni mengatakan kerja sama sister park menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan konservasi melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik, termasuk dalam pengembangan ekowisata berkelanjutan.

“Kolaborasi ini diharapkan memperkuat kapasitas pengelolaan taman nasional sekaligus meningkatkan visibilitas kawasan konservasi Indonesia di tingkat global,” ujarnya.

Read also:  Resmi! Pemerintah Serahkan Dua Izin Panas Bumi, Siapkan Lima WKP dan Tujuh WPSE

Pemerintah Jepang menyambut positif usulan tersebut dan mendorong tindak lanjut melalui penyelenggaraan technical workshop guna membahas aspek teknis dan kerangka implementasi kerja sama secara lebih rinci.

Sebelumnya, pada 28 Maret 2026, Menteri Kehutanan juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Prefektur Shizuoka terkait kerja sama konservasi satwa liar, termasuk program breeding loan komodo.

Read also:  PGE Bukukan Laba Bersih Tumbuh 15,48%, Bidik Kapasitas Panas Bumi 1 GW pada 2028

Rangkaian kerja sama ini menjadi bagian dari penguatan diplomasi lingkungan Indonesia dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang, sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas di bidang konservasi dan pengelolaan taman nasional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Prabowo Mulai Program PLTS 100 GWp, Sesumbar Rampung dalam Tiga Tahun

Ecobiz.asia — Pemerintah resmi memulai program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) dengan nilai investasi sekitar US$73 miliar...

Revisi Aturan Pengelolaan Hutan, Organisasi Masyarakat Sipil Soroti Penguatan KPH hingga Evaluasi Perizinan

Ecobiz.asia – Sebanyak 14 organisasi masyarakat sipil menyoroti sejumlah aspek tata kelola dalam revisi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 8 Tahun 2021...

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Kebekaran Hutan, Satu Izin Dibekukan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) setelah ditemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Prabowo Dorong ‘Ubi Bombing’ untuk Perkuat Pemadaman Karhutla

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan inovasi bahan pemadam kebakaran berbahan baku ubi atau singkong untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)....

Presiden Prabowo Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan, Perkuat Operasi Pemadaman

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan di tengah kondisi cuaca yang sangat kering akibat fenomena...

TOP STORIES

Prabowo Launches 100 GW Solar Program, Sets Three-Year Deadline

Ecobiz.asia — Indonesia has launched a national program to develop 100 gigawatts peak (GWp) of solar power capacity, with an estimated investment of about...

Prabowo Mulai Program PLTS 100 GWp, Sesumbar Rampung dalam Tiga Tahun

Ecobiz.asia — Pemerintah resmi memulai program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) dengan nilai investasi sekitar US$73 miliar...

Revisi Aturan Pengelolaan Hutan, Organisasi Masyarakat Sipil Soroti Penguatan KPH hingga Evaluasi Perizinan

Ecobiz.asia – Sebanyak 14 organisasi masyarakat sipil menyoroti sejumlah aspek tata kelola dalam revisi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 8 Tahun 2021...

Indonesia Sanctions Six Companies Over Forest Fires, Freezes One Permit

Ecobiz.asia – Indonesia's Ministry of Forestry has imposed administrative sanctions on six forest concession holders after inspections found forest and land fires across a...

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Kebekaran Hutan, Satu Izin Dibekukan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) setelah ditemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...