Gold Standard Rilis Metodologi Kredit Karbon untuk Proyek Pensiun Dini PLTU

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Lembaga sertifikasi iklim Gold Standard meluncurkan metodologi baru untuk mendukung percepatan pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara sekaligus memastikan transisi menuju energi bersih tetap kredibel, layak secara finansial, dan adil bagi pekerja serta masyarakat terdampak.

Demikian dikutip dari akun resmi media sosial Gold Standard, Jumat (13/3/2026).

Salah satu ketentuan utama dalam metodologi tersebut mewajibkan proyek yang mengajukan sertifikasi untuk menggantikan produksi listrik historis dari PLTU dengan kapasitas energi terbarukan pada tingkat layanan yang setara.

Read also:  Verra Luncurkan Program Scope 3, Buka Jalur Sertifikasi Aksi Iklim Rantai Nilai

Ketentuan ini bertujuan mencegah munculnya kesenjangan pasokan listrik akibat penghentian operasi PLTU yang berpotensi digantikan oleh pembangkit berbahan bakar fosil lain dalam sistem kelistrikan.

Dalam kerangka tersebut, proyek juga harus menunjukkan proses dekomisioning permanen dan terverifikasi dari aset PLTU batubara, disertai pembangunan pembangkit energi terbarukan yang mampu menggantikan produksi listrik historis pembangkit yang dipensiunkan.

Read also:  TÜV SÜD Bangun Pusat Dekarbonisasi di Singapura, Siap Investasi US$24 Juta

Metodologi ini juga mensyaratkan sejumlah pengamanan untuk mencegah kebocoran emisi atau substitusi emisi dalam jaringan listrik, serta memastikan keselarasan dengan jalur dekarbonisasi nasional.

Selain itu, sistem baseline emisi yang digunakan bersifat dinamis sehingga dapat menyesuaikan dengan perkembangan kebijakan iklim di masing-masing negara.

Menurut Gold Standard, kerangka tersebut dirancang untuk memastikan upaya penghentian PLTU batubara tetap menjaga keandalan dan keterjangkauan pasokan listrik, terutama di tengah volatilitas harga energi dan ketidakpastian pasokan yang berpotensi mempertahankan ketergantungan pada bahan bakar fosil. ***

Read also:  IDXCarbon Gratiskan Biaya Pendaftaran, Incar Lebih Banyak Pengguna Jasa Karbon

Link Metodologi KLIK

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Potensi Kredit Karbon Riau Capai 11,7 Juta Ton CO₂e per Tahun, Nilainya Bisa US$235 Juta

Ecobiz.asia — Provinsi Riau memiliki potensi menghasilkan hingga 11,7 juta ton kredit karbon setara karbon dioksida (CO₂e) per tahun dari perlindungan hutan, pemulihan gambut,...

Verra Dapat Persetujuan ICVCM untuk Metodologi CCS, Empat Modul Dinyatakan Penuhi Standar CCP

Ecobiz.asia – Metodologi carbon capture and storage (CCS) milik Verra mendapat persetujuan dari Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM) berdasarkan Core Carbon...

Pemetaan Digital Ungkap Potensi Karbon Lamun Indonesia, Nilainya Sangat Besar

Ecobiz.asia – Pemodelan berbasis remote sensing mulai memberikan gambaran baru mengenai cadangan karbon ekosistem lamun Indonesia. Peneliti University of Queensland Muhammad Hafizt memperkirakan above-ground...

Isometric Perluas Pasar ke Kredit Karbon Pencegahan Deforestasi, Siapkan Protokol Baru

Ecobiz.asia – Lembaga sertifikasi kredit karbon Isometric memperluas cakupan ke proyek pencegahan deforestasi dengan menyiapkan protokol baru yang ditujukan untuk memperkuat kredibilitas kredit karbon...

JDS dan ITB Bahas Tantangan dan Peluang CCS/CCUS di Indonesia

Ecobiz.asia — Pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) di Indonesia membutuhkan pemahaman lintas disiplin, mulai dari teknologi...

TOP STORIES

BPDLH Partners With JB Cocoa, Rainforest Alliance to Expand Sustainable Microfinance for Forest Communities

Ecobiz.asia – The Indonesian Environment Fund (IEF), or BPDLH, is expanding micro-scale financing for forest communities through a partnership with cocoa trader PT Jebe...

Indonesia, Norway Launch Fifth Small Grant Facility for FOLU Net Sink, Target 300 Groups

Ecobiz.asia – Indonesia and Norway have launched the fifth phase of the FOLU Net Sink 2030 Small Grant Facility, allocating Rp20 billion ($1.2 million)...

Satgas PKH Kuasai Kembali 6,21 Juta Hektare Kawasan Hutan Jadi Sawit, 14.633,79 Hektare Jadi Tambang

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menguasai kembali kawasan hutan seluas 6.206.212,14 hektare pada sektor perkebunan sawit dan 14.633,79 hektare...

Salurkan Dana Bergulir Skala Mikro Berkelanjutan, BPDLH Gandeng JB Cocoa dan Rainforest Alliance

Ecobiz.asia — Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) memperluas pembiayaan skala mikro bagi usaha masyarakat sekitar hutan dengan menggandeng PT Jebe Trading Indonesia (JB...

Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink Periode Kelima, Targetkan 300 Kelompok

Ecobiz.asia — Indonesia dan Norwegia kembali memperluas dukungan pendanaan berbasis masyarakat untuk agenda FOLU Net Sink 2030. Pada periode kelima, Layanan Dana Masyarakat FOLU Net...